Tuesday, 25 February 2014

Membuat Akte Kelahiran

Sebagai seseorang yang tinggal di Bandung alias kabupaten dimana jarak perbatasan rumah dan kotamadya hanya 5 menit saja *miris memang, tentunya untuk membuat berbagai kartu identitas dari mulai ktp, sim dan lainnya harus di kabupaten juga, gak bisa di kotamadya and I hate it *a lot. Kenapa? karena jauh dan macet sodara-sodara. Berpengalaman bikin npwp, sim dan foto e-ktp, rasanya males aja ngurusin semua itu kalau gak terpaksa. Berhubung sudah jadi ortu, maka penting sekali untuk membuat akte kelahiran anak dan gak boleh telat loh, kalau gak salah maksimal 3 bulan dari tanggal lahir, karena kalau telat nanti lebih ribet lagi atau hanya dibuatkan semacam keterangan lahir bukan berbentuk akte.

Alhamdulilah, aki alias babeh saya excited untuk mengurus beginian setelah 2 minggu an dede lahir, mulai dari ngurus akte nya Mika *my niece sampai kemarin bebi balabala, Faya. Berangkatlah beliau ke kantor catatan sipil daerah kabupaten bandung *kalau gak salah di dayeuh kolot. Pas pulang eh ternyata dibikin ribet sodara-sodara karena ktp laki saya daerah Tegal dan kudu ada akte keluarga, sedangkan kita boro-boro ngurus yang begituan dan lucunya babeh sampe berdalih bahwa suami saya kerjanya di kapal yang pulangnya setaun sekali *gubrak, tadinya supaya dipermudah, taunya gak bisa. Akhirnya setelah mikir panjang *halah, keluarga saya bikin akte baru *setelah konsultasi ke kantor kecamatan yang lokasinya jauh juga --" dengan tambahan anggota baru ci bebi balabala lalu karena di catatan sipil kabupaten dibikin ribet, dicobalah di kotamadya dan bisa, yes alhamdulilah karena Faya lahir di kota, catet ya kota haha. Oh ya di kabupaten juga harus minta surat keterangan lahir yang menerangkan anak lahir di kabupaten karena anak saya lahir di kota *ett dah senggol bacok pegawai pemerintah :P.

Setelah buat akte baru dimana Faya dapet NIK akhirnya di approve dan akte pun on process kurang lebih 2 bulan. Tadi aktenya Faya udah jadi yeay, alhamdulilah karena penting banget untuk daftar sekolahnya dia nanti *aih udah mikir sekolah aja put :D. Ternyata pihak kabupaten mempersulit hal ini karena ada kasus dimana pegawai bantu untuk buatkan akte dimana identitas ortu yang bukan domisili bandung, taunya jadi kasus karena ternyata jatuhnya jadi penculikan anak cuma kalau menurut saya sih padahal kalau memang identitas domisili ortu tidak sama dengan kota tempat tinggal, bisa dibantu dengan surat keterangan RT RW bahwa ybs benar tinggal di Bandung dan surat keterangan kerja dari kantor jadi kan terbukti.

Untuk pengurusan akte, haratis, dokumen yang dibutuhkan adalah:
1. KTP ayah dan ibu
2. Akte Nikah
3. Kartu Keluarga yang mencantumkan nama anak
4. Surat keterangan lahir dari rumah sakit yang pasti dikasih begitu cek out dari RS
5. Materai
6. Formulir yang diisi
7. KTP Saksi dan tanda tangannya *kalau di kota, orangnya harus datang, kalau di kabupaten enggak, hmm bisa beda-beda gitu ya dan saksi tidak boleh orang yang serumah --"

Fiuhhh * foto nyusul as usual, semoga bermanfaat

Tuesday, 18 February 2014

Aqeqah

adalah sembelih kambing untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah dengan niat dan syarat teretentu dan hukumnya sunah. Langkahnya yaitu menyembelih kambing untuk anak laki-laki 2 ekor, untuk anak perempuan 1 ekor lalu member nama dan mencukur rambut kepala anak. Waktunya pelaksanaannya adalah hari ke-7 setelah lahir, ke-14 atau 21 namun tidak menutup kemungkinan jika belum mampu maka bisa kapan saja.

Nah kurang lebih itu pengertiannya, akhirnya kemarin hari Minggu, saya melaksanakan aqiqah Faya Cuma memang based on fam tradition from mum, kita melaksanakannya setelah bayi 40 hari tapi emang kemarin hari ke 46 soalnya pas hari ke-40, bu Haji yang doa-in kebetulan gak bisa. Untuk sembelih kambingnya sendiri, we decided to choose Rumah Aqiqah biar gak ribet, harganya juga cukup ekonomis sekitar 2 juta-an untuk ratusan tusuk sate dan puluhan porsi gule. Ada juga nasi box untuk tambahan mulai dari 10 ribu.


Since gak mungkin cuma makan sate gule aja *secara saya juga gak doyan kambing karena bau, jadi nyokap pesen catering juga untuk makan tamu, biasa di catering tante dini alias pak bono, pilih yang 25 ribu per porsi dapet nasi tentunya, kakap, ayam kodok dan capcay tambah kerupuk. Overall itinerary aqeqah seperti ini:

  1. Pengajian ibu-ibu dibuka sambutan, pengantar
  2. Mulai mengaji
  3. Shalawat sambil dede bayinya keliling rambutnya digunting sedikit dan di doa in lalu yang potong rambutnya disemprot parfum
  4. Ditutup doa kembali
  5. Rambutnya dicukur botak hehe
  6. *tambahan, dede bayinya disunat karena kalau anak cewe better pas bayi untuk buang semacam kotoran pada alat kelaminnya
  7. Makan-makan :D

Oh ya yang harus disiapkan adalah, semangkuk air dengan kembang, gunting kecil untuk potong rambut dan parfum. Alhamdulilah selama acara Faya gak terlalu “manja” tapi ya udahnya karena laper kali nya teuteup hehe tapi pas dicukur botak and disunat, dese gak nangis loh hehe *hebat.

Udahnya legaaaa terutama saya karena seperti lunas haha dan tentunya rempong beres-beres sampe tepar maksimal. Untuk aqeqah seperti yang udah dijelasin di atas hukumnya sunnah jadi kalau memang belum ada rejeki nya bisa nanti dan lebih baik hari ke-7 Cuma karena tradisi itu tadi jadi kita melaksanakannya di hari ke 40 *lewat dikit. Untuk disunat juga kalau dokter jaman sekarang gak suggest tapi saya sunat aja si Faya karena sebenernya Cuma dibuang semacam kotorannya sedikit dan dilakukan oleh bu haji yang emang udah expert jadi gak akan kenapa-napa.


That’s all sharing for today, semoga berguna.

Friday, 14 February 2014

Review: Jakarta Office Building


  1. Tamara Centre Sudirman
Akhirnya kesampean juga kerja di gedung perkantoran berlift :D. Gedung ini jadi gedung pertama saya kerja, terletak di jalan Sudirman, gedung ini termasuk gedung lama yang gak terlalu banyak lantainya. Waktu itu saya kerja di lantai 9, interior gedung nya betul sangat old school, bahkan wallpaper nya ada yang udah lusuh. Untuk keamanan standar saja, begitu masuk ada security detection dengan beberapa security. Gedung ini kurang nyaman, kenapa karena toilet nya tidak disertai shower untuk membilas, hanya di lantai tertentu aja termasuk lantai atas makanya pihak gedung menyediakan gayung di setiap toilet, repot ya apalagi kalau mau pup. Berhubung kantor saya gak menyediakan tempat solat maka kebanyakan orang solat di tangga darurat yang jelas-jelas kotor, mushola tersedia di belakang gedung dan sayangnya kurang terawat seperti mushola untuk driver satpam dll. Untuk ruangan kantornya cukup nyaman, meski kecil tapi untuk perusahaan baru dengan karyawan yang sedikit tampak pas. Begitu masuk hanya ada dua kursi untuk tamu menunggu, langsung menghadap ruang meeting. Pantry pun Cuma cukup untuk microwave dan kulkas, cubicle karyawan hanya cukup untuk 7 orang saja, ada ruang meeting dalam yang kecil dan ruangan bos terdiri dari 3 ruangan.

  1. Menara Jamsostek Gatot Subroto
Setelah 2 minggu kerja di Tamara, kantor saya pindah ke gedung ini yang lebih luas. Terletak di bilangan jalan Gatot Subroto, gedung ini terdiri dari menara utara dan selatan yang disambung tempat parkir dimana lantai paling atas terdiri dari food court roof top yang cukup keren namun agak mahal. Keamanan gedung standar, gak terlalu ribet, siapapun bisa masuk ke gedung. Di lobby ada café kecil yang kopinya lumayan murah gak terlalu mahal dan tempat makan, kebanyakan bank, BNI, Permata, Mandiri, Danamon untuk di menara utara. Kantor saya di lantai 10, dibanding Tamara jelas jauh beda karena gedung ini cukup baru, ruangan kantornya sangat luas, muat hingga 30 orang dengan 3 ruang meeting, ruang depan resepsionis, pantry dengan tempat duduk untuk makan siang, smoking room, ruang solat dan gudang kecil. Toilet nya juga nyaman. Kalau mau solat di tempat lain bisa di tempat parkir lantai 3 atau nebeng solat di mushola nya Citibank :D. Di basement juga ada food court murah meriah, di menara selatan juga ada tempat makan semacam café. Di sini juga ada Guardian dan mini market. Overall gedung ini nyaman banget.

  1. Sentral Senayan
Pasti terletak di Senayan, Jakarta Pusat. Terdiri dari 3 gedung yang connecting langsung ke Plaza Senayan. Keamanan gedung nya cukup ketat, selain karyawan yang punya ID card, pengunjung harus menukar KTP jika ingin masuk gedung. Saya agak lupa kerja di lantai berapa, berhubung kerjaan project dimana kantornya juga sewa ruangan jadi satu lantai itu ada banyak ruangan yang masing-masing disewakan kepada berbagai kantor, jadi satu ruangan banyak orang dan kantor meski gak terlalu crowded, ruangannya cukup lengkap, kalau misal ingin pake ruang meeting bisa sewa berapa dolar per jam, pantry sudah lengkap kopi teh creamer dll dengan microwave dan kulkas, ada juga copy machine. Untuk mushola di basement cukup nyaman, bahkan bisa tiduran disana hehe, ada colokan kabel pula. Ada enak gak enaknya connecting langsung ke mall, bisa cuci mata dan makan tapi kalau sekelas PS ya mau belanja apa sih :p, ada juga kantin murmer plaza senayan yang makanannya cukup beragam.

  1. Bursa Efek Indonesia Sudirman

Balik lagi ke kawasan Sudirman, keamanan di gedung ini cukup ribet, setiap kantor harus punya kartu akses gedung dan kartu akses kantor. Jadi tiap orang pake 2 ID card, pengunjung baru standarnya tuker KTP. Saya kerja lagi-lagi di lantai 10, di lobby seperti biasa ada beberapa bank, small café, starbucks, dll. Oh ya toko rotinya enak jual cream cheese blueberry bread hehe. Enaknya di gedung ini, tiap lantai ada mushola jadi bisa leyeh-leyeh tidur kalau bos gak lagi solat di situ. Di tempat parkir juga ada tapi kurang terawat. Kantin murmer yang menurut saya agak mahal ada di basement, gedungnya juga connecting ke Pacific Place, mall mahal lagi - - “”.

Tuesday, 11 February 2014

Annyeong Haseyo

Berhasil satu tahun kerja di Coal Trading Company di bilangan Gatot Subroto Jakarta Selatan hehehe. Cita-cita kantor impian sebelum lulus, gw dengan dandanan soft lengkap, eye shadow+blush on+mascara dll pake rok span, high heels gak lupa *eh med heels deng, gak mungkin gue pake high, masuk ke gedung perkantoran 50 lantai, naek lift di bilangan Sudirman Jakarta, gak masalah jenis perusahaannya apa. Akhirnya kesampean, awalnya kantor ini juga di Sudirman tapi setelah 2 minggu pindah ke Gatot Subroto.

Di kantor-kantor sebelumnya, kantor inilah yang berfasilitas lengkap. Yes, gw punya cubicle sendiri, PC kantor dengan high speed free internet access, pantry lengkap teh kopi even soft drink, jamsostek asuransi juga ada. Setelah pindah Jakarta April 2012, gak lama gw sign kontrak di perusahaan batu bara dimana yang punya adalah orang Korea. Karena gak ada tawaran ok lainnya, ya gw terima aja. Kali ini gw sebagai sekretaris konsultan yang notabene orang Chinese Surabaya, bapak-bapak, masih muda, lumayan ganteng. Bos Koreanya ada 4 orang, direktur, trading, finance dan logistics. Koreanya rese semua hahaha, gw baru tau kalau agamanya orang Korea itu kerja karena mereka gak kenal waktu, after office hour udah biasa dong, Sabtu Minggu, hoahemmmm.

Ilmu coal trading yang gw dapet sangat bermanfaat tapi kerjaan adminnya so boring, paling soal reservasi tiket pesawat dan hotel yang dibikin ribet karena si bos nya rese. Sebelumnya udah gw jelasin mengenai coal trading company di blog ini but let me share again shortly. Jadi perusahaan batu bara dimana tempat gw kerja kemarin sebenernya lebih ke pihak ketiga untuk penjualan makanya gue sebut trading, mereka gak punya tambang sendiri even mereka kerjasama perusahaan trading lainnya yang serupa. Owner nya asli orang KorSel yang sebenernya gak ahli-ahli banget di bidang ini, pemegang saham lainnya adalah si bapak konsultan yang sekretarisnya gw.
di luar kerjaan, mereka emang asik diajak gosip :p

Flow penjualan batu bara pada awalnya tentu marketing jalan jual batu misal ke pabrik A yang butuh batu bara buat support. Kalau udah ok, buat Offering Letter untuk menentukan kapan batu dikirim, pake surveyor apa (surveyor tugasnya analisis batu supaya spesifikasinya sesuai dan support si pabrik) dll, lalu giliran legal yang jalan buat bahas kontrak, berapa lama mereka akan beli batu kita, kalau kualitas batu nya jelek bagaimana, dll. Udah ok sign kontrak kedua belah pihak, baru departemen  trading jalan, komunikasi sama klien dan pihak ketiga kaya surveyor, oh ya kita juga ambil batu nya dari mana apa langsung dari tambang atau perusahaan lain yang serupa. Nah gw giliran kerja adminnya.

Overall kerjaan gw adalah:
  1. Support bapak konsultan, mostly buat FCO (full corporate offer) nawarin batu dan supported docs lainnya kaya COA, COO dan lainnya.
  2. Reservasi tiket pesawat dan hotel *kenapa ribet karena mereka rese soal harga, pengen dapet yang murah, kedua mereka suka merubah jadwal seenak udel, ketiga mereka suka ganggu di wiken buat pesenin tiketnya, keempat mereka gak ngerti soal high season *can you imagine that tapi bos konsultan gw gak terlalu rese soal ini alhamdulilah
  3. Bikin surat, report, dll *pokonya juru ketik haha
  4. Bantu kerempongan general affair :p dan keterbatasan resepsionis
  5. Bantu manajer trading yang aneh hehe

Kesulitan awal pas gawe disana ya itu soal reservasi yang bikin gw stress juga tapi untung dibantu jadi ya lumayan lah meski sempat menimbulkan konflik, resenya ditambah orang korea yang gak mau ngerti. Yang lainnya cingcay lah malah gw merasa memberikan kontribusi lebih di sana *ciye. Si bapak konsultan gak full dateng seharian di kantor, kadang sore banget, kadang gak dateng apalagi menjelang gw resign dia dateng Cuma seminggu sekali karena sering ke luar kota juga. Oh ya gw juga sempet stress waktu ada proyek jual batu ke Malaysia karena proyeknya punya si bos konsultan makanya manajer trading seperti gak mau repot mengalihkan kerjaannya ke gue. Ya gue bukannya gak mau bantu tapi masa gue yang cuma level staf doang disuruh memutuskan sesuatu, ya bukan wewenang gue dong.

Memang kantor gw yang satu itu cukup aneh, karena manajemennya kurang rapi jadi masalah job desc juga agak gak jelas, belum confidentiality nya juga gak ada jadi cek-cok masalah gaji. Yang lebih aneh, gak boleh sakit loh hahaha jadi kalau sakit harus ijin dulu ke manager, kalau mau ke dokter harus setor muka dulu ke kantor *silahkan kalau mobil kantor bisa jemput ke kost an saya hahaha.

Gue juga rada kapok kerja sama expats apalagi gw merasa Korean are worst than Japan and China. Mereka tuh gak polite, ngomong teriak-teriak, pintu ruangan sering dibanting, pernah kejadian berantem udah mau lempar vas bunga haha, gak ngerti sama situasi Negara Indonesia *berasa di kampungnya. Tapi alhamdulilah gw survive setaun Mei 2012 sampai Mei 2013 hehe, gw merasa gak akan bisa berkembang lagi kalau di sana dan gw hamil juga dimana gw merasa work enviromentnya akan bikin gw lebih stress lagi kalau lanjut. Di sana kadang kalau santai bisa seharian internetan, kalau sibuk bikin rambut jadi lebih keriting hahaha. Kayanya gw cukup dapet ilmu soal reservasi-reservasian dan trading ya untuk kerjaan yang bisa dibilang santai dengan gaji yang lumayan memang sebenernya lumayan juga tapi you know me lah hehe, di sana juga kalau ulang tahun, married dan keluarga ada yang meninggal dapet tunjangan dari kantor. Kemarin pas kawin dapet 3 juta hahaha lumayan ya emang si bos pada gak ngasih angpao lagi Cuma satu orang yang ngasih hehehe. Jadi ya cukup berkesan di sana, berkesan karena bisa nabung banyak buat kawin :p

^mantanku kawin duluan *lagi …

“Sil, jangan lupa COA COO yang biasa dokumen deh pokoknya, discan, dicopy terus di-filing ya” Pak Yana – Manager Trading

“Oke pak, as usual.” Sisil – Sekretaris

Sebagai seorang sekretaris di coal trading dengan empu orang Korea, kayanya gue terlalu baik deh. Masa iya jadi asisten manager trading juga, bantuin finance rapiin bon, kadang bantuin resepsionis yang jago banget bahasa Inggrisnya kalau ada tamu bule, padahal kan tugas gue itu sebenernya adalah asisten bapak konsultan yang ganteng itu. Tapi ya sudah lah, meski ngedumel, gak kerasa juga udah hampir 2 tahun gue disini.

“Woy, bengong mulu mba, makan yuk, pasti lagi mikirin mantan abis kepo ya.” Astrid – Staf Admin.

“Siaul lu, tapi iya nih ah gue jadi galau.” Sisil.

“Tuh kan bener kata gue, nape lagi sih?” Astrid.

“Masa mantan gue, si Andriansyah udah lamaran lagi, kemarin gue liat tuh foto-fotonya di facebook, keduluan lagi gue, pertama si Fandri terus si Sandi eh sekarang si kunyuk itu, lah gue kapan!!” Sisil.
“Hehehe makanya mba cari calon yang jelas biar langsung dikawinin, hahaha.” Astrid.

“Ah basi lu, makan bakso malang aja yuk di bawah.” Sisil.

“Dimane?” Astrid.

“Di belakang, di bawah dudul.” Sisil.

Gue pacaran sama Fandri tahun 2009 di kantor lama, cuma setaun aja, putus soalnya kurang cocok dan dia kayanya kurang kaya. 2013 kemarin dia kawin sama orang sekantor juga even beda lokasi akhirnya karena gue sakit hati *bukan karena gue masih cinta sama dia, gue pindah kantor ya bertepatan dengan tawaran baru di perusahaan batu bara tempat gw kerja sekarang. Gosipnya ya tentunya sakit hati gara-gara mantan duluan.

Sandi sebenernya pacar lama gue pas kuliah, masa iya di kawin juga di tahun 2013 sama abg pula *ah sebel. Eh si kunyuk Andriansyah yang gue pacarin taun 2012 masa iya mau kawin juga kayanya, kemaren gue iseng liat facebooknya dan ada foto lamaran sama cewe barunya. Gue kapannnn Tuhannnn.

-          Robby
R V . gimana kabarx?
R V . skrg gawe dmn
R V . PING!

Perlu gak sih gue bales bbm nya dia. Dia siapa? Dia Robby, I don’t know what’s on my mind, dia tuh Cuma kurir di kantor lama. Ya emang super ganteng kaya Dude Harlino tapi ngapain ya gue dulu deket sama dia, mana ternyata dia udah punya cewe lagi di kampungnya. Ah kehidupan cinta gue begitu madesu.

Offering Letter V done
COA V done
IUPPK V done

All done tinggal di ttd pak bos, jangan lupa cap, scan lalu email.

“Ngapain lo, mba komat-kamit gak jelas?” Astrid
“Komat kamit, ini kerjaan gue, daripada elu online shop mulu.” Sisil

“Yah sirik aja lo mba, eh gimana si Androt, jadi kapan dese kawin.” Astrid

“Au ah lo pikir gue emaknya hehe.” Sisil

“Aih sensi bener mba e ku yang cantik, itu cewenya yang kemaren?” Astrid

“Kemaren sore, itu abis putus sama gue, dia jadian sama temen SMA nya, gak cantik, biasa aja, tua mukanya hehe.” Sisil

“Oh sama yang itu, lo pernah nunjukkin ke gue kan mba?” Astrid

“Bukannnn, makanya gue esmosi jiwa, mereka putus karena udah gak ada update-update an berdua lagi, nah pas beberapa bulan lalu si kunyuk tuh upload foto cewe di facebook, huaaa cantik eh tapi gue juga cantik dong lah kemaren dia ke Solo lamaran, ada fotonya juga meski gak jelas.” Sisil

“Oh gitu ceritanya, ya udah lah mba, mending lo buruan deh cari cowo siapa kek gitu.” Astrid

“Masa sama si kurir.” Sisil

“Ya jangan dong.” Astrid

Kehidupan percintaan gue emang gak semulus jalan tol, 3 mantan yang udah pada kawin bikin gue nge-drop, belon lagi digosipin di kantor sama si kurir dan gue juga dulu pernah selingkuh. Mungkin ini hukum karma tapi di balik itu semua, gue sukses di karir gue, di saat temen-temen gue Cuma kerja di perusahaan nanggung, gue kerja di perusahaan asing yang gajinya juga lumayan banget, gue udah mulai cicil rumah, gue udah punya motor, kayanya kalau dari harta udah lumayan lengkap tapi cinta, NOL.

-          Ety
V R eh pa kabar lo Sil? Gue ada gossip baru

-          Sisil
V R gossip apa, berikan padaku hahaha
-          Ety
V R jiahh giliran gossip aja nomor satu, eh si mantan lu itu udah beranak loh hehe *gak penting.

-          Sisil
V R aih gak penting bener, kalau si Robby gimana kabarnya ya, lo ada tau gak?

-          Ety
V R aih Robby masih dipikirin aja, gak tau  gue, secara dia kan udah cabut juga.


Ring Tone – Avril Lavigne – I Wish You Were Here

Eh, Keu ngapain nelpon gue malem-malem, galau ya hahaha? (Sisil)
Ah kamyuuuu, ini ada promo ke Thailand pake Tiger, yuk cap cus, gue udah lama gak liburan ke luar. (Keke)
Males ahhhh, cicilan rumah gue belum lunas. (Sisil)
Ah lu mah, mumpung muda dan bergaya mari kita liburan sebanyak-banyaknya. (Keke)
Ya gue pengen sebenernya tapi ntar aja deh. (Sisil)
Ah lo mah jawabannya dari dulu begitu, ya udin deh gue mau bobo ngantuk. (Keke)
Iye sana bobo. (Sisil)

Lift Kantor, Plaza Bapindo – Sudirman Jakarta

Cewe-cewe menor pake high heels dan rok span pendek item, masuk lift Cuma ngomongin gini – “Tau gak si Erna tuh enggak banget, katanya gawe di perusahaan international, masa baju nya dari ITC semua sih apalagi rambutnya tiap hari berantakan kaya gak sisiran, hello dicatok napa hahaha.”

Gue sebel banget sama orang yang terlalu mementingkan penampilan, yang penting smart menurut gue, dari dulu gue bukan shopaholic dan traveler. Sayang uangnya, lebih baik di invest deposito. Malah sekarang di umur gue yang ke 26 ini, gue udah mulai cicil rumah dan punya motor, urusan senang-senang bisa belakangan.

“Ngelamun mulu nih.” Deni.

“Eh, gue gak liat lo, gak ngelamun kok, ngantuk doang.” Sisil.

“Hehe, eh jadi kapan nih ngopi-ngopi bareng, dari dulu gak kesampean kayanya.” Deni.

“Oh iya ya, Jumat besok deh pulang kantor ya.” Sisil.

“Great idea, ntar gue bbm elu ya, gue duluan ya.” Deni sambil keluar lift.

“Okey bye.” Sisil.

Deni, anak kantor lantai atas, oil company punya Malaysia, katanya si Astrid sih suka sama gue tapi entah kenapa gak nge-click aja, no chemistry. Emang gue belum pernah nge-date sama dia juga.

“Neng, Jumat besok gue mau jalan sama si Deni tea.” Sisil

“Waaaa akhirnya mba hehe, ya udah napa, emang gak ganteng-ganteng banget sih tapi lumayan lah yang penting gawe dan se-iman deh.” Astrid.

“Gaya lo wise banget.” Sisil.


Starbucks Plaza Semanggi, Jumat 7 Februari 2014, Green Tea Freeze tampak enak banget kali ini, apa mungkin karena ditemenin Deni yang order Hot Frappucino. Obrolan kita quite smooth, semoga berjalan lancar ke depannya.

Monday, 10 February 2014

Baby Stuff

Hola, mau sharing yang kudu dibeli buat bumil yang rencana belanja karena udah 7 bulan :D, kalo kemaren gw gak pake list, bermodalkan gugling dan memori ingatan dalam otak hehehe, berikut yuk mari:


  1. Baju bayi yang penting terdiri dari 4 jenis: baju kutung untuk daleman, baju tangan pendek untuk siang hari, baju tangan panjang untuk malem, celana panjang, masing-masing selusin aja. Nyokap sih wanti-wanti beli yang ukuran agak besar supaya kepake lama karena bayi cepet gede tapi karena baju kutung all size untuk newborn yam au gimana lagi, untuk baju lainnya gw pilih ukuran L, untuk celananya S karena yang L gede banget kaya buat anak 2 tahun. Oh ya belinya juga jangan terlalu banyak karena kepakenya lagi-lagi Cuma bentar, minimal untuk beli awal selusin per jenis juga udah cukup. Gw gak beli celana pendek karena merasa belum perlu dan lagi musim hujan juga.
  2. Bedong atau kain flannel juga beli satu lusin aja atau boleh lah 2 lusin kalau nyuci nya jarang-jarang takut gak kering karena lagi-lagi Cuma bulan-bulan pertama bayi dibedong.
  3. Gurita, 6 pcs cukup karena dokter jaman skrg gak merekomendasikan bayi pakai tsb
  4. Popok, satu lusin dulu karena biasanya pakai pampers hehe
  5. Kaos kaki tangan sepatu bayi + topi, 3-5 pasang cukup
  6. Selimut, untuk tidur dan pergi yang bertopi
  7. Handuk + Waslap @ 2 pcs
  8. Jumper, 5-7 pcs cukup *buat pergi imunisasi :p
  9. Slabber soalnya suka olab, 2 pcs
  10. Bantal Guling satu set/ kasur bayi biasa+bantal guling
  11. Bantal peyang
  12. Tas bayi
  13. Perlak
  14. Alas perlak, setengah lusin cukup
  15. Gendongan
  16. Baby products: sabun, sampo, minyak telon, baby oil, talk, baby lotion, baby cologne
  17. Gunting kuku, sisir, nasal respirator, thermometer, tempat talk
  18. Botol susu 120 ml *in case di rumah sakit asi nya gak keluar jadi kudu dipompa atau dede bayi gak bisa disusuin langsung jadi mesti dari dot
  19. Bak mandi, keranjang utk baju, tempat sampah tertutup utk pampers bekas, gantungan jemuran
  20. Pampers newborn, pembalut maternity, baju kancing depan, gurita ibu yang cuma gw pake seminggu doang karena efek pengap operasi --"
  21. *Gak terlalu penting dan bisa dibeli nanti: Stroller, Kasur Bayi Besar/ Box Bayi, Gendongan depan.

Tambahannya in case bayi membutuhkan sufor utk tambahan: termos, tempat susu takaran , botol susu 60/120 ml utk cadangan dan minum air putih setelah mimi.


Semoga berguna.

Thursday, 6 February 2014

Finally Banker

Bokap gw cukup terobsesi anak-anaknya kerja di bank karena selain prestige gw baru tau kalau di bank itu udah pasti tiap taun naik gaji beserta rapelannya dan dapet bonus, belum tunjangan lainnya. Jadi sebenernya gak terlalu masalah gaji gak gede bangettttt asal plus-plusnya juga ok. Sebenernya gw ditawari kerja di Citibank via outsource di awal taun 2008 Cuma karena masih skripsi dan ngejar lulus cepet, begitu training ngeliat kerjaannya begitu akhirnya gak gw ambil hehe dan bokap pun kuciwa.

Di awal taun 2011 juga sebenernya gw udah keterima di Woori Bank, Korean di Jakarta kantornya Sudirman pula tapi yah you know lah kondisi gw saat itu *wkwkwk, lalu gajinya 2,8 memang ada plus-plusnya dikit tapi masa Cuma beda 300 ribu sama gaji gw di pre-school dan itu tawaran 2 taun lalu dan ini kawasan sudirman yang serba mahal, kost aja hampir sejuta saat itu belum biaya transport dan lain-lain, nego gaji 3 juta pun gak bisa dan akhirnya gak gw ambil padahal waktu itu udah booking kost an, udah packing satu koper tapi ya takdir berkata lain *halah.

Akhirnya setelah test ribuan bank *lebay dan masuk test ODP satu-satunya *karena anak sastra disqualified di Bank Muamalat, gw pun keterima di Bank of India Indonesia yang saat itu namanya Bank Swadesi bulan Sept tahun 2011. Jadi apa? Ya CS lah apa lagi kalau anak sastra mah mentoknya di situ untuk posisi awal tapi udah alhamdulilah banget dan kayanya bokap lega juga hehehe.

CS kerjanya apa? Pasti udah tau lah standar, semua orang udah pernah ke bank dong tentunya, kalau mau buka rekening atau komplain kan ke CS dulu. Alhamdulilah juga karena cabang baru dan personilnya Cuma sedikit jadi kerjaan gw gak di CS aja lagipula kalau Cuma ngurusin kerjaan CS ya santai banget wong nasabahnya masih sedikit. Overall ini kerjaan gw waktu di bank indihe chaya chaya hehehe:

  1. Melayani nasabah untuk pembukaan penutupan rekening tabungan, giro, deposito, dan lainnya.
  2. Mengenalkan produk bank dari mulai tabungan, giro, deposito.
  3. Menerima komplain, memberikan solusi kepada nasabah.
  4. Melaksanakan administrasi yang berhubungan dengan nasabah.
  5. Support back office, teller dan pincab.

Ya intinya pokoknya ngebaik-baikin nasabah biar dikasih molen kartika sari haha sama kain *lokasi kantor di pasar baru :p. Banyak banget ilmu yang gw pelajari di sana, ya stress pasti soalnya di bank kan ribet semua ada prosedurnya dan setiap transaksi dan lainnya harus konfirmasi dan otorisasi. Di sana gw belajar jadi teller *smaput grogi ngitung duit puluhan juta depan nasabah yang nunggu depan muka kite haha, sortir uang, lalu untuk back office, bikin voucher hihi, input data laporan bank umum untuk bank Indonesia dan untuk pincab ya disuruh apa weh mau contohnya jadi penerjemah direksi India hahaha.

Yang memorable, suasana kekeluargaan yang kental, how I miss it. Kerjaan yang dari awal bareng-bareng dirintis, training, kantor baru, nyiapin kantor baru itu tadi pasti berkesan kaya waktu di pre-school. Inget banget magabut karena kantor belum buka soalnya belum ada approval dari BI jadi nonton dvd atau pulang cepet, makan snack bareng-bareng, karaoke setelah jam tutup kas *maksudnya pasang music kenceng-kenceng lalu kita teriak nyanyi gak jelas haha, lembur tanpa beban Cuma nemenin spv aja, cuci mata ke lantai atas sekalian belanja haha.


Terus kenapa resign lagi put? Minggu masuk huaaa, padahal udah di-mind set anggap aja jalan-jalan kan kantornya di shopping center dan CS pun kerjaannya dikit banget kalau ada nasabah mau transfer dollar ke Rupee aja tapi tetep ya gak ngaruh soalnya yang namanya kerja ya kerja booo - - “. Tapi di sana the best I’ve ever had :D. Jadi selanjutnya kemana put, I am back to Jakarta biar deket si pacar ganteng *halah.

Sunday, 2 February 2014

Back to School

Ini bukan blog yang membahas gw kembali ke bangku kuliah as I wish, kapan ya bisa kuliah S2 atau short language course ke ostrali *amin-in aja, blog dengan label work experience berarti sharing kantor-kantor yang pernah gw jamah selama 7 tahun ke belakang.

Ya setelah cukup stress di mitrashitttt :p, gw pun akhirnya cari aman gawe di sekolahan lagi, alhamdulilah gak sampe sebulan gw kerja di sebuah children learning centre di daerah burangrang. Institusi pendidikan ini terdiri dari playgroup, TK, dan beberapa kursus anak (calistung, gambar, balet dan lainnya). Tentu gw jadi admin lagi dong di sana, meski gaji seupil dan sabtu kerja setengah hari tapi somehow gw menemukan semangat kerja dikelilingi anak-anak. Seupil soalnya di mitrashittt itu gaji gw gede banget dan disini gajinya standar bandung banget yang sesuai umr meski degree gw sarjana *kekurangan kerja di Bandung makanya banyak orang kerja di Jakarta.

Di sekolahan ini kalau liat dari fasilitas sih biasa aja, mengedepankan system Montessori sebagai kojonya. Memang cukup dibilang keren lah untuk “pre-school” di Bandung, report pakai bahasa Inggris, teachernya juga dituntut untuk “internasional” hehe tapi kalau dibanding pre-school lama gw di gading, rada jauh. Sebagai admin tugas rada sedikit berbeda dibanding yang lama tapi ya intinya sama:

  1. Pendaftaran, pembayaran, isi form, siapin seragam buku dll soal murid Cuma disini kebanyakan ortu bayar nya cash jadi gw semacam kasir atau teller. Lumayan juga dapet ilmu sampe itung duit 20 juta dan gw belajar pakai mesin debit.
  2. Assist guru dalem kelas *standar itu mah
  3. Inventory seragam buku *mainan bagian guru :p
  4. Malah urusan marketing promosi nya gak terlalu gembar-gembor, mungkin karena udah banyak murid di ekskul jadi mereka tetep dapet pemasukan
  5. Kerjaan standar admin, bikin report


Kerjaannya gampang banget sih, urusan pegang duit juga gampang asal teliti aja. Oh ya owner dari sekolah ini adalah ibu-ibu yang tinggal di Singapore dan juga ibu-ibu anak dari yang punya salah satu perkebunan teh di Bandung, hmm keren sih hehe, konon katanya ada beberapa teacher yang ke Singapore buat ikut workshop. Bedanya lagi tiap outing gw diikut sertakan karena emang kurang orang buat ngejaga anak lalu kalau di sekolahan lama gw dituntut untuk stand by di depan termasuk jam istirahat kalau disini agak santai, jam istirahat full satu jam silahkan dipakai untuk makan dan lainnya, di depan siapa? OB atau wakaseknya. Overall sebenernya betah ya emang sih gw merasa dianggap nya gw anak baru yang baru melek di sekolahan padahal sebelumnya gw udah ada pengalaman 2 ½ tahun. Disini gw bertahan 7 bulan hehe karena kebeneran dapet tawaran di bank yang tentu gajinya beda dan dapet jamsostek juga asuransi. Jadi pindah lagi yuk mari ahaha.

Saturday, 1 February 2014

Worked in IT Company

New label new spirit v^^, setelah memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak di pre-school gading, gw pun kembali ke Bandung dengan alasan masa depan *saat itu :p. Bulan September 2010 gw kembali bekerja di IT company dimana kantor pusatnya di Bali, mereka punya cabang di Jakarta dan akan membuka cabang baru di Bandung. Hal pertama yang bikin gw excited adalah training di Bali *alasan yang salah untuk mengambil pekerjaan :D dan berangkatlah gw ke Bali pas hari ulang tahun ke-25 *itung-itung hadiah ultah hihi, sendiri, perdana naek pesawat *oke sip. Gw menerima kerjaan ini setelah menunggu kurang lebih 2 bulan karena kepotong bulan puasa, sayang juga setelah bbrp hari kerja, tawaran dari BRI cabang kopo pun akhirnya ditolak meski outsourcing sempet rada nyesel karena rekrutmennya udah diikuti lumayan lama.

Perusahaan ini bergerak di bidang IT seperti judul di atas, ownernya Australian yang memang udah lama tinggal di Bali, mereka jual software untuk mining, rumah sakit dan lainnya. Tidak hanya menjual software namun menggarap system informasi sedemikian rupa agar terintegrasi *halah. Gw kerja sebagai staf administrasi *judulnya, kerjaannya ya general affair lagi *hadeuh. Padahal gw sebel banget kerjaan operasional alias lapangan, lebih demen duduk di meja ngadep kompi ngetik berjibun dokumen ampe mata tileng hehehe tapi apa daya, nasib mengatakan sebaliknya, dapet kerjaan GA lagi perusahaan baru lagi.
Sebelum berangkat ke Bali, feeling gw emang udah kurang enak entah kenapa. Excited jelas soalnya gretongan bisa ke Bali taunya bener dimulai dari kondisi macet parah pas perjalanan ke bandara dan delaynya pesawat. Saat training ternyata kerjaan gw buanyakkkkk bangetttt *ampun dj apalagi pas balik Bandung, ternyata gw sendirian ngurus ini itu kesana kemari pake kendaraan umum bawa laptop segede gaban.

Intinya sebenernya kerjaan gw adalah mempersiapkan cabang baru Bandung dimana mereka akan memulai project besar dengan sebuah rumah sakit besar dan terkenal di daerah dago, yang memorable kaya begini kerjaan gw:
  1. Cek mess buat orang IT, dari mulai sarapannya, bayar tagihan telp dan speedy, ngurus transportasi buat mereka, kadang jadi tour guide kalau mereka mau jalan kemana karena mostly orang Bali, dan lainnya.
  2. Ngurus petty cash yang ditransfer ke rekening pribadi *ampunnn ni kantor.
  3. Beli ini itu, mulai dari beli rinso buat pantry di kantor, beli ac, beli toilet, beli aki, pesen wallpaper, beli anggrek, jeung sajabana. Waktu beli pake kendaraan apa put, taksi dong - - “
  4. Cek ruko buat cabang yang ternyata belum ready dan belum dibayar oleh kantor hahaha gak lupa dong sama kontraktor nya buat renovasi sedikit aja.
  5. Support legal, finance, hrd kantor Jakarta dan pusat. Kalau legal, ngurus surat domisili, urusan legal sama yang punya ruko, ke kantor kelurahan, dll. Kalau hrd, jadwalin interview, ngurus file hrd dan finance tentunya bikin laporan petty cash *mantapppp.
  6. Nungguin ob dari bali ampe malem dan anterin ke kantor - - “


Akhirnya setelah sakit dan stres berkepanjangan, gw resign juga. Gak sanggup rasanya, juga aturan perusahaan yang ribet dan lokasi kantor yang jauh di Surya Sumantri memantapkan gw untuk cari yang lain saja karena mereka awalnya bilang kantornya di dago. Kadang suka nyesel ngambil kerjaan yang satu ini tapi kalau gw gak kerja disini, gw gak ke bali atau belajar general affair ya semua emang ada pengalamannya. Untuk dapet ilmu soal IT sih gak dapet karena itu bagian dari para engineer, si bos bule juga adanya di Bali yang Cuma segelintir, big boss apalagi nongkrongnya di ostrali, di Jakarta kayanya 1 apa 2 orang ya si para bule itu. Di sini gw hampir setengah tahun-an oh iya di sini juga gaji gw lumayan gede, Bandung dapet 3 juta taun 2010 tapi ya nominal sebanding dengan kerjaannya yang ribet jadi gw berprinsip bahwa nominal bukanlah segalanya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...