Wednesday, 30 December 2009

Lagi-lagi Sinetron …



Maybe this is my last writing on 2009, cos tomorrow is new year’s eve, this holiday, um I dunno so lazy to write somethin. But yeah, lest get it on with this one theme.

Di satu sisi, masyarakat mencaci maki keberadaan sinetron, tapi di sisi lain mereka juga mengkonsumsinya. So I saw tv program schedule in newspaper and it said:

1. stasiun tv A dan C menayangkan sinetron dari jam 6 sore hingga 10 malam
2. stasiun tv B menayangkan sinetron dari jam ½ 6 sore hingga ½ 11 malam

itu berarti A dan C menayangkan 4 jam durasi sinetron dan lebih parah lagi B menayangkan 5 jam durasi sinetron hampir setiap harinya. Yang lebih ironis lagi. Ada satu judul sinetron yang durasinya 2 jam yang berarti sama dengan durasi film lepas.

Is this crazy? Orang-orang apa yang nonton sampai seperti itu. I made some pooling (even just 2 person who filled it out), one of them said that, “the person hates sinetron but yet still watching it”

You know, back in 90s, I watched and followed some sinetron also, like Si Doel Anak Sekolahan, Abad 21, and others (I forgot the title) tapi saat itu sinetron ga kejar stripping kaya sekarang. Tayangnya masih seminggu sekali, ceritanya juga masih masuk akal, pesan moral yang disampaikan baik dan sebagainya.

Sekarang, semua serba ngaco, ada yang meng – ‘adopt’ sistem season seperti serial hollywood tapi salah besar. Setau gw sih, sistem season itu berari 20 s/d 24 episode yang tayang 6 bulan pastinya satu minggu sekali. Setelah selesai 1 season, pemain take a break and the movie script writer juga menggodok ceritanya biar bagus dan berkualitas.

Lah ini, 3 bulan penayangan lah, tayang setiap hari lah, 3 bulan kemudian udah keluar season berikutnya, apa-apaan tuh?

It just that I don’t judge people based on their background education (even it is) usually people who watch sinetron are people who ….. (you know the answer) but 1 thing I don’t understand, why there are still people who says well they are educated and have good style, still watch that damn program which is definitely screw our people minds.

30 Desember 2009

Monday, 14 December 2009

Tips Berbelanja di Kings Shopping Center

-- ( yang ini untuk urbanesia.com for applying freelance writer ) --



Siapa yang gak tau Kings Shopping Center? Semua cewe Bandung pasti pernah belanja disini. Selain tempat yang strategis di pusat kota, harga baju yang dijual pun murah, berkualitas, dan gak kalah sama baju bermerk yang cuma bisa didapatkan di mall-mall.

Kings Shopping Centre emang surganya baju-baju cewe, kebanyakan memang menjual baju-baju abg cewe usia 13 – 35an, tapi baju ibu-ibu dan anak-anak juga tersedia.
Gak perlu khawatir baju bakal pasaran, karena biasanya dalam waktu 1 – 3 bulan modelnya udah berganti lagi.

Yang membedakan tempat belanja ini dengan yang lainnya, yaitu tempat yang ga terlalu besar dan model baju yang beraneka ragam tidak membuat kamu pusing berbelanja berlama-lama dan tempat strategis di pusat kota yang bisa dijangkau angkutan kota dari manapun.

Kalau mau belanja di kings, ada tips-tips yang bisa dipake:

1. Kalau ga mau berdesak-desakan, hindari berbelanja di hari weekend terutama tanggal-tanggal gajian atau mendekati hari raya, tepatnya jam 11 pagi sampe jam 4 sore. Paling enak emang belanja di hari senin sampe jumat sekitar jam 1 siang sampe jam 3 sore.

2. Kalau belanja di sini, harus ditawar!! Terutama bagian kios-kios lantai 1 dan 2 nya. Coba untuk tawar setengah/seperempat harga atau seengganya berkurang 5 sampe 10 ribu rupiah, lumayan kan bisa ngirit. Apalagi kalo kamu beli beberapa potong baju/ celana di satu kios, bisa ditawar lebih banyak lagi. Dan satu hal lagi, kamu bisa dapat potongan tawar-menawar lebih murah lagi saat kios baru buka atau malah akan tutup. Just try it!!

3. Jangan langsung beli baju yang pertama kali dilihat, soalnya bisa aja baju itu agak pasaran dan hampir dijual di semua kios, coba untuk keliling semua kios baru menentukan mana yang kamu ingin beli.

4. Biasanya satu model baju dijual di 2 atau 3 kios, jadi coba bandingkan harganya dan tawar ke harga yang paling murah.

5. Jangan sampe menunda berbelanja hingga 1 bulan kalau sedang mengincar baju yang lagi “in”, soalnya penjual meng-update koleksi baju-baju yang dijual dalam waktu yang singkat.

So…
what are you waiting for? Coba pakai tips-tips berikut untuk berbelanja di kings shopping center yang terletak di Jl Kepatihan 4-6; 11-17 Bandung atau bisa masuk lewat Dalem Kaum. Enjoy your shopping, gurl :D

Saturday, 5 December 2009

"that magic box is called tv"

Sejak tahun berapa sih ada tv? 70 – 80an, yeah maybe. Saya ingat waktu TK, saya nonton tv with my mum. Mungkin sejak itu atau bahkan lebih kecil lagi, saya sudah mulai menonton tv. SD, pastinya, karena saya ingat betul, tontonan saya waktu itu adalah Beverly Hills 90210, hahaha, yup, itu betul banget, gara-gara punya kaka abg, saya pun ikut-ikutan nonton Brandon&Kelly (u know that couple :D).

And since that day, tv is my magic box until now. Memang bosen kadang-kadang nonton tv, lagipula, saya seperti orang autis kalo udah nonton serial tv. Sampai saat ini saya belum sadar, pengaruh buruk karena terlalu banyak menonton tv sejak kecil. I think I’m fine. Sekolah lancar-lancar aja, masuk SMP dan SMA negeri, 15 favorit terbaik lagi di Bandung!! Hmm, kuliah pun lulus tepat waktu dan akhirnya pun mendapat pekerjaan. Maybe the effect is people assumption that I am so fuckin weird.
It’s true, I was way that much watching tv when I was in school back then. Sering banget, saya bohongin ortu saya buat sekedar nonton selasa drama di sctv (so waktu saya SMP sekitar tahun 98/99, setiap hari selasa sekitar jam 10-11 kalo ga salah, sctv menayangkan film drama and drama is one of my fave movie genres) saat itu. Jadi trik nya adalah, saya bawa pr, buku dan semuanya yang berhubungan dengan sekolah di ruang keluarga trus pura-pura ngerjain ato belajar kalo bokap/nyokap saya ke wc/ keluar kamar, padahal sebenernya, saya pure nonton tv.

Tapi saya baik-baik aja tuh, hehe, ga tau juga ya kalo kata orang tentang saya. Saya juga sering menonton film 17 tahun ke atas (tapi bukan bokep ya) ya kaya Beverly Hills atau film cinta-cinta-an yang banyak adegan cium-cium nya hahaha, tapi efeknya sekali lagi, baik-baik aja hehe.

Soalnya kan semua orang berpendapat bahwa anak-anak itu tidak boleh terlalu banyak menonton tv nanti jadi males belajar dan males lainnya tapi saya kayanya engga tuh cos my parents also turn off the tv during the final test.
I just love and feel being entertained enough by watching tv series of course not SINETRON YA!! What I mean tv series are like Desperate Housewives, How I Met Your Mother, Grey’s Anatomy and et cetera lainnya sebagainya. I still love it until now, here are just few of many series that I’ve, being watched…….

Sekarang sih lagi di tv lagi ngikutin: Royal Pains, Desperate Housewives, Castle, Life, CSI: NY and CSI: Miami

Kalo DVD: Grey’s Anatomy Season 6

Menurut gw>>
The Best Sitcom: Friends, How I Met Your Mother, Worst Week, Mad About You

The Best Series: Grey’s Anatomy, CSI

The Worst Series: Gossip Girl, Beverly Hills 90210 the new one version

Been watching: all (no im kidding) >> Beverly Hills 90210 original & the new one, Charmed, Melrose Place original, Tru Calling, Gilmore Girls, Friends, How I Met Your Mother, Royal Pains, Desperate Housewives, Reaper, Criminal Minds, Boston Legal, CSI, CSI: Miami, CSI: New York, Grey’s Anatomy, That’s 70 Show, 3rd Rock from the Sun, Worst Week, Mad About You, One Tree Hill, Smallville, Supernatural, 30 Rock, Lost, Joey, Everybody Love Raymond, Gossip Girl, Popular, Ally Mcbeal, The Office, Scrubs, Samantha Who, Army Wives, Ghost Whisperer, Alias, The O.C., Dark Angel, Mr.Bean, Las Vegas, Brother & Sister, Heroes, Bones, Prison Break, Two of a Kind, My Wife and Kids, According to Jim, Jake in Progress, Buffy the Vampire Slayer, Angel, Party of Five, Time of Your Life, E.R., Xena the Warrior Princess, Hercules, Cold Case, The Nanny,


Apalagi yah, saya baru inget segitu, ntar ditambahin deh kalo inget,

4 HARI KERJA LAGI SBLM 3 MG LIBUR, YEAY…..09

Friday, 27 November 2009

Mba & Ibu Pengurus Kos!!

Kalo kemaren gw ngomongin soal anak-anak kos alias penghuni kos, sekarang gw mau ngomongin mba pengurus kos. Selama setahun ini gw ngekos, baru 4 kali ganti mba atau ibu pengurus kos (alhamdulilah sih masih aman2 aja sampai saat ini meski secara gw ga pernah menyimpan barang berharga di kosan kalo balik Bandung, ya iyalah catokan rambut aja dibawa heuheu).

Pengurus beda yah sama ibu kos, pengurus yah cuma pembokat, ibu kos berarti yah owner.

1. Ibu S dan Mba M

Pas gw pertama kali pindah menjadi seorang anak kos (cie cie), pengurus nya waktu itu ibu S dan mba M. Pandangan pertama (halah) maksud gw 1st impression sih si ibu ini baik, ruangan dan kamar kos juga selalu bersih, aman itu no 1, cuci gosok rapi dan cepat, pokonya okeh lah eh tapi ko lama-lama gerah juga ni ibu S suka banding2in si anak kos A suka ngasih anu, si anak kos B suka kasih inu, maksudnya apa, meminta inu anu itu secara ga langsung ama gw, HALOOO sayah baru pindah ke sini, gaji pertama masih 1 bulan lagi. Tapi yah g gw denger lah. Si mba M nya sih baik, sering ngobrol ama gw malah karena seumuran tapi si ibu nya itu loh.

Yang kedua yang menjadi permasalahan, jadi di kosan gw itu di lantai 1 alias di bawah, ada ruang nonton tv yang dipasangin first media alias tipi kabel (wuih gw kegirangan abies dung secara si abdi teh tipiprik hahaha alias serial freak maksudnya mah). Jadi satu waktu, di bawah itu nda ada yang nonton, si ibu lagi gosok cucian di ruang tamu, ya udah dong ta tonton tu tipi, eh baru 15 menit, tiba-tiba ada yang nyeletuk “CINTA FITRI CINTA FITRI” (maksud nya!!), maksud lo pengen nonton cinta fitri, yo weiss pindahin aja toh eike ga pegang remote nya, doh, lagian ga ada yang nonton di ruangan itu juga, monggo aja pindahin, deuh, males dong, semenjak itu, kalo emang si ibu udah tidur ato keluar baru gw mau nonton.

Yo weis lah, namanya juga anak baru pindah kota gede, menghiburlah diri sendiri dengan henpon kesayangan. Eh setelah tau busuk-busuknya si ibu ternyata dia mata duitan. Mulai dari ngebati (ngelebihin) duit aqua yang harusnya 10.500 jadi 13.000 (doh), naikin sewa kamar kos seenak udel (jadi temen gw itu harusnya bayar 1.050.000/bulannya eh sama si ibu nya jadi 1.200.000 (leuwih gelo) udah gitu jadi waktu bbrp hari pertama, nyokap gw nginep, nemenin gw (maklum hehe) eh di charge 50 rebu sehari (gelo), begonya gw ga nelpon owner kosan buat tanya itu bener apa kaga, siyal, tapi yah sutra lah, yang lalu biarlah berlalu tapi tetep dibahas di blog whuehehe (bukan dibahas cuma dijadikan tema saja untuk blog saya).

Memang benar, tidak lama berselang, sekitar 2 bulan aja, si ibu S dan mba M akhirnya dipecat karena ke korupsi annya itu. Bagus deh, no more CINTA FITRI, fuck off.

2. Ibu E dan Mba S

First impression, cucian bau apek, gosokan ga rapih, ruangan juga tidak sebersih dulu, beda jauh sama pengurus lama. Tapi ya udah lah yang penting no 1 mah buat saya, AMAN, ga ada barang ilang, dan bisa menonton tv dengan bebas hehe. Ternyata si mba S asik juga orangnya, supel, heboh, meski kadang berisik juga (^_^) trus ada improve lah, cucian tidak bau apek lagi, gosokan lumayan lah, meski tetap tidak sebersih dulu. Trus karena satu hal si ibu E tidak betah dan akhirnya pulkam alias pulang kampong diganti oleh ….

3. Mba A dan tetap si Mba S (no 2 hehe)

Berhubung 22nya mba-mba jadi sebenernya aga repot juga, karena kudu 1 yang dewasa dikit biar lebih wise menghadapi sesuatu (halah apa seh put). Sebenernya gw cocok banget sih ama dua mba ini karena satu hal yang menurut gw sangat penting dalam dunia pertelevisian (halah apa lagi seh put) MEREKA BERDUA TIDAK SUKA SINETRON!! Malah si mba A mah tontonannya CSI (euleuh-euleuh meni keren, sami sareng abdi atuh mun kitu mah).

Bagoosssss, like this, all rite, hehe

Jadi kita bertiga suka nonton bareng heuheu, soal kerjaan juga improve, malah cucian bisa selese dalam waktu sehari. Meski si mba S dan si mba A juga sih, ember setengah mati dan tukang gossip trus pernah ribut ama beberapa anak kos tapi saya cinta mereka haha dan saya juga tidak pernah berantem sama mereka (saya sih orangnya baik huekkk hehe).

Once more I said, as long as it SAVE, the laundry finish in one day and the place is not that dirty. I AM OK and plus they like Hollywood series,,,all rite

Eh tapi pas lebaran 22nya pulkam trus ga balik lagi jadi diganti oleh ….

4. Ibu S2 dan Mba Y

Hmmm, udah yang ngurus lantai dua anak kecil masih 15 tahun si mba Y itu, cucian bau apek, lorong depan kamar gw jarang disapu dan keliatan kotor mulu, cucian ga beres sehari bahkan beberapa hari, eh malah kerjanya ngelap2 tangga dan pintu (WHAT FOR??), dibilangin juga ngeles mulu, gosokannya ga rapi, DOYAN NONTON SINETRON LAGI DUA-DUANYA, WHAT!! Give me back my mba A, heuks. Tapi untung, akibat kegalakan dan kejutekan itu semuanya mulai teratasi meski teuteup ah pool an mba S dan mba A. (padahal si mba S teh termasuk males dan kurang bersih trus tukang tidur tapi masih mending tau)

Eh tapi karena suatu hal yang mengakibatkan ketidakbetahan si ibu S2 jadi si ibu itu kabur pulkam dan diganti oleh sodaranya si mba Y yaitu ….

5. Tetap Mba Y (no 4) dan Mba ? (hehe sapa yah namanya gw lupa, maklum baru bbrp minggu di sini)

Eh situasi bukan membaik tapi memburuk,

1. Cucian kadang-kadang masih ga bisa beres dalam sehari
2. Gosokan kurang rapi
3. Lorong kamar gw tetep kotor
4. Sampah kaga pernah dibuang ke bawah
5. Kamar mandi kurang bersih, baknya apalagi
6. Ga bisa rapi pasang seprai kamar gwe
7. Kerjanya nonton sinetron aja non stop, 24 jam (hoah cape dee lebih parah dari si Ibu S)

Tapi yah apa mau dikata, namanya juga kosan, lo mau ngarep apa sih dari yang namanya boarding house, saya ulangi dan jadikan kesimpulan saja ya,

YANG PENTING >> 1. AMAN, TIDAK ADA BARANG HILANG SECUIL APAPUN ; 2. CUCI GOSOK BERES SECEPATNYA KALO BISA SEHARI; 3. TIDAK KOTOR-KOTOR AMAT

Yang selama masih dalam taraf itu dan saya pun masih bisa menikmati royal pains, desperate housewives, castle, life dan csi. OK LAH!! Heuheu stress ah si aku teh.

Menjelang long wiken di bulan nov 2009

anak-anak kos

Saat ini, saya sedang memaksa diri saya untuk menulis sesuatu, tapi saya masih bingung untuk memilih topic, hmm ….

Aha saya tau, gimana kalo ngomongin tipe orang ‘aneh’ (based on my opinion) yang ada di kosan saya.

Dulu waktu saya baru masuk, ada bapak-bapak yang katanya ditinggal istrinya kerja di luar pulau jawa selama 2 bulan lamanya. Katanya ntu bapak stress sendiri, kalo si ibu pengurus beresin kamarnya, dia suka marah-marah sendiri, untungnya ntu orang ga nyeremin amat, dia untungnya kaga doyan cewe muda, malah suka gangguin si ibu pengurus. Untung ga berselang lama, si bapa itu keluar juga kosan karena mungkin ga kuat ditinggal istri, hehe.

Ada pasangan cowo yang katanya sesama jenis, ntu orang dua kalo berangkat kerja jam 8/9 malem trus baliknya subuh karena kedengeran berisik suara sepatu gerubug-gerubug. Suatu hari, helm si anak kuliah yang ngekos di sini ilang ga tau kemana, padahal selama ini kita belum pernah kehilangan satu barang apapun, taunya entah gimana, ternyata salah satu dari pasangan itu yang mengambilnya. Namun setelah dibereskan masalah tsb oleh ibu pengurus kos akhirnya helm itu pun kembali.

Ada sepasang suami istri, si suaminya Chinese, si istrinya pribumi, muslim pula, katanya sih ni pasangan kumpul kebo, ada yang bilangnya gitu, ada juga yang bilang nikah sirih. Pagi-pagi jam ½ 7 si sang istri sudah sibuk menyiapkan makan buat suami tercinta, kirain gw buat makan pagi eh taunya buat makan siang loh (:O terheran mode ON), yang bikin geli, menunya tiap hari hampir sama, tahu, telor dadar yang dikasih kecap buanyak banget, ditambah sambel terasi, jiahhhhh, tapi overall sih mereka baik sama gwe hehe. Setelah bbrp lama kos di tempat ini, akhirnya mereka keluar juga, konon katanya si suami kembali ke pelukan istri pertama, katanya loh.

Young couple, si cewe sih baik, biasa-biasa aja gitu, eh si cowo, tiap gw senyumin ko ga pernah senyumin balik, ni orang sok kegantengan nih kayanya trus satu hari entah lagi bad mood, sic ewe pernah gw tanya jawabnya jutek (mungkin lagi pms kalee ye) tapi beneran deh si cowo itu sok kegantengan banget, huekkk, secara pendek gitu. Hmm, keluar gara-gara pindah kerja.

Ada pasangan pacaran lagi, cowonya sih lumanyun lah drpd lumayan (eh kebalik), cewenya juga cantik, Cuma katanya, si cewe kerjanya malem-malem (u know what I mean hah), tapi si cewe ini pinter masak, gw jg pernah mencicip masakannya, nothing’s wrong with this couple Cuma si mba pengurus pernah gossip si cewe ini ama gw, ttg lingerie nya yang macem-macem lah, ttg berisiknya dia kalo lagi …. (u know what I mean hah) dan lainnya. Overall sih, they’re nice to me. Akhirnya mereka keluar karena si cowo sempet putus trus beli rumah sendiri.

Ada cewe, dia atlet basket plus anak kuliah juga. Awalnya sih ni cewe, rame+supel tapi lama-lama eh ko dia suka ambil makanan punya orang di kulkas. Kornet siapa, mie siapa, telor siapa diembat juga ama ni anak, udah gitu kata penghuni lantai 1 (eike penghuni lantai 2) ni anak suka bawa temen2nya terus masak makanan dini hari sekitar jam 2-3 pagi plus pake acara rebut segala. Ni anak sampe berantem beberapa kali ama si mba pengurus kos gara-gara soal makanan, belum lagi dia hamper ganti seprai setiap hari (gila bo aturannya aja 2 minggu sekali). Ga berselang lama, ni cewe keluar juga, katanya sih udah ga bisa bayar kos cos selama ini ternyata dia menghindar dari ortunya, ohya katanya lagi ni cewe suka sesama jenis,,,sshhh ;)

Ada pasangan Chinese, si cewe tinggi menarik eh si cowo lebih pendek dari si cewe trus orangnya ribet ga jelas dan tukang gossip (euleuh). Sebenernya mereka baik sih, tapi si cowo suka lebay ga jelas, kalo karoke bareng aja, wuih gayanya udah selangit, untung aja suaranya bagus trus kalo jalan bareng pasti sibuk ga jelas ni cowo, begitu makan di café yang emang lumayan mahal eh komplain depan waitress nya, udah gitu beli makan minum satu porsi berdua ama cewenya (beuh). Terus masa malem minggu mau bikin soto di apartemen orang (dih lu aja sonoh hehe). Akhirnya mereka keluar karena pindah kerja.

Ada cewe, ni orang supel banget, baru beberapa hari aja udah kenal sama semua orang di kosan. Tapi geblegnya, kalo pasang music, volumenya ga ketulungan, berasa rumah sendiri aja, sampe suatu malem, ni cewe ngajak rebut penghuni kamar sebelah. Mungkin buat dia jumat malem udah bebas bisa begadang ngapain aja, tapi kan buat beberapa orang masih ada yang kerja di hari sabtu, walhasil ributlah sampai melibatkan penghuni lantai 1 (padahal si ce ini di lt 2) dan yang punya kosan. Lagian gebleg juga ni orang, udah volumenya kenceng eh pintunya kaga ditutup, malah kadang-kadang jam ½ 7 pagi udah pasang music kenceng2, huah untung gw udah siap kerja jam segitu, kalo kerja siang, tak gibas juga ntu anak. Akhirnya pindah juga karena pindah kerja, thx gosh ;).

Yang ini masih penghuni tetap, bahkan dia mungkin sudah bertahun-tahun ngekos disini. Jadi bapak 3 anak ini, istri dan keluarganya ada di luar kota jkt, dia kadang-kadang suka balik tiap jumat malem hampir setiap minggunya, makanya di kamarnya kosong melompong, no entertainment gadget at all (hp doing kali yee) bahkan aqua gallon pun dia ga punya. Ni bapa sebenernya baek, Cuma kalo udah kumat, dia nonton tv hanya beberapa inci dari hadapannya trus kakinya dinaikin ke cabinet tv tersebut so when he watches tv, he block the whole entire screen. Tapi jarang-jarang sih, Cuma beberapa kali doing, tapi anehnya meski dia tahu ada orang lain yang menonton di belakangnya, dia tidak mengubah posisi nya ^?^ dan satu lagi keanehan bapak ini, waktu bulan puasa, dia makan sahur sama indomie kuah setiap hari, kebayang ga, gw mah udah muntah darah kali, bosen. Deuh, ni orang ngemat (alias berhemat ato apa ya ^?^.

Yang ini juga masih penghuni tetap, bahkan si neneng gonjreng ini hehe pernah gw libatkan dalam blog gw beberapa waktu lalu yang berjudul “Not as Hard as I Thought”. Awalnya sih dia baik, kita ngobrol, basa-basi busuk ga jelas, namun pas dia bermasalah sama mba pengurus kos gara-gara soal makan sahur, eh ko dia jadi jutek sama gw, gw Tanya baik-baik ko jawabnya males2an. Dia ngerasa kali gw omongin, yah abis kelakuannya juga yang bikin dia jadi diomongin. Ya udah masa bodo, gw juga ga rugi ko. Setelah itu kan lebaran, gw salaman dong sama dia secara kita muslim getoo loh, dia yah lempeng sih sambil senyum biasa-biasa. Dan akhirnya pun gw biasa-biasa lah sama dia. Ternyata, permasalah dengan mba pengurus pun terulang lagi padahal ini mba pengurus baru, gara-gara soal beresin kamar sampe yang punya kos turun tangan, ya elah masalah gitu aja digede2in, pércis tuh kaya dulu. Lebay banget sih ni orang. Trus yang bikin gw jijay sama dia, waktu itu pernah gw mau brgkt bareng ama temen gw trus dia juga mau brgkt kerja, eh dia dengan jelasnya ngomong “duluan ya A (nama temen gw)” gw sih biasa aja, bodo amat dia mau nyapa ato kaga cuma pas temen gw Tanya, “lu ga pernah ngobrol yah ama dia” dihhhh, padahal semenjak salaman lebaran itu gw suka senyum ama dia, kadang2 gw juga wave kalo dah di motor ama temen gw, dianya aja yang gebleg nan aneh, kalo orang normal sih bilangnya gini, ‘eh duluan ya” ato “duluan ya semua”, bukannya gw pengen disapa tapi yah gitu lah emang kelakuan orang aneh. Biasanya sih orang kaya gini, ga bertahan lama, kita lihat saja nanti ;)

Oh iya, satu family dengan anak abg 1 udah gw certain di blog gw sebelumnya yang berjudul “Just Think About It”>>>yang buanyak komplen, kadang-kadang dia ngajak ngobrol di saat tidak tepat pas gw mo nonton series kesayangan gw dan dia itu sering ganti seprai (emang ga setiap hari sih kaya si anak di atas) tapi yang bikin ngenes mba pengurus kosan, jadi pas dia pulang ke rumah mertuanya, dia ganti seprai baru trus pas dia dateng minggu malem, itu seprai yang belum pernah disentuh kan secara logikanya eh udah minta diganti yang baru lagi (hmmm,,,kasian dong mbanya) trus ga mau rugi kalo pake kompor, cuma nyumbang 20rb tapi paling banyak pake kompor gas, deudeudeu trus ada juga si ce Chinese, malah kalo ditagih ga mau nyumbang duit gas tapi dia sering masak malah masak masakan beneran (maksud gw, gw aja yang Cuma ngindomie ama ceplok telor kasih duit 10 rb) deuh dasar ch*n*s* pelitnya setengah mati percis kaya yang punya kos2an dan bos gw hehe kaya gw ga pelit dan perhitungan aja ;p ,,,,,,, long wiken akhirnya dan tinggal bekerja selama 10 hari uaja ;D

Sunday, 22 November 2009

Ngaruh ga sih?

Pengaruh ga sih, cara kita memperlakukan orang berdampak dengan cara orang memperlakukan kita?

Jadi gini, I know someone, pada awalnya dia berusaha memperlakukan seseorang itu dengan baik namun karena ada pihak lain yang membuat suatu persoalan sehingga berdampak si someone ini serba salah, dan oleh satu hal yang diakibatkan oleh saya sendiri, ya itu saya sendiri, jadi si someone ini makin serba salah memperlakukan orang tersebut dan pihak ketiga alias pihak lain yang sangat terkait dengan orang itu. Semakin hari, si pihak ketiga ini terkesan selalu mencari-cari masalah dengan someone akibat hubungannya dengan si seseorang itu sehingga si someone pun menjadi jenuh dan memperlakukan si someone itu dengan taraf biasa, yang tadinya baik jadi biasa-biasa (tapi bukan tidak baik loh) tapi menurut pandangan seorang saya, kadang-kadang si someone ini malah terkesan mengacuhkan si orang tersebut. Sehingga saya pun merasa kasihan pada si orang itu dan pihak ketiga dari orang tersebut, karena menurut saya si pihak ketiga apalagi si orang itu ga salah-salah banget, yah terkadang wajar ko karena hubungan pihak ketiga dengan orang itu. Sekarang hubungan si someone >> si orang itu >> dan si pihak ketiga semakin memanas karena ada suatu hal (tapi yang ini bukan karena saya loh).

Pertanyaan saya, apakah karena si someone yang memperlakukan biasa-biasa dengan orang itu malah kadang memperlakukan buruk dengan si pihak ketiga jadi si someone itu juga medapat perlakuan buruk? Kalo menurut saya mungkin aja ya, kadang kalo kita baik sama orang maka orang tersebut bisa lebih baik ato malah lebih jahat ato biasa-biasa aja dan sebaliknya, kita jahat sama orang eh orang itu lebih jahat lagi ato malah lebih baik ato biasa-biasa aja.

Pasti lo pusing ya ama tulisan gw, hahaha gw juga soalnya kalo diibaratkan ntar ketauan gw ngomongin sapa tapi intinya sih, biasanya kalo kita baik sama orang, orang pasti baik sama kita bahkan lebih baik dan kebalikannya kita jahat orang juga jahat malah bisa lebih jahat, jadi kesimpulannya, berbuatlah baik, halah naon sih put, menjelang desember 2009 dan libur panjanggggg, penulis yang urghhhhh, intinya udah ga betah, pengen balik dan gawe di bandung lagi biar bisa ketemu pacarnya tiap hari :D

Wednesday, 11 November 2009

am I giving up too soon,,,,,,

1

dari dulu tepatnya pas sma, gw udah menyadari, I’m bad in explaining, soalnya tiap temen gw minta penjelasan tentang suatu hal dalam pelajaran, pasti temen gw itu ga ngerti dengan penjelasan gw. That’s why I think I cannot be a teacher tapi saat pengen kerja pas kuliah, apa lagi sih kerjaan yg paling flexible selain ngajar. Akhirnya, gw coba juga. Saat itu gw juga cukup desperate dengan tawaran kerjaan yang terus-menerus sebagai marketing sementara gw harus dapat kerja buat tambahan uang kuliah.

Akhirnya gw jalanin kan, ngajar bahasa Inggris di tempat kursus buat anak kelas 1 s/d 2 sd. Sebenernya bisa, cuma ko ga masih keukeuh, Teaching is not my calling!! Gw juga banyak dikritik (tentunya untuk membangun) dari teacher spv saat itu. Kebeneran pas gw belum ttd kontrak dan jadwal ngajar bentrok dengan jadwal kuliah, akhirnya gw resign cepet-cepet.

2

pekerjaan mengetik, bikin surat, nongkrong berjam2 depan komputer sebenernya cukup bikin gw enjoy, apalagi ditambah pujian spv akan kerjaan gw yang semakin hari semakin baik performanya, tapi begitu keadaan pergi kerja jam 7 pagi pulang jam 4 sore lanjut kuliah jam 5 sore sampe jam 8 kadang-kadang 9 malem, sepertinya gw ga sanggup. Selain cape, efek ngopi jam 5 pun ga ngaruh di kelas kuliah jam 7 denger dosen ngoceh akhirnya sambil terkantuk2. Belom tugas deadline bejibun, kapan gw ngerjainnya!! Sampe rumah jam 9/10 malem, yang ada pengen langsung naek kasur memejamkan mata. Akhirnya gw tidak melanjutkan kontrak permanen, mengorbankan pekerjaan demi kuliah supaya ga keteter, at least gw menyelesaikan kontrak yg cukup singkat itu.

3

my dad always suggests me to work in a bank cos he used to. Begitu gw mulai training di bank yang cukup ternama di negara kita melalui jasa outsourcing yang dengan resiko gaji dipotong sekian persen nya setiap bulannya, gw mulai menjalaninya soalnya saat itu gw lagi skripsi dan pede bisa selesai dalam waktu satu bulan ke depan. Dari pihak bank sih cukup terbuka, kerjaan gw seperti ini, gajinya sekian juta (cieehh padahal mah ah leutik oge geuning di bank teh ;)) TAPI nyebelinnya, ko si pihak outsourcing nya lama mengeluarkan kontrak tersebut, at least ada bayangan lah apa gw 3 bulan probation dulu atau 6 bulan malah 1 taun kontrak. Tapi ini lama sekali, malah ketika ditanyakan, mereka menunda-nunda terus.

Sebenernya saat itu, kalo niat gw 50% lebih tinggi, gw mau belajar dari awal, mau digoblok-bolok in selama training (namanya juga anak baru) tapi apakah gw menyerah terlalu dini? Tapi sumpah, gw goblok setengah mati pusing tujuh keliling ngeliat sistem bank yang dipake di komputernya, haduh, udah angka njelimet semua (halo saya anak bahasa ya, tolong jangan sodorkan pekerjaan yang berbau angka pada saya), produk yang kudu hafal dalam waktu singkat yang jumlahnya sangat tidak sedikit, pekerjaan cut of time jadi makan siang siap-siap aja telat 1-2 jam setelah jam 12, lembur sendirian ato bedua ampe jam 9 malem, heuks, ga ada internet, ga bisa pasang mp3 di kompi, kontrak yang lama keluar.

Akhirnya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan training tersebut dengan pertimbangan kedua dosen yang tidak dapat diajak kompromi untuk bimbingan di hari sabtu ato di rumah mereka masing-masing cos if I take that job, skripsi gw kapan kelarnya. Resultnya>>bokap gw kecewa setengah mati, hehe sori pap ;) but I think next year if I am given another chance to work again in a bank, I will try as hard as possible I can ;).

4

Beberapa hari sebelum sidang S1, gw di-interview di sebuah pre-school di Bandung, meski salah posisi yang tadinya gw ngelamar admin jadi teacher tapi si principal sort of promised to me that the owner the school was actually searching staff for new international school in Bandung. Hasilnya beberapa hari sebelum wisuda, gw udah diterima kerja as a librarian.

Sebulan pertama, oke-oke aja gw ngejalanin kerjaan baru itu apalagi di saat temen-temen gw malah baru mulai ngelamar ato interview, gw udah curi start duluan. Meski bosen setengah mati karena kerjaannya cuma ngurusin buku (ya iyalah put, namanya juga librarian) and no internet connection tapi gw bersabar aja cos nanti kalo udah pindah ke gedung sekolah benerannya mungkin lebih nyaman, gw malah akan punya ruangan sendiri.

Ternyata mulai keliatan busuk-busuknya management, masa iya gw disuruh angkut-angkut barang kaya kuli bangunan (halo, my parents enrolled me until I got a title not to have a work like this) dan dua orang dari bos besar nya malah ngomong “kita ga usah liat gelar di sini dan ga karena cewe jadi ga bisa kerja sedikit berat” wot d heck!! Tapi ga cuma itu, ternyata letak sekolah dari terminal angkutan umum terakhir itu cuma bisa di reach pake ojek sementara waktu masuk kerja yang tadinya 7.15/7.30 diubah menjadi 6.45/7, wot d heck again!! Belum lagi udara pegunungan Bandung tahun 90-an musti dihadapi tiap pagi. Wah sepertinya gw harus menyerah lagi dengan keadaan seperti ini karena janji antar-jemput karyawan pun masih di-pending bbrp bulan kemudian.

Akhirnya setelah probation, you know what the words I’m gonna write.

Sebenernya emang, when I took this job, I just wanna prove to all that even I failed in one damn thing, I can be the first one who get the job even before graduation, totally wrong reason sih!! Tapi gpp, experience is a gold.


5


Setelah hampir satu tahun, kayanya emang perasaan bosan, jenuh dan muak itu melanda di semua orang. Namanya juga manusia, ga ada yang sempurna. Meski sebenarnya, gw memuja rutinitas dan keteraturan tapi yang namanya kerja memang membosankan.

Sebenernya, kerjaan gw itu ga banyak, ga pernah lembur paling sampe jam stgh 6 (itu mah bukan lembur neng), banyak libur (kalo di total kan dalam setaun libur gw itu adalah 10 minggu) tapi buat gw orang yang bosenan dan ga bisa diem, buat gw 10 minggu itu adalah libur yang terlalu banyak kecuali kalo disimpen tiap bulan liburnya haha (pekerjaan macem apa tuh, emang ada hehe), dapat selalu melihat kepolosan dan kelucuan anak-anak. TAPI pressure dari atasan nya itu loh, wuah, buat gw orang yang mellow ini, kayanya nangis adalah solusi terbaik. And I’m not the only 1 who felt this, all the employees. Even after six months, six person are resign.

But at least, I survive for almost a year, in a big city, alone. Let’s see lah the next story.

A writer who doesn’t go to work today on Wed cos her company have new rules cos of weekly electricity disruption so every Wed, all employees get day off and for exchange, we should get to work on Saturday, and this is valid for the next 5 weeks, WHAT!! LEAVE MY WEEKEND ALONE!! Nov’09

Monday, 2 November 2009

What are the stupid things you’ve done when u’re in love back then,,,,,,

Lucu ya kalo inget-inget, cinta monyet, cinta pertama dan cinta-cinta lainnya yang kamu alamin waktu abg (jadi kaya judul reality show di sctv). Banyak banget hal bodoh yang kamu rela lakuin demi merebut perhatian (padahal cuma perhatian) si cowo yang kamu suka.

Gw jadi inget waktu SMP. Gw pernah melakukan hal yang terbodoh demi cinta,,,,hahahaha,,,. Jadi waktu itu gw lagi naksir berat sama kaka kelas di atas gw setaun. Kebetulan lagi deket-deket sama yang namanya valentine (halah). Gw sampe bingung semaleman, mau ngasih apa ke si dia. Sempet ngulik buat bikin kartu valentine tapi gagal total (secara gitu, gw sangat tidak berbakat membuat art&craft gara-garanya waktu sekolah, hampir semua tugas kerajinan tangan dibuatin nyokap gw lah, bokap gw lah sampe kaka gw juga ---- skrg suka jadi stress sendiri kalo disuruh bos gw bikin art&craft, bukannya gw ga mau tapi ga bisa dan kalo dipaksain juga pasti hasilnya uelek alias jelek ---- mending disuruh ngetik laporan beribu2 halaman daripada disuruh bikin 1 doang art&craft ----- tidaaakkkkkk) back to d topic, akhirnya besok siang sebelum sekolah (saat itu masih musim sekolah siang) gw dan temen gw mampir ke supermarket terdekat yang isi barang-barangnya juga ga ada apa-apanya. Pilihannya tinggal coklat atau kartu gambar dgn kata-kata norak (padahal ada yang lebih norak pas kejadian ini dibanding dengan kartu itu). My fren said “udah put, pilih coklat aja, kan lumayan juga bisa dimakan” alhasil gw pilih coklat silverqueen batangan.

Untuk mempercantik gift tersebut, gw minta bantuin temen gw buat pitain coklat itu yang pitanya gw sengaja bawa dari rumah (buset put, separah itukah kau dulu, pitain barang aja ga bisa, hehe tapi sekarang bisa ko, meski ga semua jenis pita bisa gw buat) dan setelahnya, voila, gw selipkan sepucuk surat (halah) di coklat yang sudah berpita tersebut. (oh ya, pitanya kalo ga salah berwarna merah ato orange yah, lupa-lupa ingat, this happened 13 years ago, wow sudah lama juga).

Kejadian berikutnya, adalah meminta bantuan temen gw yang lain buat kasihin gift tersebut pada sang pujaan dengan upah 1000 perak hehe, jaman gw SMP, 1000 perak bisa beli teh botol + 2 bala-bala + 1 cemilan kerupuk (wah banyak juga ya heuheu). Ga sia-sia loh, gara-gara kejadian itu, si dia pun melirik gw dan u can guess what happened next.

Yang bikin bodoh dan norak setengah mati, isi surat itu sodara-sodara. Ya ampun, until now I still keep the content of that letter in one of my diaries. Ya Allah, kalo dipublikasikan juga di blog ini, gw malu banget lah, isinya mengalahkan puisi karya pujangga (mending puisi ini mah noraknya setengah idup). Kira-kira si cowo itu masih inget ga ya, isi surat yang pernah gw kasih pas valentine taun 1997. :D Gosh, that was the stupid thing I’ve done for love back then, what about u? oh iya satu lagi, I just found that guy (yeah the guy that I wrote above) through facebook, hihi masih inget ga ya dia……

A writer who just doesn’t have any spirit to go work besides seeing those innocent little kido’s faces.

Early November 2009

Tips&Trick: u know, sebenernya nulis itu sama sekali ga susah, cuma tinggal pilih topic dan biarkan jari jemarimu menjamah huruf-huruf di keyboard mu :), memang kalo nulis cerita masih susah buat ukuran si sayah.

Saturday, 31 October 2009

I did business since I was a little Gurl

Setelah dipikir-pikir, gw ga nyangka bahwa si kecil gw bisa juga bisnis.

Waktu SD, gw pernah bisnis lucu-lucuan bikin tabloid sama beberapa temen deket gw. Kita sharing tugas bikin article terus gw ketik di kompi, di-print dan akhirnya diperbanyak dengan difotokopi. Kalo ga salah harganya 100 perak per tabloid. Ini jelas iseng, karena isi artikelnya juga kebanyakan ngaco tapi gw nyesel kenapa gw ga simpen satu aja original master piece nya, bisa jadi unforgettable memory. Cuma memang ga berlangsung lama, gw juga lupa itu berlangsung sampe berapa edisi?, 1 yang gw inget, tabloid itu sampe dibeli sama adek kelas dan profitnya dibagi-bagi ama temen-temen gw, seinget gw kita dapat seribu per orang dari profit bikin tabloid itu.

Waktu SMP, gw jualan pin-up dan poster artis (caelah artis, kamana atuh artis hehe) saking numpuknya pin up poster yang gw dapet gratis dari majalah abg (such as Gadis, Kawanku, Aneka, dsb) jadi gw pikir buat jual. Memang ga terlalu sukses tapi lumayan lah masih ada yang beli juga :). Gw jual pin-up seharga gope alias 500 perak dan poster seharga 1000 perak.

Saat menyadari, jualan poster dan pin up kurang begitu sukses, bisnis pun beralih ke pambajakan kaset (hahaha), since I have 2 big broz so kalo digabungin koleksi kaset gw dan kedua kakak gw, cukup banyak. Walhasil terpikirlah ide buat ngerekam lagu di kaset kosong sebagai bisnis. Bisnis yang ketiga ini cukup sukses dari kelas 3 SMP sampe gw kelas 2 SMA :). Gw bahkan masih menyimpan list-nya mulai dari yang bentuk tulisan tangan sampe ketikan punya. Emang sih pilihan lagu nya terbatas tapi lumayan juga tuh, dari hasil bisnis, bisa beli kaset baru lagi malah hehe, bahkan temen smp gw sampe ngejar bikin kompilasi pas gw udah di SMA, buset ga tuh hehe. Kalo ga salah (cos these were happened years ago) gw menetapkan harga 7500 untuk durasi 60 menit dan 10000 untuk 90 menit dengan syarat kaset sendiri, kalo dengan kaset yg durasi 60 menit 10000 yang 90 menit 15000. Tapi akibat dari bisnis ga legal gw itu (cos pembajakan merupakan hal yang illegal bukan ;p) tape bokap gw jadi rusak, untungnya bokap gw ga marah ;).

Pas kuliah, gw sih ga bisnis apa Cuma mungkin lebih tepatnya, memanfaatkan ilmu dengan mencari uang. Since I’m learning English (until now) so gw jadi penerjemah, lumayan lah selembar nyampe 1500 sampe 10000 and I’m doing that until now where I am working and have a real job, tapi udah lama juga nih sepi order.

Gw jadi kepingin bisnis lagi tapi bingung juga, mau bisnis kue, males bawa dari bdg ke jkt, mau bisnis baju takut ga laku, nah itulah orang local belum apa-apa udah takut. Harus belajar dr Chinese, berani rugi tapi pelitnya setengah mati makanya cepet kaya mereka, ga kaya kite. Tapi kira-kira bisnis apa ya?

last day on Oct,,,,a writer who is totally sick with her bosses

Sunday, 25 October 2009

People are never stop complaining part 2

Akhirnya setelah sekian minggu tidak menulis, I finally can force my self to pick a topic, meski judul dan temanya pernah gw buat beberapa waktu lalu tapi at least ada sedikit perbedaan lah.

Jadi wondering, betapa hebatnya seorang penulis. Bisa ga gw menjadi seorang penulis? Perasaan, diri gw mentok melulu kerjaannya, kamu tau cerita yang judulnya hmm, sebenernya belum ada judul, a story which hasn’t finished about a girl, a female to be exact yang masih jomblo dan plot awalnya dia lagi dijodohin ama temennya. Itu cerita kan udah gw buat jaman kapan tuh, sampai sekarang belum ada kelanjutannya. Jadi mau selesai kapan, put kalo kaya gini? Malas. Mentok. Et Cetera.

Belom lagi, setelah beberapa bulan, gw belum menyumbangkan artikel opini serius gw ke Kabar Indonesia, harian online, belum ada opini qualified yang pop out di otak gw. Humpfh, padahal gw ga stress-stres amat ngadepin kerjaan (are you sure put? Hehe)

Ngomong-ngomong kembali ke topik awal (eh kalo udah dipaksa nulis sesuatu, jari gw seakan tidak berhenti menyentuh huruf di keyboard laptop ini hehe, sombong mode ON), manusia tidak pernah berhenti mengeluh, termasuk saya, anda juga kah? Kali ini topik dikaitkan dengan sekolah – kuliah – kerja.

Waktu sekolah sih, gw tidak mengeluh separah itu. Cos yeah, I am a kid (that time) and my main responsibility is study, orang tua gw juga tidak sehebat itu menyuruh belajar-belajar dan belajar. Yeah, well gw tidak sepintar itu tapi juga ga sebodoh itu. SD dihabiskan selama 6 tahun di SD swasta Islam yang cukup terkenal dengan predikat baik saat itu dimana tidak semua SD lain mengajarkan bahasa Inggris, Komputer dan bahasa Arab. Sekolah gw saat itu sudah selangkah lebih maju dalam 3 pelajaran itu alhasil begitu SMP, bahasa Inggris gw jago abis hehe, lagi-lagi sombong mode ON. Waktu SD gw ga pernah lewat dari ranking 10 kecuali kelas 6 bahkan kelas 4 gw ranking 1 tapi ga ada apa-apanya yah kayanya dibanding kalian yang selalu ranking 1 dari kelas 1 sampai 6, tapi yah buat seorang gw, lumayan lah dapat prestasi segitu. Waktu kelas 6 juga, gw masuk kelas dari 3 kelas gabungan dimana anak-anaknya ranking 1 – 15 makanya gw ga masuk ranking.

Gw inget banget waktu dapet ranking 1, bokap gw ngajak ke supermarket and he allowed me to pick up anything I want dasar si humble gw, gw cuma minta es-krim hihi (bego put).

Lanjut ke SMP gw masuk SMP Negeri 3. Ada untungnya jadi anak bungsu yang ngikut jejak kakak-kakak (sebenernya ini adalah peran orang tua), dari mulai SMP sampai kuliah, gw selalu safe alias aman. Masuk SMP 3 itu ngikutin kakak gw yang ke-2, termasuk 10 SMP Negeri favorit hingga saat ini, kalo ga salah. Tapi buat prestasi di kelas sih, pasang surut cuma yang paling memorable, meski cuma Pra UAN, gw dapet nilai bahasa Inggris tertinggi saat itu (hihi, I love you, Bu Daryanti – The Best English Teacher have ever taught me).

SMA, gw masuk SMAN 1, termasuk 10 SMAN favorit juga. Yang ini gw ikutin jejak kakak gw yang pertama. Di SMA gw biasa-biasa aja, nilai-nilai gw ga bagus tapi ga buruk juga, lumayan pasang surut meski kebanyakan surutnya tapi yah berhasil masuk IPA (yang mengakibatkan kejemukan stadium 4 atas pelajaran matematika, fisika, kimia apalagi biologi dari dulu gw paling bego, padahal semuanya bego, hingga saat ini rupanya, heu), dan berhasil lulus UAN dengan nilai cukup pas-pas an. Ya ampun kebanyakan main apa tidur yah dulu ampe gw begitu.

Karena kejemukan stadium 4 tadi, walhasil gw memilih jurusan bahasa saat kuliah dan gw pun memilih UNPAD, my bros were studying there. Selain, uang semester nya cukup murah, nama UNPAD pun udah lumayan terkenal lah. But sayangnya karena lagi-lagi ya saya menyalahkan kemajemukan stadium 4 tadi, saya cuma lulus D3 meski pada akhirnya saya dapat gelar S1 dengan perjuangan yang lumayan …. dari segi akademis maupun finansial.

Jadilah saya sekarang ini, working in a small company with not bad salary and not too much works BUT under pressure things from employers.

Terus, apa hubungannya judul di atas dengan hasil ketikanmu sepanjang ini put.

Yah, waktu sekolah sebenernya gw ga ngeluh-ngeluh banget cuma ada saatnya kamu males banget pergi sekolah (tau ga dulu gw pakai alasan kram perut menstruasi sama nyokap buat pura-pura sakit biar ga usah ke sekolah, yah kadang emang kram beneran tapi kebanyakan kram nya sebenernya ga sakit-sakit amat).

Waktu kuliah D3 sebenernya gw semangat 45 banget tapi emang gara-gara dosen Translation Eng-Indo or vice versa semester 5 yang ganteng tapi …. Gw mulai bosen, jenuh sama kuliah, mulai tergoda buat bolos tapi emang kata orang, tingkat 3 (alias tahun ke-3 itu, kamu mulai bosen2nya sama yang namanya kuliah, and its true), trus waktu kuliah S1 ngerasa banyak tugas banget karena jomplang waktu D3 santai abis dan banyak prakteknya eh S1 banyak teori and tugas paper, mulai tuh semester 2 males-malesan, apalagi sama kuliah grammar, haduh, udah dosennya kaya begitu cara ngajarnya, makin males aja.

Sekarang pas kerja, ternyata lebih membosankan lagi, itu mulu, tiap pagi greetings or escorting ga jelas trus udahnya ngopi sambil makan jam gaji buta dulu trus follow up diikuti oleh inventory yang ga akan selese-selese tu gawean, greetings lagi udah gitu breakkkkkk meski tetep yah gw lagi makan siang, iklannya banyak bener, lanjut pekerjaan tidak jelas kalo menjelang akhir bulan sih nyiapin monthly report rada mending, tau-tau jam 3 sore udah siap-siap aja mau pulang.

Begituuuu melulu setiap hari, complain lagi kan. Tapi gw pikir jadi enakan waktu kuliah, setiap pertemuan mata kuliah selalu mendapatkan hal dan ilmu yang baru, its so fun, full of variety (but it also depends with the lecturer YA!!) kalo kerja begituuuu aja, enaknya pas gajian tapi sebentar aja, tau-tau sudah menipis aja duit bulan ini, heu.

Menjelang akhir Okt lalu Nov lalu liburan natal for 3 weeks, cant wait!!

Wednesday, 7 October 2009

Just think about it

Based on a true story.

Di kosan gw, ada satu keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri dan seorang anak. Mereka menyewa satu kamar yang menurut gw, cukup sempit untuk ditempati 3 orang penghuni, dan lagi kalau kamu mau tau umur si anak, dia kelas 2 SMU which is 15/16 years old. Si suami istri kurang lebih berumur 55 – 65 tahunan, cukup tua dengan anak yang duduk di bangku SMU.

Jujur, gw kasihan ngeliat anak itu, (btw is a boy), tapi acungin jempol juga. Di kamar kosan sesempit itu musti hidup, belajar dan sebagainya setiap hari, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan, 12 bulan setahun. Kadang-kadang emang mereka suka pulang ke rumah nenek kakeknya di hari jumat malem. Tapi mostly, their life is in that boarding house, in that small room.

Kalau gw liat dari penampilan dan pernak-pernik keluarga itu, sebenernya mereka bisa dibilang kelas menengah, bahkan sekolah si anak pun adalah sekolah yang cukup terkenal dan cukup mahal di Indonesia. Tapi kenapa sih musti nge-kos? Apakah mereka se-tidak mampu itu kah untuk menyewa sebuah rumah.

Actually this is none of my business at all. Tapi sekali lagi gw katakan, gw kasihan sama anak itu. Pasti kamu pernah ngerasain rasanya jadi anak abg. Betapa privasi sangat dibutuhkan di masa-masa itu. Bener ga? Kamu pernah ngerasain jatuh cinta pertama kan? Belum lagi kalo kamu lagi pengen sendiri, kadang malah sering pengen sendiri pas zaman-zamannya abg. Atau malah, kalau besoknya kamu ulangan terus kamu di kamar semaleman dikirainnya belajar padahal ngelamunin orang yang kamu suka, haha jadi pengen balik lagi ke masa itu, btw back to the topic. Kebayang dong saat kamu sedang mengalami hal-hal seperti itu, and your parents are next to you, what I mean next to you, in the same room with you and that’s not even the living room, a room that supposed to be shared (is my grammar correct?). kebayang ga sih?

Menurut gw, yang seorang manusia biasa-biasa aja, yang dapet degree di bidang bahasa, yang sama sekali ga tau soal psikologi. Dari segi psikologi (meski gw ga tau fakta dan ilmunya), si anak itu ga sehat. Gw emang ga tau dari sejak kapan kapan si keluarga itu nge-kos tapi ngeliat si umur anak yang udah abg, menurut gw kurang sreg dengan keputusan si ortu.

Menurut gw lagi, kasihan di anak karena ya itu tadi, sebenernya mereka keluarga yang bisa dikatakan kelas menengah (karena mereka bisa beli laptop, makan enak, dan lainnya – based on my observation). Kata ibu si anak itu sih, mereka nge-kos terpaksa (ya iya lah, siapa juga yang mau nge-kos, gw juga kepaksa, karena rumah ortu gw berada di luar kota Jakarta) karena ingin pendidikan yang terbaik untuk si anak, juga karena rumah mereka (entah grandparents si anak) itu terletak di daerah yang tidak memiliki sekolah yang qualified.
Tapi kalo gw jadi orang tuanya, gw lebih milih sekolahin anak gw di sekolah negeri yang biayanya ga terlalu tinggi tapi gw bisa sewa rumah apalagi kalo bisa beli rumah (alangkah lebih baiknya lagi) daripada sekolahin anak di sekolah swasta dengan predikat baik tentunya, tapi ga bisa tinggal di sebuah rumah yang layak.

Gw aja, yang sendiri nyewa kamar alias nge-kos, kok kayanya sumpek banget (selain fakta bahwa kamar kos gw emang sempit :)) apalagi ini, udah penghuninya 3 orang, si anak juga usia abg yang lagi butuh-butuhnya privasi dan sebenernya ada pilihan lain yang menurut gw lebih pantes.

Emang, gw setuju, pendidikan itu sangat penting, cuma kembali ke pribadi dan kemujuran seseorang. Kalo emang udah pinter, sekolah di mana pun dia pasti ok. Memang gw setuju, sekolah pun tidak semua bagus, ada swasta yang emang predikat nya sangat jelek atau sebaliknya. Biasanya swasta itu menang di fasilitas, di negeri dengan 10 peringkat pertama, itu bagus tapi kalah di fasilitas, eh tapi dengan adanya pendidikan gratis di negeri, apa kualitasnya jadi nambah menurun meski sekolah tersebut masuk 10 peringkat pertama – sekilas info lagi.

Emang sih, mungkin dengan nge-kos itu tadi si ortu bisa menghemat makanya dia keliatannya jadi kelas menengah padahal mungkin sebenernya engga. Kalo nge-kos kan, ga perlu bayar listrik+air, baju juga udah dicuciin, disetrikain, dan hal rumah tangga tetek bengek lainnya tapi gw sih tetep kurang sreg ya, mending punya rumah sendiri dulu deh.

Balik lagi ke topic awal, itu emang keputusan udah dibuat oleh si ortu itu, si anak juga udah kelas 2 SMU dimana dia tinggal setahun lagi nyelesaikan SMU nya dan lagi katanya kalo si anak udah kuliah, mau dilepas tinggal sendiri (ya iya lah, kalo engga bisa gila ntu anak, he I don’t mean to curse him :)). Cuma sekali lagi, gw lebih milih punya rumah dulu baru sekolah.

Oktober 2009 --- penulis yang muak dengan atasannya karena tidak diperlakukan sama haknya dengan karyawan lain --- halah lebay put,,,,,

Tuesday, 6 October 2009

not as hard as I thought

sebagai anak kos selama 10 bulan dan menemui bulan puasa, gw cukup ribet mikirin, ‘gimana yah bulan puasa ntar?’ soalnya ini perdana jadi anak kost di Jakarta, and there isn’t close relative yang ada cuma kaka itu pun di selatan sana which is far. Gw yang biasanya selama 22 tahun puasa bareng ortu pun memikirkan segala cara untuk menghadapi bulan puasa itu, ternyata setelah dijalanin, not as hard as I thought.

awalnya gw pikir, gw harus prepare terutama pas saur, kalo soal buka puasa sih bodo amat, bisa beli dimana aja, kalo saur kan jam 3 pagi lo mau beli makanan di mana? Dan lagi, kalo jadi anak kost (dengan fasilitas kost dapur+peralatan elektronik masak lainnya dimana kadang kita sharing minyak goreng lah, ya beras lah, dan sebagai lainnya) alangkah hematnya kan kalo bisa masak + makan bareng dengan cara udunan alias saling sumbang menyumbang baik duit maupun makanan itu sendiri, tapi ga boleh nanggung (maksudnya, kalo emang ga bisa nyumbang duit + makanan yang banyak, ya ngomong aja sejujurnya) soalnya kalo nanggung jadi nya piributeun alias bikin masalah, dan memang sudah terbukti menimbulkan dua masalah.

Awalnya sih gw beli beras, minyak goreng, telor dan kornet untuk saur 2/3 hari lah kalo cukup. Kesananya gw cukup ngasih 50 ribu aja buat 5/6 kali saur. It’s simple ternyata, dengan catatan ga perlu saur pake ayam tiap hari trus kalo emang duitnya ga cukup ato udah habis konfirmasi ke orang masing-masing. Once more I say, not as hard as I thought. Masalah saur yang awalnya gw pikirin ribet pun, sukses dijalanin selama kurang lebih 2 minggu (- 1 minggu datang bulan dan – 1 minggu puasa di rumah akhirnya ;)).

Eh tapi tau ga sih which I said above, ternyata masih menimbulkan masalah bagi orang lain. Seperti yang gw udah bilang, kalo emang misalnya gw bisa ngasih duit banyak ya bilang aja sejujurnya dan jangan neko-neko, jangan ngasih 50 ribu tapi pengen makan ayam/daging tiap hari, mana cukup duitnya. Jadi masalahnya gini loh:

Yang muslim itu di kosan ada 4 orang plus 2 orang mba pengurus rumah: sebut aja A B C dan gw.

Nah si B itu cuma makan indomie dan telor doank buat sahur setiap hari kec jumat sabtu minggu karena dia balik ke rumahnya (can u imagine, kalo gw udah enek duluan dah) and I mean it everyday loh, I don’t lie. Si B ngasih duit 100 rb ke si mba sebut saja 1, karena dia ngurus lantai 1 dan si B itu penghuni lantai 1. Untuk sekitar 2 minggu an. Cukup sih kalo gw liat, indomie berapa duit sih tambah telor, gw liat juga dia makan nasinya ga banyak-banyak.

Si A itu cuma puasa 2 hari pertama doang, yah gw sih ga peduli yah, mo dia puasa ato kaga bukan urusan gw (ya ga?), dia ngasih 100 ribu buat 2 hari saur doang dan sisanya buat si mba-mba itu.

Si C puasa setiap hari (except days she got period), dia ikut saur malah kadang-kadang buka.

Orang yang terakhir adalah gw, yang 2/3 hari pertama gw beli supply makanan seadanya dengan alasan belum gajian (hehe its true loh btw) dan hari berikutnya gw kasih duit 50 rb tiap hari minggu dgn catetan tiap jumat/sabtu gw sumbang mie goreng lah, abon lah, nugget lah, telor lah, dsb. Gw juga dah pesen ama si mba 2 karena dia pengurus lantai 2 dan saya pun penghuni lantai 2, kalo bisa itu dicukup-cukupin, 4/5 kali saur, jangan beli ayam apalagi daging karena ga bakalan cukup, dan ITU CUMA BUAT SAUR DOANK, kalo buka gw beli sendiri.

Ok, masalahnya apa sih put? Nah si C ini, jadi begini loh awal nya:

Jadi kan bisa diliat dr ilustrasi di atas Si A B C dan gw. Si C itu nyumbang nugget, sarden, ama sayur sop 2 hari pertama puasa. Nah berhubung hari ke 3 yang menjadi minggu pertama karena hari puasa pertama jatuh di hari sabtu, gw dapet, jadi gw ga udunan kan. Si C ini minggu pertama dia makan saur + buka bbrp kali tanpa kasih duit ato pun nyumbang makanan padahal jatah makanan minggu pertama itu adalah dari si A tadi dan si A tadi mulai hari ke-3 udah ga ikutan saur apalagi buka. Si mba 1&2 pun terheran-heran, tapi akhirnya nyadar juga si C ini di hr yg ke 5/6, “Ini makanan dari siapa, saya jadi ga enak ga udunan, kalo mau belanja besok bilang aja.” (akhirnya, ya dooohhh, sarden, nugget, sayur sop lo itu udah kemana gitu)

Ya udah dong, si mba 2 itu besoknya suruh mba 1 belanja di supermarket terdekat dong, trus mba 2 bilang ke si C bahwa si mba 1 udah menunggu buat belanja eh tapi malah dibales kaya gini “Emang uang belanja harus semua dari aku ya!” (doooh, yah elu mau makan saur ga, ya beli dong kalo ga mau dibeliin yah beli sendiri dong)

Eh dari semenjak kejadian itu si C marah-marah ga jelas, selain itu si mba 2 kan curhat ama gw, ya udah lah gw sih dengerin aja dan bilang ya udah lah berarti si C itu orangnya emang kaya gitu, kita mah (gw dan mba 2) masak sendiri-sendiri aja. Terus besoknya gw secara ga sengaja spilled it out ama si A tapi ga secara berlebihan lagian si A cowo yang sama sekali ga comel. Ga tau juga si C nuduh mba 2 gossipin dia soal makan saur itu trus si C marah-marah dan nuduh ngejelek-jelekin si C ke anak-anak kos laen (gw mungkin yang dimaksud) mungkin bisa aja si mba 1 bilang tapi yah come on lah masa sih gara-gara soal itu dia marah-marah, plis deh, kalo emang ga mau rugi ya udah masak sendiri aja, masalah rebes kan.

Akhirnya semenjak saat itu si C ngajak si mba 1 buat masak berdua (ga tau lah itung-itungan nya kaya apa) yang pasti, gw sih karena males masak ya udah masak berdua ama mba 2. Si B mah udah ga perlu dipermasalahkan karena duit dia pun udah lebih dari cukup (mie doang gitu loh). TAPI sodara-sodara, masalah tidak berhenti sampai di situ ternyata.

Setelah minggu ke 3, beras habis, heh, padahal harusnya dari duit gw dan si B itu udah cukup buat beli beras beberapa kilo aja karena kan buat saur aja. Taunya ternyata eh ternyata, si mba 1 itu tidak membelikan uang dari si B sama sekali untuk beras (jadi beras awal emang punya mba 2 orang itu dari si pemilik kos) dan juga si C ternyata sama sekali tidak mengeluarkan uang untuk mengganti beras itu, dooohh, dia dodol apa cemen sih. Ok lah dia mungkin beliin ayam 2 potong buat saur berdua sama si mba 1 tapi apa pantes dia minta beras ke pembokat, oh come on lah jangan ga punya muka gitu dong. Hmphfh, ya sutra lah berhubung eike malas berantem jadi masalah lagi, akhirnya gw sama mba 2 udunan aja beliin nasi buat saur doang. Dan si mba 1 pun jadi ga buka dan ga saur sekali sama nasi gara-gara abis. Hmphfh, akhirnya si C beli beras karena dia ga mungkin ga makan nasi kan, tapi gw sih sama mba 2 ga makan punya dia cos takut jadi rebut lagi kecuali sekali gw ga sengaja makan nasinya dia tapi langsung digantiin.

Sebenernya si C itu mempersulit dirinya sendiri, padahal kalo mau sih gampang-gampang aja. Dia kasih aja 50 ribu seminggu kaya yang gw lakuin, itu cukup ko, terus ga perlu ribut lebay ga jelas lah soal masalah pertama. Iya kan. Tapi anehnya nih semenjak kejadian pertama, tiap gw tanya ato basa-basi sesuatu, dia jawabnya jutek banget. Heh salah gw apa, ok lah gw juga sebel sama sikap lo, tapi kalo depan elu ya udah lah biasa aja, gw juga ga ngegosipin elu ke anak kos lainnya yang ga puasa (kalo iya berarti gila beneran gw), tapi emang dia orang nya agak sedikit aneh hehe. Sekarang sih mba-mbanya udah ganti alias yang baru terus kan udah lebaran nih ceritanya jadi yang lalu biarlah berlalu hoho.

Oh iya, emang sih ini bukan sepenuhnya salah si C, si mba 2 juga orangnya emang lebay tapi come on shes just a cleaning lady. Dulu kan pernah ada masalah ama anak kos yang kebetulan lagi ada di kamar si C (maksud gw, sebut saja si D yang ngekos di kamar yang sama dengan si C tapi sudah keluar lalu kamar itu pun saat ini ditempatin oleh si C). Jadi kalo si D ini mah, jobless dan suka makan makanan punya orang. Jadi di dapur kosan itu kan ada kulkas dimana kita bisa simpen makanan apa aja. Eh si D ini celamitan, telor punya si Z digoreng tanpa bilang-bilang, kornet punya si S dimasak, heuheu, malah minta mie goreng ama si mba 2 tanpa digantiin, ini orang emang saraf and kelaparan beneran, heuheu. Udah gitu dia masak sesuatu dimakan orang malah dia ngeributin sendiri, nyalahin orang itu ngabisin makanan punya dia, padahal awalanya sendiri dia yang nawarin, heuheu.

Lucu emang kejadian di kosan, ada aja. Jadi kalo emang mau sendiri-sendiri yah sendiri-sendiri aja ga usah nanggung, kalo mau rame-rame jangan takut dan ribut kalo makanannya dihabisin orang laen. Soalnya itu mah resiko namanya.

Fuih, akhirnya selese juga setelah tersita oleh the sims,,hihi,, October 2009.

Thursday, 24 September 2009

kumpulan statement season 2 (halah)

belum apa-apa udah bilang I love you, wall post nya aja di fesbuk lebay, mungkin gara-gara itu si cowonya lari, lagian status nya in a relationship tapi with who ? ga ada namanya tuh, si cowo juga yg ngakunya udah jadi pacar si cewe jarang post wall tuh di fesbuknya si cewe padahal kan kalo baru jadian lagi anget-angetnya, tapi emang si cewe dari dulu terkenal lebay dan cukup agresif ngedeketin cowo.

Vina ganti warna rambut, yang asalnya coklat tapi keliatan kalo kena sinar matahari doank sekarang jadi light red, I mean really really bright, bagus sih tapi ga cocok sama warna kulit nya yang sawo matang (tulis aja item put hehe) cocokin dulu dong warna rambut ama warna kulit, kalo jomplang sih mending cari warna yang safe aja, kalo udah light red gini, kayanya cowo juga musti mikir dua kali buat deketin dia.

Tampak desperate, padahal masih 24, nyantei aja lah, emang sih jomblo is suck tapi kalo Shinta sih wah semangat tuh cari beasiswa S2 di luar atau ikutan program au pair ato short English Course ya ga, soalnya Shinta lagi bingung, Doni, her fiancée, ngajak merit taun ini padahal dia masih kepengen cari-cari kerja dulu (takut ga cocok di satu tempat kan bisa pindah ke tempat lain) lagian Shinta masih belum puas menjalani kehidupan single dan karirnya, udah gitu gimana impian study abroad yang udah lama diincernya. Love is suck but single is even more suck.

Friendship is all, tapi kalo udah 24, udah gawe, apalagi yang dicari kalo bukan pacar, mau ngandelin temen-temen lama lo, udah pada kemana kalee, ada yang sibuk kerja juga, ada yang lanjut S2, ada yang udah merit, ada yang udah punya baby. Temen-temen baru lo juga udah pada punya pacar, yang ada nyokap lo yang tercinta yang menemani, emang nyokap is the best.


^_^ 3 hari menjelang akhir liburan dan kembali ke rutinitas, kosan sumpek, star world tercinta yang setia menghibur setelah menghadapi situasi office yang menyebalkan, September 2009.

Saturday, 19 September 2009

Tips Getting Job a.s.a.p (for last semester college students or fresh g)

1. Start curi-curi melamar pekerjaan/mencari-cari pekerjaan saat :

a. uas semester akhir dimana semua kuliah kamu sudah selesai dan semester berikutnya hanya tinggal menyusun skripsi/ tugas akhir (TA)

b. Saat menyusun skripsi/ TA

c. Saat skripsi/ TA kamu sudah hampir beres (tinggal bab kesimpulan lah atau tinggal acc lah dan sebagainya)

d. Saat menjelang sidang skripsi/ TA

Is it too soon? Jawabannya tidak karena proses mendapatkan pekerjaan tidak secepat itu. Ada proses interview 1 2 3 dan seterusnya, psikotest, tes tulis, dan sebagainya. Juga jangan anda berpikir melamar hari ini lusa diinterview, kadang membutuhkan waktu 1 2 3 minggu bahkan 1 bulan.

Worst scenario: skripsi kamu keteter

Best scenario: you can keep your job and by the time your all friends graduate and start searching job, hello you already have one

Tips: kalo misalnya keteter, coba pertahankan at least 3 months, probation period or even 1 year for a good scenario setelah itu fokuskan kembali pada skripsi kamu.

So there aren’t words, too soon.

Namun hal ini berlaku bagi mahasiswa tingkat akhir yang ingin curi start sebelum pesaing anda mendapatkan pekerjaan. Jadi saat anda selesai uas anda, kemungkinan anda interview dan mendapatkan pekerjaan lebih besar daripada mahasiswa yang menunggu lulus bahkan wisuda baru melamar pekerjaan.

2. Meski zaman sudah canggih dan modern dan aliran fesbukiyah (hehe) sudah merebak dimana-mana, but there are some company who has old fashion way in recruiting new employee yaitu dengan cara lewat pos atau lowongan pekerjaan di koran.

So don’t forget to buy Pikiran Rakyat (PR) and KOMPAS newspaper every Saturday.

(that’s what I do every Saturday morning, bangun tidur langsung ambil pulpen merah dan siap-siap melingkari iklan lowongan kerja yang sesuai dgn kualifikasi gw :)) tapi jangan salah, kadang-kadang hari-hari biasa juga menampilkan iklan lowongan kerja yang prospektif.

3. In my case, yang kuliah D3 dulu terus lanjut S1. Ada baiknya jeda libur antara sidang dan masuk kuliah lagi dengan bekerja.

Worst scenario: kuliah S1 kamu keteter

Best scenario: you can keep your job and college and by the time your all friends graduate and start searching job, you already have one

Tips: kalo misalnya keteter, coba pertahankan at least 3 months, probation period or even 1 year for a good scenario setelah itu coba perbaiki kuliah kamu lagi. Lumayan kan buat Menuhin job experience di cv kamu.

4. Masuk job portal dan milis sebanyak-banyak, yang paling terkenal sih jobsdb, dunia karir, job street, dan lainnya.

5. Jangan berhenti dari milis jurusan/ universitas kamu, karena terkadang kamu dapet job vacancy email dari situ.

6. Ikutan job fair dimana diikuti prospective companies, jangan semua asal ikut aja, cos sometimes udah bayar mahal eh ga ada satu pun perusahaan yang kecantol tapi kalo gratisan ikut aja biasanya depnaker yang ngadain.

7. Jangan Menyerah hehe, kirim cv sebanyak-banyaknya lewat email (I remember I did that so when a company called me, I completely forgot, which company is this, from which job portal or advertising is that, hihi parah)

# Kalo lewat pos harus sedikit pintar, jadi kalo minggu pertama kamu kirim 5 cv, minggu kedua kurangi, 2 cv atau 3 maksimal (itu pun harus company yang prospektif ya, kalo misalnya nanggung mending ga usah)

Why? Karena kamu nunggu berita dulu dari lowongan minggu pertama. Begitu pun dengan minggu ke 3&4, kurangi lagi, cukup satu aja yang dikirim apalagi kalo kamu udah interview dari lowongan minggu pertama.

Untuk bulan berikutnya, kamu lihat, apakah dari semua lowongan yang pada akhirnya interview ada prospek bagus dimana kamu optimis dapet salah satu pekerjaan tersebut dan kamu masih menunggu langkah berikutnya dalam mendapatkan pekerjaan itu. Kalo ya, kamu masih boleh kirim 1/2 cv (prospec comp) kalo tidak, ulangi lagi step di atas # hingga mendapatkan keputusan yang yakin.

8. Kalo mentok-mentok banget, kirim cv lewat outsourcing, meski rugi (karena gaji kamu dipotong dsb) tapi daripada ga kerja sama sekali kan, itung-itung pengalaman buat 1 tahun surviving aja.


Try it :),,,,,,1 hari sebelum lebaran,,,dini hari,,,,

Friday, 18 September 2009

Jadi Cewe Serba Salah

Katanya jadi cewe di zaman yang semakin canggih ini harus mandiri, jangan tergantung pada pria (meski faktanya hal tersebut sulit dilakukan cos we (as in men and women) cannot live without each other). Kita (I’m talking about women OK) harus kerja, dapat menghidupi diri sendiri, berpenghasilan setinggi-tingginya. Gw sangat setuju dengan hal tersebut tapi kadang-kadang jadi serba salah. Begitu seorang wanita dimana karirnya mulai menanjak, kadang-kadang jadi melupakan masalah cinta or I can say men.

Ada kontrak yang mengharuskan wanita tidak boleh menikah selama 2 tahun (pada umumnya), atau terlalu sibuk berkarir jadi masih jomblo aja, karena ga ada waktu tadi buat nge-date, si waktu itu habis oleh si pekerjaan. Alhasil ditinggalin cowo nya gara-gara kontrak ga boleh nikah itu atau milih tinggalin pekerjaan and get married cos he is the one that you cannot live without atau high expectation gara-gara pilih-pilih cowo cos she (as in a woman with great carrier with 11 mil IDR per month salary, wow I can directly buy a car and house) expects more more and more for a guy who can date her.

Contoh Kasus: Vera (not a real name of course) age 31, still single, rich girl who also has 6 mil IDR salary per month, driving xenia everyday to her office and lives in an apartment.

Apakah anda bisa menebak pacar idamannya seperti apa?

Seengganya deskripsi cowo itu sama dengan deskripsi Vera, that’s why she’s still single. Sebenernya sih masalah ada di Vera sendiri, kalo prinsip gw sih, finding an ideal and perfect boyfriend its hard, ngaca dulu, kamu kaya apa sih, perilaku kamu banyak yang bagus apa ga, yang penting buat gw, si cowo itu, enak diliat, punya pekerjaan, setia dan berada di jalan yang lurus, ya ga sih, begitu pun dengan Vera, asal ga neko-neko pasti dia bisa punya pacar secepatnya dan get married.

Emang kenapa musti cepet-cepet punya pacar trus nikah. Cos time is ticking out, shes 31, stereotype masyarakat Indonesia dan pandangan keluarga pun menuntut cewe untuk segera menikah apalagi sudah berusia 28 bahkan lebih, nah ini lagi-lagi jadi serba salah buat cewe.

Ada lagi, kata nyokap gw, jaman dulu ato di kampung mah, cewe lebih terhormat kalo menyandang status janda daripada old virgin. (actually this statement which inspired me to write this whole article, gara-garanya juga nonton empat mata, bintang tamunya cici paramida, trus yah bergosip lah kita, and my mom said that statement, lagian artis mana sih yang ga bisa dipake ato bekas pejabat ato bekas pengusaha). Ok back to the topic about widow or old virgin, gw ga setuju, dua status tersebut sama sekali bukan pilihan tapi kan sebenernya balik lagi ke sikap seorang wanita tersebut kan, ga usah neko-neko deh tapi jangan pilih brondong juga kalee.

Gw sih ga setuju sama nikah muda, menurut gw idealnya cewe merit usia 25 s/d 30 cos yeah time is ticking out (ouwya I haven’t explained about that, iya cewe kan sistem reproduksi nya singkat tidak seperti cowo, usia yang paling baik untuk mempunyai anak adalah umur 25 s/d 30 meski saat ini umurnya molor lagi jadi sampe umur 35 cos banyak juga cewe yang merit setelah umur 30 jadi yeah time is ticking out for the egg and womb), kalo nikah kemudaan, I’m afraid si cewe belum puas menghabiskan waktu muda nya soalnya menurut gw ga pantes lah udah beranak masih keluyuran dugem juga (meski kenyataannya banyak sekali terjadi di masyarakat), si cewe juga bisa memilih-milih pekerjaan mana yang tepat before get married yang masuk ke serba salah nomor 3, yupz biasanya suka susah kalo cewe udah merit trus ngelamar di perusahaan-perusahaan tertentu, apalagi kalo udah punya anak. Jadi sebelum merit, pastikan kamu kerja di tempat yang kamu mau atau seengganya mendekati lah cos there isn’t perfect job in the world cos the company thinks if you are married esp have children, waktunya pasti terbagi dan biasanya sih jadi ga konsisten di pekerjaannya. Idealnya sih merit di umur 28, pas, si cewe juga udah menentukan karir yang dia mau or even she quits from her job to be a full time mom cos dia juga ngerasa udah cukup puas lah bekerja dan berkarir, the age is also not too old to have baby.

See, serba salah kan jadi cewe tapi yah kembali lagi pada sikap dan persepsi seseorang.

a writer who actually wants to get work in magazine as a columnist and go abroad to have internship program in us, europe, australia, singapore wheresoever just for couple months not even a year and go back to her hometown have a job in a prospective company but in the same time afraid loose soulmate,,,,, 2 days before lebaran 09

Saturday, 12 September 2009

will be a short novel,,amin

----belum ada judul, belum selese juga----

1

Gila, udah 2 setengah taun gw jomblo. What’s wrong with me? Perasaan dulu waktu jaman sekolah, lancar-lancar aja kehidupan percintaan gw. Waktu kuliah juga, yah meski ada waktu-waktu single nya tapi belum pernah selama ini gw jomblo. Ah daripada pusing, mendingan tidur, udah jam ½ 11 juga nih, bisa-bisa besok diomelin bos gw gara-gara bolak-balik wc buat cuci muka.


Text msg.

From: Shinta

say, bsk jadi kan kita ngopi2 di semanggi?
Sekalian gw kenalin tmn gw si Andre itu,,
Okay okay :)

Options Back


Hmm, Andre, dari namanya sih ok juga kedengerannya. But don’t judge people by its name. Nama Komar, sapa tau ganteng orangnya. Eh tapi engga, engga. Gw bukan cari orang ganteng tapi setia, berada di jalan yang lurus, enak diliat, waras-waras aja. Ga muluk-muluk kan buat cari cowo. Semoga aja result nya bisa baik tapi jangan ngoyo ah, ntar kecewa lagi.

“Mana sih si Shinta, lama amat....Fesbuk gw udah update, gw juga udah beres cek inbox nya.” Eh itu dia, tapi ko sendiri, mana cowo yang katanya namanya Andre itu.

“Halo Kay, sorry loh, tadi macet banget, bos gw juga last minute nyuruh bikin surat, tapee deh,,, hehe” Shinta.

“Oh gpp Shin, gw juga sambil ol nih, ngomong-ngomong….”Gw.

“Pasti lo nanyain Andre kan, iya, dia tadi ke wc dulu katanya, touch up, kan mau ketemu ce cantik kaya elu, hehe.” Shinta.

Buset touch up, jangan-jangan dia metroseksual lagi (said me in my heart) “Ooo gitu, ya udah lo pesen dulu gih, cappuccino gitu, ato apa ke.” Gw.

“Cappuccinooo mulu, typical elu tuh.”Shinta sembari tersenyum genit.


2

Cappuccino emang favorit gw, tiada dua tiada bandingan. Kalo kopi sachet nya, favorit gw pasti Torabika Cappuccino, tapi semua merk yang judulnya cappuccino pasti gw doyan. Addict since 2004. Jadi semua itu berawal dari masa-masa kuliah pagi dan tidur jam 2 pagi gara-gara ke-addict-an gw sama serial tv (tapi bukan sinetron loh yah). Has anyone know “Charmed”? It is one of my favorite series. Jadi saat itu SCTV menayangkan jam 1 pagi kadang ½ 2 malah. Since I love three sisters that much (So singkatnya, Charmed itu menceritakan tentang 3 penyihir bersaudara which one of them played by Shannen Doherty, who don’t know her?) so even jam 1 pagi, gw jabanin juga serial tv tersebut. Lalu apa hubungannya dengan cappuccino. Ok, pas tayang itu bertepatan dengan bulan puasa dimana biasanya jam tidur gw berantakan kalo udah libur ketemu bulan puasa. Setelah bulan puasa selesai, serial tersebut masih tayang, dan gw pun mau tidak mau melanjutkan kegiatan kuliah pagi. Pada akhirnya, sebelum masuk kelas, gw ngopi dulu di warung babeh (tempat jajan dan nongkrong masa-masa kuliah). Dari situ lah, kegiatan morning cappuccino gw itu dimulai hingga detik ini.

“Kay, ngelamun lu atau autis fesbukan? Andre udah dateng tuh. Shinta.

“Heh.” Gw.

Nice, badan proposional, tinggi juga oke, pake kacamata, kemeja putih garis-garis (oh totally my fave) with jeans (sempet yah dia ganti baju), rambut rancung acak dipakein gel, kulit juga oke, ga terlalu putih (intinya sih masih putihan gw).

“Nah kenalin nih, Kayla, ini Andre.” Shinta.

“Halo, gw Kayla.” Gw.

“Andre, sorry yah lama nunggu, tadi gw ke wc dulu.” Andre.

“Oh gpp ko, santei aja.” Gw.

Kita bertiga pun terlibat perbincangan disertai gurauan alias banyolan, pretty smooth, he seems smart dan gak kerasa udah jam 10 aja hari ini, saatnya pulang, kalo gak ntar gw ngantuk-ngantuk lagi besok di kantor, cos today is work days. Finally Andre nganterin gw sampe kost-an.

“Mau masuk dulu, tapi elo tau lah, kamar kosan kaya apa? Sempit hehe.” Gw.

“Oh, ga usah deh Kay, udah malem juga, lagian besok kudu datang pagian nih gw, ada meeting pagi-pagi.” Andre.

“Ok, gw juga berharap lo ga masuk, gw udah ngantuk berat hehe, becanda ko” Gw.

“I know  (with the sweetest smile), sms-an yah.” Andre.

“Pasti, thx for the day yah, Ndre.” Gw.

“Bye.” Andre.

Today is a good day. Gw tidak berharap banyak takut kecewa lagi, tapi gw selalu optimis dalam menjalani hidup . Now its time to take a bath then go to sleep cos tomorrow I should get my ass back to work hehe.


3

“Kayla, kalo misalnya mau follow up itu harus lebih warm sama client, contoh nih kalo misalnya di satu kasus client lu sakit, coba tanya, sudah ke dokter belum? Kalo belum biasanya minum obat apa, dan lain-lainnya yang berhubungan dengan kondisi si client, ya kan.” One of my “Bosses”.

“Ya, Bu.” Gw.

That’s what I always said if my boss give me supporting critics or should I say kritik membangun padahal kenyataannya semua harus dilakukan dengan caranya sehingga kita-kita pun tidak bebas berekspresi. Iya, elu emang warmer banget ama client, the warmest person if you face with all your clients, tapi engga yah sama bawahan elu, kita-kita kadang diperlakukan sebagai babu, not less any warmer just for a little bit. Sabar Kay, Juni 2010 tinggal beberapa bulan lagi.

Gw kerja udah hampir setahun di perusahaan consulting slash training educator whatsoever lah. Jadi perusahaan ini bergerak di bidang IT Consultant, kerjanya, jadi siapapun yang membutuhkan jasa untuk bidang Information & Technology baik berupa training, short education, consultant whatsoever, pakailah jasa PT EduAccess.

Posisi yang dilamar sih staf administrasi yang juga ngurusin masalah customer, tapi kenyataannya since this is small company and since my partner left this company or should I say resign cos she cannot stand the way of our bosses act. Gw jadi kelabakan sendiri karena tugas-tugas 1. admin itu jelas, ya 2. frontliner juga alias front office karena meja gw ada di lobby, ya 3. sekretaris juga alias personal assistant buat pak direktur kita yang satu itu, ya 4. marketing juga ato kerennya disebut account executive, ya 5. purchasing inventory pastinya, kadang helper alias 6. tutor assistant’s assistant, ya 7. operational manager assistant juga, ya 8. satpam juga, intinya merangkap merangkap merangkap, kadang suka diperlakukan kaya babu (gila ekstrim banget hehe, engga juga sih tapi yah gitu deh), dan tidak lupa 9. customer service tentunya.

Ok untuk posisi nomor 1 hingga 5 dan no 9 adalah hal yang wajar tapi no 6 alias tutor assistant’s assintant, what? Jadi gini kalo misalnya kamu gak ngerti. Di EduAccess juga kita nerima murid untuk les soal IT, dari mulai web programmer sampai Java apa lah yang gw juga gak ngerti. Satu kelas itu ada dua orang tutor (bisa dikatakan guru). Masa sih seorang gw alias admin, diminta bantuan juga kalo ngawas ujian atau bahkan bagiin soal-soal, emang 2 tutor gak cukup? Atau bos aja yang ngerasa takut mengecewakan customer sehingga seorang admin perlu dibawa-bawa juga soal ini.

Sedangkan, untuk kerjaan nomor 7, semua kerjaan bos gw yang seorang operational manager merangkap head of tutor harus gw bantu, ya memang itu wajar dan dia memang kadang membantu tugas gw (padahal kenyataannya gara-gara partner gw yang satu itu resign) tapi oh come on, sampai bayarin makan punya dia juga kudu nyuruh gw sedangkan dia sama sekali ga mau ngasih kunci meteran PAM karena gw lagi ngurusin sesuatu di lantai 3, padahal jelas-jelas dia ada di bawah.
No 8 itu karena gw bertugas kunci-kunci semua ruangan bahkan tarik rooling door saat pulang bahkan ngaturin kursi pas baru datang. They should hire a real security.

Thursday, 10 September 2009

Kerokan = Nyiksa Diri

Selasa malem kemaren, gw terlibat argument which I hate it cos it happened on Tuesday Night which happen on Tuesday Call which it means I watch desperate housewives, the only series that I can watch on this fasting month cos I prefer sleep than watching tv but for this one, I will catch up definitely, ok mengenai argument tersebut berawal dari temen kosan gw yang minta dikerokin si mba (the cleaning lady) gara-gara masuk angin. Then spontaneously, gw bilang “eh gw belom pernah loh seumur idup dikerok, nyiksa diri tau, lagian ga boleh kan” and si mba juga sependapat ama gw.

Eh si tante yang satu itu, yang suka nimbrung tiba-tiba ngobrol apa lah which sometimes I hate it cos I go downstairs to watch tv, reduce some stress that I got from work, tiba-tiba ngomong “emang ga boleh? Kata siapa?” lah gw bilang aja “kata dokter” (padahal faktanya belum pernah juga kuping gw denger statement kaya gitu dari seorang dokter) lagian secara logikanya juga ngerusak kulit, bikin pori-pori kulit jadi gede, gw sih belom pernah dikerok, keluarga gw juga ga ada tuh sejarah kerok-mengkerok.
Terus, dia (she, the lady I mean) bilang sesuatu lah yang ga gw ngerti (sorry I don’t mean to insult you but it’s the fact that I sometimes I don’t understand what you said, sorry once more) jadilah kepikiran untuk menulis tentang budaya kerok-mengkerok ini.
Berikut adalah kutipan hasil googling tadi sore

Dari detik.com ===== Menurut Didik Tamtomo, dosen FK UNS yang menjadikan kerokan sebagai bahan penelitian gelar doktor di FK Unair, secara ilmiah, praktik pengobatan ini terbukti mampu mengobati gejala masuk angin atau sindroma dingin yang memiliki gejala nyeri otot (mialga). Pada kerokan, secara ilmu biologi molukuler terjadi suatu reaksi inflamasi atau radang dengan segala respon yang mengikutinya seperti perubahan diameter vaskuler (pembuluh darah), migrasi sel darah putih (leukosit) dan pengeluaran mediator inflamasi seperti IL-1 beta, Clq, C3, Beta endorfin dan PGE2.

“Nah, biang penyebab rasa nyeri adalah PGE2 karena menaikkan kepekaan nosiseptor yang disebut sentra sensitisasi. Sehingga jika kadar PGE2 bisa diturunkan maka nyeri tersebut akan berkurang,” ujar Didik.
Selain mediator inflmasi, pada kerokan juga terjadi rangsangan pada keratinosit dan endotel atau lapisan paling dalam pembuluh darah yang akan bereaksi dengan munculnya propiomelanokortin (POMC). POMC merupakan polipeptida yang kemudian akan dipecah dengan hasil akhir salah satunya adalah Beta endorfin.
Dalam penelitian yang dilakukan Didik, pasca kerokan didapatkan peningkatan IL-1 beta, Clq, dan Beta endorfin. Sementara kadar C3 dan PGE2 justru turun. Hasil ini menyebabkan berkurangnya nyeri otot, rasa segar, nyaman dan eforia.

Inflamasi yang ditimbulkan selain meredakan nyeri otot juga akan memicu reaksi kardiovaskuler. Tandanya adalah peningkatan temperatur tubuh secara ringan, antara 0,5-2oCelcius.

==== itu istilah ilmiah nya, nah statement berikut mungkin lebih dimengerti ========

Meski efektif dan murah meriah, golongan masyarakat tertentu dan dokter justru menentang cara pengobatan tradisional ini dengan alasan akan timbul nyeri dan kerusakan permukaan kulit.
Padahal secara secara teknis, kerokan yang dilakukan dengan benar tidak akan menyebabkan rasa sakit. Alat kerokan biasanya menggunakan uang logam, koin, atau alat bantu khusus kerokan. Alat-alat tersebut wajib tumpul supaya tidak melukai kulit. Lalu dibantu dengan minyak yang fungsinya selain menghangatkan juga untuk melicinkan proses kerokan, sehingga menghindari terjadinya kulit lecet. Timbulnya warna merah yang akibat inflamasi itu dapat dipakai sebagai petunjuk berat ringannya masuk angin. Semakin gelap goresan yang timbul berarti semakin berat masuk angin yang terjadi.
Satu hal yang patut diingat dan dilakukan bila Anda sudah kerokan sebaiknya tidak mandi karena pori-pori kulit dalam kondisi terbuka. Lebih baik seka dengan lap basah yang dicelupkan pada air hangat lalu diperas.

========================= OK then, its ok to do “kerokan” (what d hell kerokan btw in English, cuma dokter juga tidak menganjurkan bukan)

Tapi tetep loh, menurut gw kerokan itu efek negative nya lebih banyak, contohnya nih (berdasarkan hasil googling):

1.Menimbulkan ketagihan, soalnya kerokan itu menghasilkan reaksi nyaman karena hormon endorphin yang mengendalikan rasa nyeri, padahal endorphin itu hanya untuk reaksi lokal aja, karena kebiasaan jadi bikin ketagihan.

2.Untuk orang dengan kondisi kulit tidak sehat dapat memperparah kondisi kulit, peradangan misalnya atau bahkan infeksi.

3.Penderita diabetes bahkan tidak dianjurkan, karena jika kerokan tidak dilakukan dengan tidak benar maka akan menimbulkan luka yang sulit disembuhkan.

4.Dapat menimbulkan pendarahan di bawah kulit apalagi bagi yang memiliki gangguan pembekuan darah.

5.Jika memakai koin kerok yang tidak steril dan dipakai bersama maka dapat tertular hepatitis C karena virus dapat masuk dari luka sekecil apapun.

Jadi apakah anda masih mempertimbangkan kerokan jika masuk angin, logikanya gini aja deh yang gampang, rata-rata orang pake koin/uang logam kan buat kerokan, aduh yang namanya uang kan ga steril banget, berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain, belum lagi kalo terdampar di tempat yang menjijikan, jadi sangat tidak higienis (kecuali kalo anda punya alat kerok sendiri ya) yang kedua, sesuai judul yang gw kasih di atas, kerokan itu sama dengan nyiksa diri, udah masuk angin, sakit kan masuk angin itu, eh anda mau disiksa juga kulit punggung dikerok-kerok sampe merah kaya gitu, yang ketiga, banyak hal lain yang lebih aman, praktis, tidak buang waktu yaitu adalah minum obat kan, ngapain obat diciptakan di zaman modern kaya gini.
Untuk menyembuhkan penyakit bukan?

Lagipula kerokan itu bukan untuk mengeluarkan angin ya tapi usaha untuk mencegah masuk angin dengan cara meningkatkan panas soalnya angin itu ga pernah masuk lewat pori-pori tapi lewat organ pernapasan dan pencernaan. Cuma ya emang, kalo seseorang memang udah terbiasa dengan kerokan, yah apa mau dikata, itu juga kalo menurut gw bagian dari sugesti/feeling, kalo sugesti kita belum melakukan hal tersebut yah belum afdol tapi gw sih kalo masuk angin/mual obatnya yah jamu tolak angin, obat maag, teh manis anget ato bahkan minuman bersoda biar cepet sendawa jadi anginnya cepet keluar, lebih praktis bukan, ga makan waktu, higienis dan pastinya GA NYIKSA DIRI!!

1 day after writer got the tools to do blogging and blogging –09/09/2009

Sunday, 6 September 2009

About People

Ada ya orang yang pengen kerja cuma setengah hari bukan pengen sih lebih tepatnya mungkin, berharap, of course kerja setengah hari itu enak, menguntungkan, ga cape tapi kan kenyataannya, “Mana ada!!”, jadi dia pengen kerja yang santai, cuma setengah hari or should I say part time, tapi gajinya lumayan, once again I should say, “Mana ada!!”

Pertamanya, dia ga mau teaching, she said that she cannot face kid, so don’t teach kid, you always can teach adults, am I right? Tapi karena maunya dia ya kerja santei itu, so the most flexible job is teaching cos you can choose part-time teaching right, akhirnya she takes it.

I understand between compiling thesis and working need lot of energy so if she just takes one class, it doesn’t matter, yang penting lo menghasilkan duit, tapi gw heran saat sudah selesai thesis itu, ko dia masih bertahan dengan satu kelasnya itu, I mean, kenapa sih ga ambil full time aja, toh udah selesai kan si thesis itu, sambil menunggu pekerjaan baru yang lebih baik, kenapa ga ambil kelas lagi, ato full time aja, kecuali kalo bayarannya sama tapi itu ga mungkin sih pada kenyataannya lo dibayar per hour ato per class, emang selama ini ngapain aja sisa waktu selain dia ga ngajar.

Gw ga nge-judge dia, I just wonder, kadang-kadang gw juga sebel kalo ga ada kerjaan di kantor even actually there are works to do, tapi buat gw sih lebih baik kerjaan yang numpuk dan banyak tapi bos ga ribet daripada kerjaan dikit sebenernya, ga ada lembur malah (cuma pulang aja lama gara-gara bos ga ngerti, padahal gw sama dengan yang lain, posisi kita sama yaitu karyawan yang ingin diperlakukan sama secara adil cuma beda jabatan doank kan, halah jadi curhat ini mah) tapi bos ribetnya setengah mati, hal kecil dan simple aja bisa jadi hal gede dan ribet.
Ok, back to the topic, gw heran ama orang-orang yang santei banget dengan status jobless-nya, tapi case-nya beda dengan yang memang belom dapet kerja ok. It seems like they aren’t trying hard, I know everyone is not me, but me, oh you should see, how many cv that I sent when I almost finish my thesis or even I was still compiling my thesis, or by the time I thought that I should leave my job cos several things don’t work out so I should find another job or even more when I was unemployed, oh you should see that, if you want to get a job, please do it every Saturday, jadi gini nih, tiap sabtu tuh Koran PR dan Kompas banyak iklan job vacancy nya kan, lo liat kira-kira mana yang masuk criteria “a job that you want” terus pilih perusahaan mana yang menjanjikan masa depan yang baik, kirimlah, maks 5 via pos, apalagi kalo via email ya, mau kirim 20 sehari juga, hajar aja. Gitu tuh, kalo mau interview tiap minggu, jangan cuma kirim 1 ato 2 cv aja seminggu, kapan dapetnya kalo gitu. U need more efforts you know.

Ada juga yang bilang, I don’t want teach cos the salary is so not as much as others but yet still wants part time job, ok if you have lot of working experiences in your resume, that’s totally ok you’re saying that, tapi ini keluar dari mulut seseorang yang masih kuliah dan mencari pekerjaan, oh come on, everyone starts from bottom, fresh graduates ga mungkin langsung digaji 5 juta sebulan kan, kecuali lulusan luar negeri ya mungkin aja.

Tapi ada juga yah yang masih diatur dia musti kerja dimana sama orang tuanya, emang sih orang tua itu tau yang terbaik untuk anak-anaknya tapi ga semua juga kaya gitu. Like my mom used to say, that I will be fit to work in small company like advertising or media company with family situation inside, I said “belum tentu lha” (she was saying when I was in high school) but it turns out true, when I had that job training in Citibank, all I was thinking is, my gosh, is the situation really like this hell, haha, my mom is so true about me, ok back to the 2nd topic, jadi she loves teaching, she also has that huge motherhood things not like me, by the time she got accepted as a teacher, her parents said “jangan lama-lama kerja di situ, cari kerja yang lebih baik.” OH TIDAK, it’s not like your daughter works in a bar or night club. Teaching is a great job, even I’m not qualified to be that one, why her parents can even think like that, I totally don’t understand, ok gw setuju, work as course teacher in small course company is not a great future job tapi as fresh g (shorts from graduate) gpp lah kerja setaun, dua taun buat pengalaman, gw setuju untuk tidak bekerja apalagi sampe stuck di small company soalnya sayang you have bachelor degree and that kind of job can easily is taken by diploma degree or lower even tapi as long as you enjoy works in that place and you can actually afford yourself (even the truth is, I think its impossible), yeah be my guess, keep that job cuma jangan sampe terlambat untuk pindah saat lo memasuki level stuck di sebuah company.

Menjelang 5 sept dini hari,,,,,bulan puasa,,,,writer who wants to get in lebaran holiday soon as other her co workers do!!

Thursday, 3 September 2009

gabungan statement/artikel/ naon we lah

Fesbuk oh fesbuk

Di fesbuk yang canggih itu, gw ketemu ama temen sd, dan ter amazed dgn dia, jadi singkat cerita dulu dia tuh pernah ngambil a.k.a nyolong buku stiker gw (waktu jaman gw sd musim banget tuh yang namanya koleksi stiker) ternyata dia tidak hanya mengambil buku stiker gw tapi beberapa murid di kelas gw juga mengalami kehilangan barang ya duit dan lainnya, ternyata dialah pelakunya. Berhubung nyokap gw tau rumahnya jadi kita berdua pun nyusul ke rumahnya, walhasil kita menemukan buku stiker gw di rumahnya dan nyokap gw pun menasihati dia, nyokap dia pun malu.
Kalo diliat dari keluarga, dia memang keluarga menengah ke bawah, dan adik2nya sangat banyak mungkin karena itu dia merasa kekurangan jadi suka ngambil barang orang. Pertanyaannya, mengapa gw ter amazed dengan dia gara-gara melihat dia di fesbuk, ternyata eh ternyata dia kuliah di itb (pokonya siapapun terutama orang Bandung pasti nganggap orang yang kuliah dan lulus dari itb adalah orang yang sangat pintar) hebat euy, si dia yang dulu adalah orang yang seperti itu ternyata bisa kul di itb, dia juga entah kerja di perusahaan apa yang pasti kota di luar pulau jawa,
Nah gw jadi inget temen smp gw yang punya tabiat sama kaya temen sd gw itu, singkat cerita, kamera pocket gw pernah diambil dia dan saat temen gw mancing-mancing dia cerita bahwa temen gw lagi butuh kamera, si dia pun menawarkan kamera yang persis sama dengan nama gw dihapus di sarung kameranya ke temen gw, let me say I try to forget that situation,,,,setelah itu sih karena lulus smp beda sma, intinya kita lost contact, lagian ngapain juga contact2an ama orang seperti itu, pas gw kuliah, gw bertemu dia, ternyata si dia ga lanjut kuliah dan kerja jadi spg di salah satu dept store terkenal di Bandung, this is the opposite story with the elementary friend, intinya sih semoga mereka sudah menghilangkan tabiat jelek yang merugikan orang lain, oh ya, apakah cara mendidik orang tua mempengaruhi tabiat orang tersebut semasa kecilnya?

^_^

Orang pemerintah di negara kita

Kalau memang bisa daftar secara online terus buat apa kita mesti mengurusi hal tersebut ke tempatnya lagi secara langsung, yupz I’m talking about pajak, jadi untuk apa dong mereka-mereka itu buat pendaftaran secara online kalau pada akhirnya kita harus mengurus lagi ke kantor pajaknya, memang yah kadang-kadang orang pemerintah kita suka oon (sorry to say, but its true, its not that I’m not proud to be Indonesian oh yeah I’m so proud but its true) segalanya dipersulit, I dunno know apakah membuat id card harus masih pakai bayar-bayaran, hoh so tired of these kind of things

^_^

Complain part 2

Admin itu jelas, ya frontliner juga alias front office, ya sekretaris juga alias personal assistant, ya marketing juga ato kerennya disebut account executive, ya purchasing inventory pastinya, kadang helper alias teacher assistant’s assistant, ya operational manager assistant juga, ya penjaga sekolah juga,,,intinya merangkap merangkap merangkap,,,kadang suka diperlakukan kaya babu (gila ekstrim banget put hehe,,engga deng tapi yah gitu dee), dan tidak lupa customer service tentunya.

^_^

Boyfren and fam

I know friendship is more important than boyfriend, tapi menurut gw itu berlaku ga sih sebenernya saat umur lo mencapai 22 – 23 – 24 ato 25 dan seterusnya mungkin? Why I want to talk about this,,,soalnya menurut gw masih pentingan pacar daripada teman di umur segitu.
OK, lo sangat butuh teman di saat sd, smp bahkan sma atau kuliah tapi setelah itu, bestfriend ok, tapi kalo ga punya pacar, mampus aja lo (ekstrim banget put ^_^) gini, saat sekolah dan kuliah, teman penting karena pacar mungkin tidak dapat menemani lo setiap saat, hanya pada saat-saat pacaran kecuali kalo pacaran sama temen sekelas tapi ga mungkin nempel terus kaya perangko meski pada kenyataannya itu ada, temen sekelas ada buat kerjain tugas, peer, makalah, paper dan lainnya, temen sekelas ada buat nemenin lo belanja baju, temen sekelas ada pas lo butuh curhat, pacar tidak mungkin provide semua itu kan, jadi intinya kita harus solider banget saat-saat menimba ilmu dengan teman
Namun saat bekerja atau lulus kuliah, hal itu ga berlaku lagi, kenapa? Temen kuliah lu udah pada kemane, ada yg sibuk kerja juga, ada yang lanjut S2, ada yang udah merit, ada yang udah punya anak, ada yang keluar negeri (amin mudah-mudahan gwe tuh hehe :D), dan lainnya sebagainya, kalo lo tetap di posisi yang sama, apakah si teman itu masih punya waktu itu semua buat lo? Jawabannya pasti engga kan. Karena teman saat menimba ilmu beda dengan teman kerja, kadang-kadang susah banget bertemu teman yang klop jadi best fren di lingkungan kerja, kalo ga sikut2an, sirik2an, ngomongin di belakang lah, apa lah, bahkan gep2an pun berlaku di dunia kerja, trust me, jadi satu2nya si teman adalah si pacar tercinta (I luv u my beib hehe teu nyambung ah) jadi intinya sih, jangan single setelah lulus kuliah, coba pertahankan (halah) soalnya susah cari seseorang yang bisa provide semua selain pacar (da si pacar mah kapaksa intina dengan status in a relationship itu),,,,ada nih 2 temen kul gw,,,,hehe,,,,yang satu sih udah gawe dan menemukan dunia baru bahkan pacar baru tapi dia tetap lebay nya setengah mati jadi si pacar itu pun entah status nya apa sekarang dengan dia,,,xixixi,,,yang satu lagi,,,dia lagi s2 katanya,,,susah banget dapet pacar,,,padahal sih menurut gw si dia fine2 aja,,,,modis, jago masak malah,,,,ke ibu an banget pula,,,I dunno whats wrong with her,,,,intinya lagi even what I did so mean with all of you guys but its not relevant,,I have my own defense,,,so enjoy the show,,,,(ni bener2 ga nyambung artikel)
^_^

Tuesday, 25 August 2009

Interview Experience

Pastinya ada orang lain yang pernah melakukan interview atau wawancara kerja yang jumlahnya lebih banyak atau lebih dulu. Maksud lebih banyak, ada yang melakukan hingga ratusan kali? Maksud lebih dulu, ada yang melakukan setelah lulus SMA.

Kalau gw, dihitung-hitung baru puluhan interview mungkin ya, dibilang lebih awal mungkin ya tapi bukan setelah SMA.

Semester 2/3 gw udah mulai berpikir untuk mencari uang tambahan, solusinya cari part time job. Namun sayang di Indo, sepertinya istilah part time hampir ga ada ya. Rata-rata 8 jam bahkan lebih. Interview pertama gw yang sangat menegangkan waktu itu di FOREX, (menurut gw kalo kamu belum pernah sekalipun interview di forex company either beruntung ato ….. ---- fill by yourself, tapi I bet rata-rata orang udah ketipu interview di forex ---- ko ketipu, judulnya aja (what I mean is Posisi yang diiklankan adalah Management Trainee yang orang masih bego (umumnya fresh g alias fresh graduate alias baru lulus) pikir adalah kerja kantoran biasa eh taunya ujung-ujungnya marketing juga, marketing oh marketing memang posisi yang paling banyak ditawarkan dan forex company itu paling banyak iklannya lowker di koran loh.

OK back to the topic, saat itu gw interview di PT MEGAH TAMA BERJANGKA (gile put masih inget lo) yang ngelamar buat posisi apa ya, gw lupa, yang pasti sih part time job, dengan begonya gw pake kemeja dan celana jeans (please guys, don’t wear jeans during the interview unless if you interview for a job in a mall, maklum saat itu gw masih semester 2 apa 3 gitu). Kalo kamu mau tau, gw deg-deg an nya setengah mati tapi begitu interview yah biasa aja. Gw disuruh training hari berikutnya, dan gw ngikut aja (lumayan juga kan buat pengalaman training kaya apa sih) eh intinya sih cari nasabah alias marketing “keneh” (masih in sundanese but put in vice versa) tapi lumayan nambah temen, nambah ilmu dan pengalaman tentunya.

Interview gw yang akhirnya menjadi pekerjaan pertama gw adalah ngajar bhs Ing di tempat kursus dan ga lama kemudian gw juga diterima jadi sekretaris di small company daerah cipaganti, by the way kerja yang ngajar itu I waited for almost a year, jadi ga lama berselang setelah training di forex itu, gw ada panggilan interview di tempat itu tapi gw cancel beberapa kali karena bentrok juga ama jadwal uas akhirnya pas libur gw telpon lagi tempat kursus itu, ternyata gw masih dikasih kesempatan. Selang beberapa minggu, gw disuruh psikotest, TOEFL sih std aja trus selang beberapa bulan, gw interview ama owner nya Cuma dia ragu karena gw masih kul di jatinangor sementara lokasi tempat kursusnya di dago, eh pas gw lulus D3 (dimana momennya pas banget pas gw lagi desperate-desperate nya cari kerja) gw dipanggil lagi and akhirnya diambil juga kerjaan itu meski ga berlangsung lama.


Gw ambil kerjaan kantoran juga karena sebenernya sih gw prefer kerja kantoran daripada ngajar cos teaching is not my calling lagian ngajar itu jadwalnya Cuma seminggu dua kali and durasi ngajarnya juga Cuma 1 ½ jam aja di malam hari jadi ga bentrok.

Sori agak sedikit aja melenceng dari topic, balik lagi deh. Jadi gw pernah mulai dari interview Cuma jadi spg doang di tempat yang tidak meyakinkan (cos that was not like an office) udah tempatnya nyungsep terus tidak meyakinkan sampe interview gw yang terjauh adalah di (wah sampe nama tempatnya aja lupa) pokonya setelah ahmad yani, sebelum ujung berung gitu ga salah, gila jauh banget ampe makan waktu 2 jam an dan ternyata itu adalah small company yang menjadikan sebuah rumah menjadi sebuah kantor, kurang menjanjikan dan emang ga diterima juga hehe.

Interview yang heboh, pernah waktu itu gw bimbingan nih di dago pojok pagi-pagi, dan gw janji interview jam 3 di setiabudhi. Taunya si bapanya alias bapa dosenku yang tercinta itu berada di jatinangor (if you don’t know jatinangor, so I live in Bandung and setiabudhi is in south Bandung and Jatinangor is almost out of east town, can u imagine how far is that?) tadinya gw pikir sempet karena dago setiabudhi kan deket tapi berhubung ngejar si bapa itu walhasil gw berangkat juga ke jatinangor karena masih belum jam 12, terus gw bisa janjian ama cowo gw di middle safe place somewhere in between those places, lagipula bimbingan makan waktu berapa lama sih. Eh taunya nunggu si bapanya itu loh, belum gw kejebak hujan and kejebak macet dan begitu situasi genting seperti itu, si angkot tampak sangat tidak bersahabat, (ngetem nya keenakan dia) walhasil gw baru janjian ama cowo gw jam 3 di kiara condong (which is still far to setiabudhi) dan kita pun ngebut sambil hujan-hujanan (meski hujannya tidak terlalu besar tapi lumayan menimbulkan penderitaan jika anda mengendarai sepeda motor). Cerita belum selesai hingga disitu sodara-sodara, akhirnya gw nyampe nih jam 4 di setiabudhi meski pake ada acara nyasar dikit dan akhirnya dapat melakukan interview meski disepet (ditegur secara halus), “ko telat sejam yah” kata si penginterview, walhasil pake alesan, “maaf pak, mendadak dosen saya nyuruh ke jatinagor buat bimbingan skripsi” HASILNYA sih ga diterima juga hehe.

Interview terlama di Citibank, it lasted almost ¾ hour, can you imagine that? Lama banget ga sih, yang wawancara gw sih 2 orang dan gw ditanya macem-macem lah mulai dari basic personal data, educational background sampe ditanya “kalo karir kamu diibaratkan dalam setengah gelas air, apa yang kamu lakukan?” langsung lah improve, sampe disuruh ngomong bahasa mandarin wkwkwkwk. Btw it lasted just training cos it was otsourced and the contract didn’t come out that soon.

Interview ter-suffer, waktu di bank (ih gila yah di bank lagi) Akita di Jakarta, jadi saking excitednya, gw curhat sana-sini sehari sebelumnya walhasil besok subuhnya, suara gw serak sampe abis ga bersisa, gw pikir dengan gw hemat suara dan minum kopi panas di perjalanan bdg-jkt, suara gw bisa balik, but it wasn’t, its getting worse malahan. Akhirnya, gw interview dengan suara kodok kejepit of course with the apologize opening act hehe. Hasilnya, yah ga diterima lah mungkin gara-gara suara kodok kejepit itu dimana suara menentukan posisi gw yang dilamar sebagai Interpreter.

Kadang-kadang, proses penerimaan kerja yang ribet itu dilakukan perusahaan kecil yah, contoh nih, gw pernah interview di advertising company yang bentukannya sama kaya yang gw sebut di atas, rumah kantor, dimana staf-stafnya juga cuma seliweran beberapa orang aja, tapi psikotestnya, nauuzubileh setengah mati sampe makan waktu seharian dan gw gagal di psikotesnya karena pikiran ter-distract gara-gara sehari sebelumnya nangis bombay gara-gara satu masalah. Gw juga pernah psikotest di perusahaan yang lumayan sih sebenernya, farmasi, tapi lokasi kantornya itu tidak meyakinkan, kumuh kotor tidak terawat, karena udah terlanjur datang, yo weiss ikut psikotest itung-itung latihan setelah lama juga ga psikotest. Padahal waktu di Citibank aja cuma interview 2 kali terus pas ditelpon yang ketiga kali malah langsung disuruh mulai kerja terus kerjaan gw yang sekarang malah panggilan kedua langsung bahas kontrak and nego gaji. Kadang-kadang emang tidak membutuhkan proses seribet itu buat dapet satu pekerjaan.

So do you still survive to do another job interview? Ciao :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...