Monday, 26 September 2016

SIM

perpanjang sim A di kab bdg

duh yg perpanjang berarti ultah dong hahaha, memperpanjang identitas biasanya di hari lahir tapi ya ada jg yg enggak..

anyway sorry been busy lately *tsahhh, finally I get permanent job yg paymonth nya agak waras dibanding kmrn, tapi alhamdulilah sih bisa observe handle kids for the last 3 mos, ilmu saya nambah lagi

anyway sutra lah gak perlu dibahas ya, di hari ulang thn ini saya gak minta kado cuma minta diantar urus sim hahaha kasian bener

stlh mendengar berita bhw memperpanjang sim daerah kabupaten tdk perlu ke soreang...hore hanya perlu ke kopo square kemudian beredar isu ke taman kopo tapi ..

jadi begini saya pertama kali buat sim mgkn umur 20an which is almost 10 y ago *tua ya memang, sekalian les nyetir dan nembak, jaman dulu masih musim nembak yg penting bayar

kemudian sim exp di tahun 2011 persis 2 mg klo gak salah sblm ke jakarta, karena ktp saya domisili kab bandung maka untuk pembuatan dan perpanjang sim ada di polres soreang yg nun jauh disana namun tyt skrg tidak perlu kesana

pagi hari tadi biasa saya pergi jam 1/2 7 menuju taman kopo krn poho aka lupa fotokopi ktp maka lah nunggu dulu sementara yg lain udah nge tag in dg cara simpen stnk di meja

btw cara ini gak efektif y knp sih gak pake nomor aja, kan gak ketauan siapa yg dtg duluan

kemudian ke counter utk cek sim tyt saya msh kudu ka kopo square et dah ongkoh tutup cenah kumaha sih..jd utk sim masih bisa di koposq kecuali utk stnk

Jadi prosedur utk memperpanjang sim di kab bandung:
1. Dtglah ke kopo square dekat rm mang engking, kalau pagi lewat jl kopo, dtglah sblm jam 8 jika ingin dapat antrian awal, loket dibuka jam 8
2. Siapkan fc ktp saja dan sim asli expired tentunya,  kalau mau bawa map biru dr rumah bawa saja tapi bisa beli di kantin outlet
3. Setelah buka, anda akan diminta mengumpulkan fc ktp saja, klo kmrn krn gak bw map saya beli 2rb saja di kantin
4. Kemudian menunggu dipanggil hmm krn kmrn pas dtg udah ada 10org maka sy nunggu sekitar 20 menit
5. Setelah dipanggil anda berikan map yg sudah dibeli kemudian petugas akan memberikan tarif, alamat saya kopo permai, extend sim a sebesar 140, bapa di samping rmh ciburial biayanya 135 hmm
6. Kemudian duduk lagi utk dipanggil dan difoto sekitar 15 menit
7. Panggilan kedua siap utk difoto, krn pake kacamata maka saya buka kcmt nya, kemudian menempelkan jempol kanan, ttd elektronik dan foto sambil verifikasi data oleh pak polisi
8. Kemudian duduk kembali selang brp menit jadilah sim nya voila

Outlet sim kopo square
Rm mang engking
Weekday 8-11 siang
Sabtu 8-10 pagi
Sim A Rp 140,000 sesuai domisili

Sekian dan terima jadi as always fotona butut..see you on 2021 waw..

---

Monday, 12 September 2016

Episode 9

Rendra was kinda my ex colleague, when I met him at first, dia adalah rekan kerja yg sangat perfeksionis, bawel untuk ukuran seoranng pekerja pria dan sangat teliti, yang jarang ditemukannya dalam diri seorang pria. Bukannya tidak ada namun jarang.

My project was a promotion of new non formal education for earlychildhood program with him. Setelah project selesai, well dia hanya perfect soal kerjaan aja ternyata, hidupnya ya gak perfect orang cerai juga kok, duda juga *lol*. I think half of adult Jakarta were divorcee.

Saya ingat hal yang menguatkan saya ketika bercerai, adalah tidak pernah menangis untuk seorang lelaki kecuali lelaki itu adalah ayah dan anak. Karena dulu saat menikah yg saya lakukan adalah menangis dan menangis hingga sampai di satu titik I said this to my spouse.

"Mau berapa belas atau puluh kali lagi kamu buat saya nangis"

-tbcont-

Wednesday, 7 September 2016

Critical Eleven

Halo September duh 31 euy hahaha, asa lama ya dan riweuh since back to teaching aid anyway Thanks to Puji yahh..

Finally a book again from Ika, always a fan.. And there are the great sentences

I admire people who have ability to sit still, krn aku tdk bisa, bertahun2 menyibukkan diri dg sesuatu, krn setiap diam my mind would start to wonder to places i dont wanna to be.

Jakarta..whats to love, macetnya padatnya polusinya berjam2 di jalan

Im talking like a pathetic drunk woman, menceritakan hal sederhana ini sj hrs memutar2 entah kemana

Istri itu seperti biji kopi, kita sbg suami yg membuat kopi jika memperlakukannya tdk tepat rasa terbaiknya tdk akan keluar, aroma khas asli nya tdk keluar. Butuh lebih dr 2 th baru Ayah memperlakukan Ibu seperti seharusnya, memang butuh belajar waktu yg lama seperti membuat kopi.

Anya tdk pernah ngamuk marah-marah, memaki, dia justru tenang memperlakukan gue hampir tdk ada. Jauh lebih parah, tdk pernah memulai ngobrol, dia cm hidup di rmh inii, gue hidup di rumah ini.

Istri gue yg cool itu berhasil membangun tembok tinggi di sekeliling dia, yg udah berkalikali gue dobrak panjat segala macam. Tiap gue mulai bicara utk minta maaf atas ketololan gue waktu itu, dia selalu bersikap dingin dan cabut kemana sj kecuali mendengarkan gue.

Kata orang, waktu akan menyembuhkan semua luka namun duka tdk semudah itu bisa terobati oleh waktu. dalam hal berurusan dgn duka, waktu jutsru sering menjadi penjahat kejam yg menyiksa tanpa ampun.

In life there are no heroes and villains, only various states of compromise, apakah seseorang itu bagi kita tergolong pahlawan atau penjahata tergantung seberapa besar kita mau berkompromi dg nilai yg dia anut.

Marriage is like a gambling, lebih berisiko drpd berjudi, when we win we win big, when we lost we lost more than everything, we lost ourselves and theres nothing sadder than that, is this me, cutting my loss or is this me, losing my mind?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...