Wednesday, 7 September 2016

Critical Eleven

Halo September duh 31 euy hahaha, asa lama ya dan riweuh since back to teaching aid anyway Thanks to Puji yahh..

Finally a book again from Ika, always a fan.. And there are the great sentences

I admire people who have ability to sit still, krn aku tdk bisa, bertahun2 menyibukkan diri dg sesuatu, krn setiap diam my mind would start to wonder to places i dont wanna to be.

Jakarta..whats to love, macetnya padatnya polusinya berjam2 di jalan

Im talking like a pathetic drunk woman, menceritakan hal sederhana ini sj hrs memutar2 entah kemana

Istri itu seperti biji kopi, kita sbg suami yg membuat kopi jika memperlakukannya tdk tepat rasa terbaiknya tdk akan keluar, aroma khas asli nya tdk keluar. Butuh lebih dr 2 th baru Ayah memperlakukan Ibu seperti seharusnya, memang butuh belajar waktu yg lama seperti membuat kopi.

Anya tdk pernah ngamuk marah-marah, memaki, dia justru tenang memperlakukan gue hampir tdk ada. Jauh lebih parah, tdk pernah memulai ngobrol, dia cm hidup di rmh inii, gue hidup di rumah ini.

Istri gue yg cool itu berhasil membangun tembok tinggi di sekeliling dia, yg udah berkalikali gue dobrak panjat segala macam. Tiap gue mulai bicara utk minta maaf atas ketololan gue waktu itu, dia selalu bersikap dingin dan cabut kemana sj kecuali mendengarkan gue.

Kata orang, waktu akan menyembuhkan semua luka namun duka tdk semudah itu bisa terobati oleh waktu. dalam hal berurusan dgn duka, waktu jutsru sering menjadi penjahat kejam yg menyiksa tanpa ampun.

In life there are no heroes and villains, only various states of compromise, apakah seseorang itu bagi kita tergolong pahlawan atau penjahata tergantung seberapa besar kita mau berkompromi dg nilai yg dia anut.

Marriage is like a gambling, lebih berisiko drpd berjudi, when we win we win big, when we lost we lost more than everything, we lost ourselves and theres nothing sadder than that, is this me, cutting my loss or is this me, losing my mind?

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...