Tuesday, 14 July 2009

did summer 09

summer holiday 2009 (June 27th until July 20th)

Tadinya mah pengen ke yogya,,,,trus temen gw ada ide ke bali eh berhubung bayar cicilan sesuatu jadi weh batal da budget tidak mencukupi whuehehe,,,,desember aja lah klo ga penuh,,,,and ada duitnya pangpangnamah :D

Fri June 26th : arrived at Bdg 11 pm,,,Bdg so cold…hard to breathe…light asthma

Sat June 27th : nowhere…wake up late cos still tired yesterday (huehe lebay ah),,,pacaran di rumah aja

Sun June 28th : yogya kepatihan,,,shopped food supply
Mon June 29th : made bca account (finally), wisata kuliner eps 1: nasi bakar cimandiri, dai bought army pants di ef-o, ke bip jalan2 n finally icip jco yoghurt,,,gila enak bangeudz slurpsss,,,,,pms mode on

Tue June 30th : its shopping time with mum, beli t-shirt, shirt, short, sandal, mom’s blouse, puter2 itc king yogya

Wed July 1st : ] spending quality time
Thu July 2nd : ] with fam

Fri July 3rd : wisata kuliner episode 2: bebek borromeus+yoghurt cisangkuy

Sat July 4th : potong rambut ke salon,,,sudah tidak tahan dgn rambut panjang ini trus mo ntn transformer,,,ga jadi da penuh jadi weh jalan2 aja teu puguh, ended up at my house makan bubur ayam,,,beuh

Sun July 5th : nowhere,,,puasa qada ceritana mah ;p
Mon July 6th : ga kemana2 mun teu salah mah,,,lupa deui euy
Tue July 7th : met kkn fren,,,,ke makam alm.Esti,,,,makan baso dpn superindo,,ke unpad de-u, kea tm unpad de-u,,,,hang out di tree house nunggu yg laen,,,seru seru

Wed July 8th : pemilu pilpres,,,LANJUTKAN!!!hehe,,,wiskul eps 3: makan lontong kebon karet di kepatihan,,,,ke warnet,,,,pulang d

Thu July 9th : karokean,,,with mum,,auntie,,,,2 cousins,,,,,seru2 meski hehe dasar si puti,,si calculation gurl

Fri July 10th : akhirnya ntn transformer di bip

Sat July 11th : ke kota kembang beli music alm jacko hehe,,,,wiskul 4: soto mie yogya kepatihan,,,trus ntn fiksi di rumah,,,lumayan tah filem the

Sun July 12th : nowhere,,,puasa qada ;p
Mon July 13th : ke cibadak,,,beli pesanan si bos
Tue July 14th : nowhere,,,puasa qada ;p
Wed July 15th : met college fren di ngopdul deu trus makan bebek di borromeus lagie
Thu July 16th : puasa ;),,,,finally cuma beli roti ke holland bakery
Fri July 17th : belanja keperluan yogya kepatihan biasa
Sat July 18th : meet high skul fren di jco ciwalk trus karokean,,,habislah dwuitkoe
Sun July 19th : just at home,,,muakan mie baso,,,slurppp

and finally

Mon July 20th : back to back episode on gading channel,,,hehe,,,,balik lagi ke Jakarta,,,kerja kerja lagi,,,kosan sempit ituh,,,,fesbuk cable tv entertainment,,,,marketing under pressure,,,,meet luvly students,,,kevin kaylee,,,,panas2an di jkt lagi,,,semangat

Monday, 13 July 2009

Budaya Baca Bagi Calon Pemimpin Bangsa

tadinya mau ikutan lomba nulis menpora tapi pas lagi sibuk and hore juga jadi weh keburu deadline dan akhirnya tak jadi ikutan,,,heu ^_^


Budaya Baca Bagi Calon Pemimpin Bangsa

Membaca bagi sebagian orang bukanlah sebuah hobi. Saya pun adalah salah satu dari banyak orang yang malas membaca buku. Saya menyadari hal ini akibat dari sistem pengajaran di sekolah yang tidak membudayakan baca. Meskipun sudah banyak ajakan dan himbauan mengenai budaya baca, namun bagi beberapa orang, membaca adalah hal yang sulit dilakukan. Tidak hanya bagi calon pemimpin bangsa yaitu generasi muda, menurut saya membaca harus dibudayakan bagi seluruh generasi.
Saya ingat ketika saya bersekolah dari tingkat sekolah dasar hingga menengah umum, saya sedikit sekali membaca buku selain pelajaran. Mengapa, guru-guru tidak mendorong siswanya untuk membaca karya-karya sastra ataupun non-sastra yang merupakan buku yang edukatif. Hanya sewaktu saya di tingkat menengah pertama, guru bahasa Indonesia saya memberikan tugas “book report” untuk buku karya sastra. Saya ingat, saya memilih karya Sutan Takdir Alisjahbana yaitu Layar Terkembang sebagai bahan untuk tugas tersebut. Novel tersebut merupakan satu-satunya buku karya sastra yang saya baca. Hal ini terdengar miris namun itu adalah kenyataan. Saya pun tidak bangga akan hal itu.
Sewaktu tingkat dasar dan menengah umum, tidak ada satu guru pun terutama guru bahasa yang mendorong saya maupun murid lainnya untuk membaca buku lain di luar buku pelajaran sebagai referensi atau acuan ataupun tugas “book report”. Mengapa hal ini bisa terjadi? Siapa yang harus disalahkan, guru, sistem pengajaran pendidikan di Indonesia, atau sistem pengajaran pendidikan guru seperti universitas pendidikan bagi calon guru atau memang budaya bangsa kita?
Saya dan anda tentunya sering melihat film hollywood tentang sekolah atau anak-anak sekolah. Contohnya film “______”. Guru tersebut menugaskan murid-muridnya untuk membuat “book report”. Tidak hanya untuk pelajaran bahasa, pelajaran sejarah hingga sosial pun terdapat tugas “book report” dalam sistem pengajaran mereka. Mengapa hal ini tidak diterapkan di Indonesia? Apakah karena kurikulum yang begitu berat sehingga para guru lebih memfokuskan diri pada buku pelajaran. Mengapa saya bilang berat? Semua anak dan orang tua mengkhawatirkan diri mereka sendiri ketika mendengar kata Ujian Akhir Nasional.

>>>>will it finish? I dunno, maybe no

Saturday, 11 July 2009

Mengenai Kodrat Wanita Masuk Dapur

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&jd=Perhatikan+Bulan+Anak+Anda+Lahir!&dn=20090606173651

I totally not agree with that, kenapa cowo masih aja bilang, cewe tuh kodratnya masak, nyuci baju, nyuci piring bla bla bla kegiatan rumah tangga lainnya alias babu (hehe sorry so rude) karena itu sama sekali tidak benar, if u want to know about kodrat wanita itu sebenarnya hanya tiga saja:

1. Pregnant alias Hamil
2. Melahirkan, in labour
3. Menyusui or Breast Feeding

That’s it, ga ada tuh yang namanya masak, cuci piring, klo kite hidup di jaman sebelum ibu kartini baru bener lah sekarang taun berapa pak,,,, two thousand and nine 2009. Apalagi gw paling sebel ama suami-suami yang melarang istri-istrinya bekerja untuk alasan yang tidak masuk akal. OK, kalo memang misalnya takut anaknya ga keurus, tapi kasih kesempatan dulu dong, kan belum terbukti anaknya ga keurus, banyak ko working parents yang bisa membesarkan dan mendidik anaknya dengan baik. Ini bukannya jaman emansipasi lagi tapi (apa ya,,haha saya juga bingung)aha I know, its all about GENDER EQUALITY!!

Masalahnya bukan di uang saja, maksud saya, kadang2 pria bilang “udah lah mah (as it mama) ga usah kerja, kalo uang papa saja yg cari” ….. sama sekali bukan masalah uang tapi pengembangan diri, sebagai seorang manusia kita harus bisa menggunakan kemampuan diri semaksimal mungkin (of course it should balance with religion and faith), sebagai wanita yang tentunya dan pastinya adalah seorang manusia mempunyai hak untuk bekerja jadi sebelum melarang istri anda untuk bekerja karena masalah anak dan uang, beri kesempatan dulu, kalo emang misalnya si anak ok2 aja, ngapain to (as it in javanese) dilarang larang malah nambah income kan so si ayah juga nda pusing and marah2 klo istrinya minta duit lagi buat beli lipstik terbaru revlon seri N71 oh salah itu mah henpon (cellphone I mean hehe, sorry gw sih beli lipstik liat warnanya aja ga tau lah seri2 berapa nya, kaya henpon ajah)

so skinny right now, got married age 20 when we were in the third year of college, said that hubbie forbid to have a job cos like I said above afraid won’t be able to take care kid and job, and last status about happines (sorry klo ada yg baca n tersinggung, ure not d only one hun ;))

come on stand up for your dream even for your ability, skills to be improved, prove it that you can do all that job and “men said “kodrat”. Kasian orang tua udah keluarin duit berapa juta buat biaya kuliah elu kalo akhirnya ilmu lu ga dipraktikan di dunia kerja even the main reason to get your kid doing college (is my E correct grammatically??) adalah MENGEMBANGKAN DAN MENGUBAH POLA PIKIR SESEORANG (kata soni bebek dalam acara hati ke hati di STV,wantun hade) tapi pernyataannya di sini adalah keinginan seorang wanita untuk bekerja.

Soal pekerjaan rumah tangga seperti masak, cuci piring, cuci baju, nyapu, ngepel, beres-beres, ngelap-ngelap, apalagi yah setrika baju dan hal lainnya, sepertinya karena emansipasi tadi, cowo juga harus bisa melakukan hal itu semua bukan

My mum wont let us (me&2 big broz) do d house works thing, cos she used to do all works things by granny and she doesn’t want us like that (thx mum, luv u so) tapi jeleknya si pria itu malasnya nauuzibileh, jangan ngarep rumah sedikit aja berez pas kita pergi, contoh kasus, si gw pergi nih apalagi nyokap sibuk ngurusin bisnisnya, dengan keadaan rumah berantakan, cucian piring lumayan menumpuk, nasi belum masak, begitu gw balik rumah, its even worse, okelah ga usah nyapu ngepel ato gw juga kdang2 males cuci piring, lah itu nasi tolong dimasak, emang susah masak nasi jaman sekarang, kasian yang jadi calon istri dia

Untungnya IQ saya cukup menyadari that not just because I’m a gurl but seseorang harus mampu mengurus dirinya sendiri so I learn how to do house works by myself alias otodidak (heuuh da gampang hehew) sok lebay si penulis the

Tapi ya saya setuju klo emang si istri ga mau kerja trus suaminya full kerja nya of course, let the woman do the house works but they (as it in housewives) will be very happy if husband help a little, yah gw juga klo ga kerja nanti klo merit (tapi harus kerja at least jadi freelance writer&translator) and my husband do (works, 8 to 5), ok let me do the house works thing BUT if both works (as it in working parents) just share it for god sake, saling membantu saling menolong karena kodrat kita (as it in women) yang tiga itu sudahlah sangat hebat. (applause mode ON please hehe)

Summer holiday 2009

>>I am like Carrie Bradshaw on Sex&d'City,,,kapan yah gw kerja kaya gitu tapi stay in d office,,,
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...