Monday, 24 March 2008

Psikopat Cantik

Chapter t.H.R.e.e
Long enough story, though to be a novel
Psikopat Cantik
1
Fuh, gila gw diomelin lagi ama Sisil, rekan kerja gw gara-gara penyakit krusial yang bersemi kembali (emang cinta?). Gw cuma bisa berdzikir dan berdizikir pada Yang Maha Kuasa, when I can remove completely my sick habit! Ruangan di kantor udah kaya orang-orang sibuk deadline, padahal sibuk maen games. Maklum lah hari itu udah jam 4.15, it’s time for us to stop working!! Memang udah jadi kebiasaan di kantor gw, yang perusahaan jasa catering diet buat rumah sakit ini dimana para karyawannya bermain games setelah lewat pukul 4, tapi jangan salah sangka ya, sebelum jam itu kita dilarang keras maen games.
Gw jadi inget, hari pertama gw kerja di kantor ini, PT Nutrisi Utama. Waktu itu baru sebulan gw lulus sidang D3 Unpet (Universitas Penataran) Jurusan Bahasa Inggris. Selama sebulan sebelumnya, gw rungsing ga jelas nyari kerja sekalian nyari duit buat tambah-tambah bayar Ekstensi (Lanjutan S1 dari D3-red). Eh, sebulan kemudian gw malah dapet dua kerjaan sekaligus, ngajar Bahasa Inggris anak kelas 1-2 SD di, X’Mas English Course dan jadi Asisten Sekretaris di PT Nutrisi Utama. Ya, balik lagi ke hari pertama gw kerja, waktu itu kalo ga salah sih jam 10an lah, baru aja beres tugas pertama, terus biasa dong, ngoprek komputer cari-cari games, eh ketemu deh Hangaroo (games tebak kata dengan memilih salah satu huruf sesuai dengan kategori yang ada), pas gw maen karena emang ga ada kerjaan tiba-tiba Bu Sari nyamperin gw buat ngasih kerjaan selanjutnya, langsung aja close. Mungkin di belakang gw, ada yang ngeliat gw maen games, eh langsung Bu Sari bilang, “Dipt, ga boleh games ya! Sebelum jam 4”, “Oh, iya Bu”, sambil pura-pura bego. Dan semenjak itulah gw jadi ikut-ikutan maen games pada pukul 4, secara Bu Sari dan co-worker lainnya juga begitu.
(April 2008)
2
Sisil, sebenarnya lebih tua dari gw 2 tahun, begitu dia kontrak karyawan tetap sebagai staf akunting di PT Nutrisi Utama, gw teken kontrak percobaan lagi sebagai sekretaris perusahaan yang kebetulan lagi sekretaris sebelumnya sedang cuti hamil dan konon memang akan keluar dari perusahaan. How lucky was I? >> Yupz, gw sebutin dua kata lagi di kalimat sebelumnya karena memang gw kerja disini untuk yang kedua kalinya. Loh kok bisa?? Jadi gw lulus D3 Juni 2006 dan mendapatkan pekerjaan sebagai asisten sekretaris hanya 3 bulan saja karena ternyata antara ngajar, kerja kantoran, dan kuliah malem sangat melelahkan, sehingga pada saat ditawarkan kontrak karyawan tetap, gw menolak karena apalah arti uang jika tenaga terutama kuliah jadi keteter. Setelah gw memasuki semester 3 alias semester 9 pada program ekstensi (sekarang berubah nama menjadi program alih jenjang) dimana gw hanya mendapatkan 2 mata kuliah saja plus skripsi, gw langsung menghubungi Bu Sari, HRD PT Nutrisi Utama untuk melamar pekerjaan kembali sebagai sekretaris dan Alhamdulillah gw dapet lagi pekerjaan ini tentunya dengan masa kontrak percobaan dahulu selama 3 bulan. Sebenarnya sih penuh pertimbangan juga untuk bekerja lagi disini, selain pa boss yang super cerewet dan fasilitas kantor yang kurang memadai namun apa daya, pekerjaan inilah yang paling fleksibel dengan kuliah gw yang tinggal skripsi waktu itu.
Pertama kali berkenalan dengan Sisil, gw udah dapet firasat ini orang pasti asyik juga buat gw ajak ngobrol, selain perbedaan umur yang tidak begitu jauh, ternyata Sisil lebih sangat cerewet daripada gw (wah ada juga ya orang yang lebih cerewet dari gw padahal orang bilang, gw adalah orang yang paling cerewet karena gw punya dua tahi lalat persis di bibir dan di atas bibir, kebayang dong gw cerewetnya kaya apa). Balik lagi ke Sisil, selain itu kita juga punya banyak persamaan, sama-sama penggemar kucing, sama-sama doyan salad dan cappucino, sama-sama lulusan Unpet, dan tentunya sama-sama cerewet.
Sebulan kerja dan ngobrol bareng sama Sisil, kita udah kaya temenan lama, dia juga nolak dipanggil teh (bahasa sunda untuk kakak perempuan) karena ga mau keliatan tua, kita jadi suka belanja bareng, makan siang bareng, dan tentunya takkan lupa ngegosip bareng. Ngomongin soal ngegosip, gw tuh punya satu sifat buruk yang sedang dalam tahap proses alias on the way untuk dihilangkan, EMBER alias susah nyimpen rahasia orang. Sebenarnya ga ada maksud buruk ko dari gw saat gw membicarakan orang lain, masa iya ada orang (meskipun memang ada) yang berniat buruk bagi orang lain, kecil kemungkinannya meski memang ada tapi itu bukan gw. Gw tuh emang gatel banget kalau engga ngomentarin orang laen, sama lah kaya nyokap (maklum pepatah mengatakan bahwa buah tidaklah jatuh jauh dari pohonnya, like mother like daughter). Bahkan mungkin saat gw sedang membicarakan seseorang, menandakan gw sirik sama orang itu karena gw tidak mampu melakukannya atau bahkan sebenarnya gw ingin memberikan pendapat kepada orang itu namun memang caranya tidak langsung kepada orang yang sedang dibicarakan (anda pusing bukan dengan statement saya!! Masalahnya saya juga).
Sisil kesel sama gw, gara-garanya gw ngomongin rahasia dia tentang hubungan gelapnya sama Dino ke Hera, sobat gw waktu SMA, kenapa dibilang hubungan gelap?? Soalnya Dino punya cewe dan mereka udah pacaran selama 2 tahun. Kok, bisa? Ternyata kakak iparnya Hera sepupuan sama Sisil, dan terbongkarlah saat arisan keluarga.
Untungnya, Sisil orangnya blak-blakan, sama kaya gw. Begitu dia dapet kabar dari arisan keluarga itu hari Sabtu, dia langsung omelin gw di kantor hari Senin.
“Dip, lo tuh tetep ya sekali mulut ember tetep mulut ember”, Sisil.
“Apaan sih lo, pagi-pagi udah senewen, lagi pms ya”, Dipta alias gw.
“Dino, arisan keluarga, Santi, iparnya Hera”, Sisil.
“Tunggu, tunggu, kayanya gw kenal deh orang-orang itu”, Dipta alias gw.
“Cabut, ciwalk, mumpung Pa Riza ga ada”, Ajak Sisil.
Dan akhirnya kita berdua cabut ke Starbucks, Ciwalk untuk membicarakan masalah ini. Memang antara kantor kita di daerah Cipaganti dan Ciwalk gak begitu jauh, dan secara kita berdua suka datang kepagian ke kantor pasti kalo si Pa Direktur alias Pa Riza gak ada atau keluar
kota, kita berdua suka ngopi pagi dulu di Starbucks dan kembali ke kantor pukul setengah 10. J
“He he, sori Sil, keceplosan, kebisikan setan kali ya.” Gw in my defense. “Tau lah pere, klo udah ngegosip pasti suka nyambung, eh nyebar kemana-mana.”
“Tapi Pradiptya Marginta, ini udah kedua kalinya, lo cerita yang berbau privacy ama orang” Sisil said.
“Bukan orang ko, tapi sobat SMA gw, Hera.” I’m so sorry, gw bayarin ya latte-nya”, Gw.
“Huu, tapi boleh deng, eh tapi awas lo ya klo yang berikutnya kejadian lagi, ini kedua kali loh bo.” Sisil.
“Iya iya, yu ah cabut, ntar Bu Sari marah-marah lagi, maklum lagi hamil khan.” Gw.
(Masih April 2008)
3
“I will never know coz you will never show,
come on and love me now come on and love me now ..”
Carnival-The Cardigans
Gila, hari ini banyak banget surat-surat yang musti dibikin, padahal Pa Riza lagi ke Yogya ngurus cabang kantor kita yang baru 8 bulan berdiri. Enaknya ngopi sambil denger CD nya The Cardigans, eh tapi tadi pagi kan gw udah ngopi (karena tidak baik bagi seorang perempuan untuk mengkonsumsi kopi lebih dari 2 gelas setiap harinya yang katanya bikin fertilitas menurun atau apa lah, maka gw selalu membatasi untuk meminum kopi satu gelas saja, kecuali kepepet sih J). Gw termenung setelah beresin tas, apa aja yang musti dibawa, maklum lah sebagai penganut 3W (well prepared, well perfectsionist, well organized) apa-apa musti direncanakan.
Ah daripada pusing mending log in FS dulu…
----------------------------------------------------------------
My Blogs - Friendster
9 Maret 2007
“Anjing, hari ini gw disidang dan
ternyata yang anjing adalah gw,
tapi gw enggak se-anjing itu”
Saat itu gw udah kaya Lydia Pratiwi (Pada tahun 2005 ada selebritis kurang dan baru akan mau terkenal terlibat dalam suatu kasus pembunuhan pacarnya sendiri Naek Gom Gom Hutagalung bersama ibu dan pamannya sendiri yang memang membunuh) disidang sebagai terdakwa suatu kasus, hiksz hiksz …
------------------------------------------------------------
April 19th 2007
terkadang dunia ini memang anjing tapi ternyata yang anjing adalah ELU!!!
whehehe dasar slaughterer kata'NYA' kemaren magh!!!
my stupid mistakes>>press releases,tittle-tattle mulu eks dutz mutz;
enigma bgt yang lu anggap ally; enigma twosome!!!!!!!
TAPI tunggu dulu, karena terdakwa "Lydia Pratiwi"
jadi yang tidak nyambung2 ko dijeblosin juga, huekkkkkk....hipokrit!!!!!!!!!!
masa past tense feb-rian-syah,ko dibahas>>GA NYAMBUNG ANJING!!
chat ke schatzen koe,tak nyambung banget,kayanya sih takut pertaruhan nama baik tuh,heuheu!!trus ada yang bete soal omongan yang memang I am FUCKING TIDY!!
naon atuh eta mah bener2 teu nyambung!!!
dan satu hal yang pasti
forum terbuka enigma bgt bukan dari gw tuh,
gw emang tittle-tattle sama un dos karena memang aku (alah aku)
daku lah sudah menganggap ally, kebisikan setan sih,
mungkin lagi tittle-tattle topik enigma bgt itu,eh tittle-tattle ntu dah!!!
tapi forum terbuka bukan prakarsa saya!!
apaan anjing, orang tittle-tattle environment,
buka2 sms orang,tai, klo foto iya,
"Masa iya merem doank", prakarsa me not, hipokritttttt....
tapi memang mungkin doski aga sedikit merasa juga jadi aga mesem2 .. now
lagian angger,disembunyikan,kaya waktu foto,
trus yang tiba2 pundung ga dibahas,cuma kesintingan gw doank,
memang gw sinting!!
yah gimana ga bete, ga digubris..
pass a judgement them cheatter,ih ga ngerasa,
nehi nehi dendi,klo pun emang di file gw,
berarti saha tah nu muka-muka!!
klo press realease eks dutz mutz,i
ya memang itu mah kesintingan SAYAH!!
so maaf,emang aga sinting kali orangnya gw,stress
($$$,livid father everyday, complaint mother everyday,bro doesn't aware)
!!tidak ada maksud menjelek2an apalagi menjatuhkan,
salah banget emang apalagi cara gw, i'm still human though!!
tips>>dunia perkantoran lebih jahat>>
memang menjelek2an dan menjatuhkan>>
itung2 pernah disintingin sama gw!!
gw memang goblog tapi gw ENGGA segoblog itu!!!!!!
Apologize
-------------------------------------------------------------
My Blogs - Friendster
"I Don't Want To Be"
[Gavin Degraw]
I don't need to be anything other
Than a prison guard's son
I don't need to be anything other
Than a specialist's son
I don't have to be anyone other
Than the birth of two souls in one
Part of where I'm going, is knowing where I'm coming from
[Chorus:]
I don't want to be
Anything other than what I've been trying to be lately
All I have to do
Is think of me and I have peace of mind
I'm tired of looking 'round rooms
Wondering what I've got to do
Or who I'm supposed to be
I don't want to be anything other than me
I'm surrounded by liars everywhere I turn
I'm surrounded by imposters everywhere I turn
I'm surrounded by identity crisis everywhere I turn
Am I the only one who noticed?
I can't be the only one who's learned!
[Chorus]
Can I have everyone's attention please?
If you're not like this and that, you're gonna have to leave
I came from the mountain
The crust of creation
My whole situation-made from clay to stone
And now I'm telling everybody
[Chorus]
I don't want to be [x4]
Lyrics from 1 tree hill series, was performed by finalist American Idol.
Gw baca lagi blog gw zaman kuliah dulu tapi kalo dipikir-pikir ga dulu-dulu banget, just one year ago.
4
Gw se-SMP, se-SMA dan kebetulan se-kuliah dan se-jurusan dan sekelas ama Erwan. Kita pernah sekelas waktu kelas 2 SMP dulu tapi cuma tau dia teman sekelas gw terus waktu SMA juga cuma sekedar say Hi kalau papasan. Pas kuliah, kita udah dibilang duet maut lah, soulmate lah, sampe disangka pacaran dan menghambat kesempatan orang lain buat ngecengin gw. Alah, begitu pedenya diriku. Tapi kalau dibilang sedeket itu sih sebetulnya engga juga, mungkin awalnya diantara temen-temen deket, Tara, Wita, Sheni, Iman, Eka, Juno, Awan, Erwan dan tentunya gw, Dipta, cuma gw, Erwan and Juno yang bareng di kelas Spoken dan setiap kelas dibagi dua untuk setiap dosen perwalian. Since, Juno yang emang asli orang Yogya, pindah kuliah ke UGM semester 3 jadilah tinggal gw dan Erwan. Dari situ mungkin selalu bareng kemana-mana di kampus. Udah gitu, Erwan tuh mau-an diajak kemana aja kecuali ikutan ngumpul UKM (unit kegiatan mahasiswa) dengan alesan males sosialisasi. Pas semester 5 kita juga, sebenarnya gw sih yang agak maksa since gw orangnya pemaksa J, kita ngulang dua mata kuliah, grammar 3 and compos 3. Jadilah makin semakin bareng. Tapi ya itu tadi seperti gw bilang, kita ga sedeket itu, cuma sering bareng aja di kampus terus pas sharing ternyata lumayan sependapat dan kita berdua ada sedikit masalah keluarga (siapa sih yang engga btw). Pas sidang pun, gw prep (ation)nya ama dia mulai dari cross check essay, latihan sidang-sidang an, ngopi dulu sebelum sidang dan sebagainya. TAPI pas ekstensi, pas gw udah mulai gawe dan punya pacar baru, namanya Dhany btw J, gw dan Erwan mulai ga deket lagi. Mungkin dia menganggap gw adalah shallow person gara-garanya gw butuh temen pulang, mungkin iya gw shallow person. Tapi kalau gw cowo dan temen gw yang lumayan suka sering bareng rumahnya deket ama gw cewe, gw pasti anterin ato cuma sekedar bareng sampe mana soalnya itu udah malem dan alangkah baiknya seorang temen cowo nganter temen cewe even its not that late.
Awalnya sih pas kuliah ekstensi, gw mulai gawe truz gw juga mulai deket ama Nia and Lely, Lely emang temen sekelas pas D3 terus lumayan sering ngobrol, pernah juga gw nginep di kost-annya. Kalau Nia, temen SMA gw, sekelas waktu kelas 1 pas D3 beda kelas jadi jarang bareng. Berhubung ekstensi cuma sekelas jadi gw sering bareng ama mereka dan Erwan tentunya. Udah lebaran, gw jadian ama seseorang, yah ga jauh-jauh lah si gw mah, kenalnya di kampus-kampus juga. Dia anak fikom, gedung tetangga. Ngomong-ngomong si dia itu bernama Dhany dan udah pacaran ama gw hampir 3 tahun (senangnya). Gw pun jadi jarang bareng ama Erwan, yah I mean, I move on. Ga gitu juga deng tapi yah gw harus punya cowo dan pastinya cowo gw lebih gw prioritasin dong tentunya. Suatu hari, Erwan jadi agak-agak beda ama gw, mulai dari ‘pengen belajar bareng nih ama Uti (temen sekelas juga)’, diajakin kerjasama bikin tugas ko jawabannya ‘I don’t think so’, lebih pendiem, diajakin pulang bareng ngeles mulu atau, gw mau nebeng ma Awan yang pas ekstensi bawa motor.
Curhatlah gw ama Nia dan Lely dimana emang gw ngerasa agak-agak lebai (berlebihan). Dikit-dikit cerita, dikit-dikit komplain. Mungkin (atau pastinya) lama-lama Lely and Nia juga, caphee deh denger cerita gw tentang Erwan. Gw pun pas minta maaf few times ma Erwan pasti jawabannya, “Engga kalee, biasa aja”.
Masalah pun berlanjut setelah libur semester 1/7, gw galau (aih galau) ama Dhany (cowo gw) soalnya gw ngerasa Dhany tuh masih ga bisa ngerti soal gw yang dilarang naek motor terutama malem-malem. Curhatlah gw ama Lely dan Nia, mereka emang ngasih solusi TAPI dari situ gw ngerasa ko mereka aga beda yah, mulai dari kalau pas bertiga, gw ngerasa ga dianggap ama mereka, pergi kemana-mana gw ga diajakin (sori sih kalo soal nonton ga ikut), mau ada rencana ‘vacation’ trus gw tanya jawabnya males-malesan. Gw kira mungkin gw terlalu banyak nge-gosip (since that’s true) atau terlalu lebai soal Erwan. Dari situ gw juga jadi agak-agak males ama mereka secara itu gw kaya yang ga dianggap. Akhirnya gw telepon Awan, nanya “ada apa sih?” “apa gw ada yang salah ama mereka”, ternyata mereka beda gara-gara curhatan gw soal cowo gw dimana gw pengen putusin dia. OMG (oh migod) ko gara-gara itu jadi ngejauhin gw. Gw pun dengan langsung tembak, minta maaf ama mereka. Mungkin mereka ga terima cara minta maaf gw, but sorry gals “This is my way to ask apologize”. Dari situ juga gw males bareng mereka.
Dari situ sih gw nyimpulin Lely dan Nia yang lagi kesel ama gw yang juga sering bareng ama Erwan jadi kompak lah istilahnya. Kebayang lah orang kesel ketemu orang kesel kaya apa jadinya. Salahnya gw, gw curhat di bulletin board Friendster, sebenernya pengen gw masukin blog tapi yah gwnya goblog juga jadi yah bikin masalah baru. Tapi emang, in my defense, gw juga ga jelas-jelas jembrengin nama mereka, mungkin iya kalao buat Erwan, sedikit inisial. TAPI believe or not, jarang loh orang baca bulboard ga penting, bulboard hari ini, lusa udah tergantikan dengan bulboard yang lain, mereka alias para net users juga liat-liat judul bulboard dulu sebelum ngebuka artikelnya TAPI emang cara gw tetep salah.
Yah itu pas hari apa gitu, suatu hari awal semester 2/8, gw disidang ama Lely, Nia, Erwan, Awan, ada juga Sely disitu. Dan jadi nyangkut-nyangkut temen D3 gw Sheni ama
Tara. Erwan bilang “lu tuh ember banget bilang-bilang Nia soal rahasia Sheni yang kakaknya MBA terus rahasia
Tarayang cewenya suka ngobat”. Iya sih emang, sebagai seorang teman yang waras HARUSNYA ga usah ngemberin rahasia orang tapi in my defense again, gw juga cerita ama Nia doang, itu pun kita lagi ngomongin topik yang nyambung. Gw ga ember ama Lely bahkan Awan apalagi Sely yang jelas-jelas ga deket. Gw emang pernah ngomentarin hal itu ama Erwan, dulu, secara emang kadang-kadang kita suka ngomentarin orang. Dan juga Erwan bilang “sebenernya gw udah muak temenan ama lo selama 3 tahun ini, udah ga cocok, gw ngejaga banget perasaan lo”. Yah gw nangis, Nia juga, gw minta maaf, gw emang salah banget soal bulboard, rahasia Sheni dan Tara TAPI ada beberapa hal yang ga nyambung ama masalah ini kaya soal “sekarang lo tau kenapa Ryan (my eks) mutusin lo trus Sely juga pernah kesel ama lo waktu di Ciwalk gara-garanya soal Sely beresin tissue-tissue bekas ke dalem tempat JCO yang masih ada donatnya,” trus gw emang aga nyentak sih ngomongnya, ‘jangan masukin situ dong, itu punya gw’ maksud gw masa sampah disatuin ama makanan yang masih bersih. MAKSUDNYA GITU dan jelas-jelas dua hal itu dan beberapa hal lainnya yang ga perlu gw sebutin GA NYAMBUNG BANGET AMA MASALAH INI. Mereka (orang-orang yang menyidang gw) sih bahas aja terus sifat-sifat jelek gw, semuanya, yah sorry, gw
kancuma orang. Sebagai orang yang selfish, well I’m not the one who had a problem, Erwan juga pernah tiba-tiba pundung, marah-marah ama gw, Tara, Sheni, Wita, Awan, dan Iman. Gimana tuh ama yang itu, jadi cuma masalah gw aja yang disidangkan, gw juga ngejaga banget perasaaan lo Erwan.
Tapi ya sutra lah, yang lalu biarlah berlalu, gw udah minta maaf meski ada juga yang cuma gw sms-in minta maafnya, maaf yah, hey I also have a life y’know, even you start your real life first. I am sorry for all people maybe true all people had been torched by me.
“Friends come and go but crown is everything, Eva Longoria as Gabrielle Solis in Desperate Housewives Season 3”
5
Gw bangun dari mimpi pas gw disidang itu, ada sms dari Sisil, ngajakin shopping bareng berhubung ini hari Sabtu. Oh please Dipt, jangan lagi ember!! Sama siapapun. Sifat buruk ini harus dihilangkan. Untungnya ya itu tadi Sisil orangnya blak-blakan, gw ga sengaja cerita ke Hera sobat SMA gw yang masih sering jalan bareng ampe sekarang tentang TTM-an Sisil ama Dino terus dulu juga gw ga sengaja ngomong Sisil suka ngeroko padahal dilarang keras ama nyokapnya. Duh, don’t!! Just don’t.
Oh iya btw, semenjak itu gw jadi ga deket lagi ama orang-orang yang menyidang gw, gw cuma sekedar say hi atau nanya-nanya soal kuliah (nah ini baru yang namanya basa-basi hehe). Lagian siapa gw, maksa-maksa orang supaya jadi temen deket. Gw pasti nyesel dong, sebagai orang yang normal, gw bukan psikopat (yupz, Erwan said that my friends called or calls me a phsycopath) tapi mungkin psikopat cantik hehe tetep narsis dan semua itu ada hikmahnya, cieeh wise banget. Nilai-nilai kuliah gw jadi naek, horee Syntax dapet A hehe dan lainnya, gw juga jadi lebih deket ama cowo gw, I take one step ahead, les bahasa mandarin, les komputer, dan kerja lagi until now.
Mungkin kalo ga ada kejadian itu, gw mungkin agak lama deket sama cowo gw nya, soalnya kadang-kadang gw lebih suka (sebenernya lebih aman) kaya pulang ama temen, ditemenin temen ke mana gitu tapi yah semenjak ada kejadian itu, gw pasti minta temenin dia kemana-mana, nya heuheuh da teu boga batur hahaha (ya iyalah da ga punya temen) eh ada Ina ko yang emang dari dulu juga kita sering bareng yah jeng, eh btw ntu anak gimana yah kabarnya sekarang? Gawe di Cianjur-kah? Daku harus sms dia. Dan sorry yah jeng, gw jadi merepotkan anda. Dan semenjak kejadian itu gw juga me-retouch (foto di-retouch) temen-temen SD, SMP, SMA, D3 juga. Jadi lebih sering jalan, arisan bareng kalo dulu kan paling sms ato telp doing (hey once again, I still keep in touch with my old friends, nyepet terakhir nih buat Erwan, hehe sorry yah, lo masih keep in touch temen SMA lo yang lo anggap soulmate lo banget??).
Udah ah, ngelamun mulu, mandi dandan yang cuantik, jalan-jalan ke mall, kita shopping bareng …
-the End-
22 Juli – 7 November 2007

honda writing competition

Sepeda Motor yang Makin Semrawut

Sebenarnya saya bukan penggemar berat sepeda motor. Memang, menggunakan sepeda motor itu cepat dan irit bensin namun kurang aman dan kurang nyaman. Orang tua saya memang mendidik saya untuk menghindari penggunaan sepeda motor karena kurang amannya berkendaraan dengan sepeda motor selain itu kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan juga membuat saya tidak nyaman memakai sepeda motor. Industri motor di Indonesia memang sukses dan cukup besar namun banyak dampak negatif yang timbul. 


Pertama, tentunya kemacetan lalu lintas. Semakin tahun semakin banyak pengguna sepeda motor yang ‘berterbangan’ di jalan. Hal ini membuat banyak pihak yang dirugikan mulai dari keterlambatan pegawai kantor, anak sekolah dan mahasiswa juga kecenderungan penyebab kecelakaan karena orang-orang tersebut memburu waktu.
 

Kedua, polusi udara. Memang jika dibandingkan dengan asap kendaraan besar seperti truk, motor tak ada bandingannya namun kalikan dengan jutaan dengan pengguna sepeda motor bahkan lebih. Menurut saya, salah satu dampak global warming adalah peningkatan penggunaan sepeda motor yang gila-gilaan terutama di negara berkembang. Memang dampak tersebut kecil namun tetap saja dampak berarti mendukung dan menambah efek buruk. 

Ketiga, kesemrawutan lalu lintas. Orang Indonesia memang kurang disiplin, mungkin juga termasuk saya sendiri. Lihatlah para pengguna sepeda motor yang seenaknya menunggu lampu merah di arah jalan yang sebaliknya. Itu kan cukup berbahaya meski jalan tersebut sepi atau lenggang. Selain itu, saat berada di lampu merah, mereka seenaknya saja melewati batas cat putih sebagai penanda lalu lintas itu sendiri. Belum ditambah lagi dengan pengemudi ugal-ugalan, serempet sana-sini, berkendaraan di trotoar. Hal tersebut sangat membuat saya gerah dan tentunya menjadi salah satu faktor kecelakaan lalu lintas. 

Saran saya sebagai orang awam untuk pemerintah mengenai pendistribusian sepeda motor adalah pemberian izin pengguna sepeda motor sesuai dengan umur dan keperluan. Banyak anak-anak SMP yang sudah bergaya memakai sepeda motor tanpa mengetahui aturan lalu lintas sebenarnya. Memang hal ini menyangkut dengan pembuatan SIM yang sangatlah bebas dilakukan. Anak-anak tersebut tampaknya merasa sangat ‘keren’ jika menggunakan sepeda motor ke sekolahnya, padahal itu sangat salah. Saya jadi tak mengerti pola pikir orang tua zaman sekarang. Bahkan, ada beberapa anak SD yang sudah menggunakan sepeda motor baik di sekitar komplek atau di jalanan pada waktu malam hari. Benar-benar membahayakan. 

Jika disesuaikan dengan peraturan lalu lintas maka hanya seseorang yang sudah berumur 17 tahun ke atas yang dapat mengoperasikan kendaraan bermotor. Selain dari umur, mental mereka pun cukup siap untuk mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan. Memang banyak juga para pelajar yang membawa kendaraan roda empat tapi anak SMP rasanya sedikit sekali, bisa dihitung dengan jari karena kemungkinan terkena razia besar dibandingkan dengan menggunakan sepeda motor. 

Tapi kalau menurut saya pribadi, pemberian izin pengguna sepeda motor sesuai dengan umur masih kurang efektif untuk ketiga dampak negatif di atas. Hanya orang-orang berumur 17 tahun ke atas yang boleh menggunakan sepeda motor dan hanya untuk para pelajar SMU yang bertempat tinggal sangat jauh dari sekolahnya untuk menggunakan motor ke sekolah, itu pun dengan izin orang tua dan alasan-alasan yang masuk akal seperti lebih efektif menggunakan sepeda motor daripada angkutan umum dari segi ongkos ataupun waktu. 

Untuk anak kuliah mungkin saya sedikit memaklumi. Selain mereka sudah cukup dewasa untuk bertanggung jawab penuh berkendaraan mungkin mereka juga sudah mampu untuk membeli sendiri sepeda motor tersebut. Bukannya diskriminatif tapi pelajar SMU apalagi SMP dilihat saja kan peraturannya menggunakan seragam jadi penggunaan kendaraan ke sekolah rasanya kurang pantas lagipula dengan mengurangi penggunaan sepeda motor di kalangan pelajar juga dapat mengurangi gaya hidup konsumtif dan kesenjangan sosial kan?

Pemberian izin pengguna sepeda motor sesuai dengan keperluan berlaku pada kebijakan pada perusahaan yang menyediakan sepeda motor untuk karyawannya. Memang tidak dapat disalahkan jika para karyawan yang tentunya pergi untuk bekerja lebih memilih menggunakan sepeda motor dibandingkan karena ongkos angkutan umum yang mahal, jarak rumah dan kantor yang jauh dan lagi-lagi kita membicarakan kemacetan yang tak lain diakibatkan oleh sepeda motor itu sendiri. Oleh karena itu, alangkah lebih baik perusahaan hanya mengizinkan karyawan pengguna motor hanya pada hari kerja dan jam kantor saja sehingga mengurangi kemacetan.
 

Yang terakhir adalah solusi bagi para pengguna lain atau pengguna dewasa yaitu pajak kendaraan dinaikkan dan ketegasan juga ketelitian perusahaan yang menawarkan jasa kredit untuk pembelian sepeda motor. Harus lebih diperhatikan lagi orang-orang dengan gaji yang mencukupi yang berkepentingan menggunakan sepeda motor. Jangan sembarangan memberi kredit pada orang yang sembarangan juga. Memang kita tidak dapat menyalahkan pengguna atau distributor sepeda motor dan hal terkait sepenuhnya. 

Saya juga pribadi merasakan kelebihan menggunakan sepeda motor namun jika melihat setiap tahun yang jumlahnya bertambah sehingga lalu lintas bukan semrawut lagi tapi sudah ‘acak-acakan’, saya jadi ‘concern’ dan lega dapat memberikan pendapat yang tidak artinya sebagai orang yang awam. Jika saja pemerintah benar-benar memperhatikan fasilitas angkutan umum yang ‘less-polluted’ seperti sub-way atau kereta api listrik yang murah dan terjangkau, mencakup seluruh wilayah dan jalan, dan fisiknya yang baik dan aman untuk digunakan. 

Mungkin dengan cara itu, orang-orang juga pelan-pelan lebih memilih angkutan umum daripada kendaraan pribadi. Saya juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan orang tua yang mengizinkan anak-anaknya yang di bawah umur untuk menggunakan sepeda motor, karena saya belum menjadi orang tua tapi memang alangkah lebih baik jika melepas anak menggunakan kendaraan bermotor setelah umur 17 dan alangkah lebih baiknya bukan untuk kepentingan pergi ke sekolah.

Bagi Honda sebagai salah satu distributor besar sepeda motor untuk memperhatikan hal-hal di atas. Janganlah menempatkan keuntungan di atas segala-galanya namun keselamatan dan kenyamanan berkendaraanlah yang jauh lebih penting bagi keberadaan lalu lintas terutama di Indonesia.


feb'08
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...