Wednesday, 7 November 2012

Word Analysis Part 1


Ini udah janji dari kapan taun baru terealisasikan sekarang. Pemilihan subjek ini saya akui tidak menarik, karena cukup desperado dan dikejar waktu untuk cepet lulus jadi saya pilih kata Mean. Kenapa? Pertama karena bisa sebagai  Noun, Verb and Adjective. Lalu ada juga penggunaannya yang menambah akhiran dank arena subjek saya juga adalah Translation maka pergeseran penerjemahan juga menjadi bahasan skripsi saya. Hal yang terakhir yaitu, ternyata penggunaan kata ini juga mempunyai beberapa makna.

Sumber data adalah dari 3 novel yang berbeda. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, novel untuk semua umur namun lebih ditujukkan untuk anak-anak. Angels & Demons, novel khusus dewasa berlatar belakang science fiction, dan yang terakhir adalah Devil Wears Prada adalah chicklit ditujukkan untuk wanita. Semuanya memang fiksi namun dapat dianalisis untuk penggunaan kata Mean dalam 3 novel yang berbeda tersebut.

Kajian teori dibagi 4 yaitu Morfosintaksis, Sintaksis, Semantis, dan Shift (Pergeseran Penerjemahan). Morfosintaksis dibahas karena terjadi proses morfologis yaitu meaning, meaningful dan meaningless. Sintaksis seperti yang sudah diberitahukan di atas untuk membahas termasuk ke dalam kata apa dari segi fungsi dan kategori. Semantis tentu saja dari maknanya dan yang terakhir apakah terjadi pergeseran makna setelah diterjemahkan.


Shift dibagi menjadi dua menurut Catford :

1. Level Shift (Pergeseran Tataran), terjadi jika sebuah unsur pada satu tataran pada bahasa sumber memiliki padanan pada tataran lain dalam bahasa sasaran.
Contoh: She was a teacher = Dia tadinya seorang guru

2. Category Shift (Pergeseran Kategori), pergeseran yang mirip dengan penerjemahan bebas dimana padanan bahasa sumber ke bahasa sasaran dibuat pada tingkat apapun yang sesuai.

Ada empat jenis pergeseran kategori:

1. Structure Shift, pergeseran struktur terjadi apabila ada perubahan susunan elemen pada kalimat.
Contoh: She is beautiful menjadi Dia Cantik

2. Class Shift, pergeseran kelas terjadi apabila ada perubahan kelas kata pada bahasa sumber ke bahasa sasaran.

Contoh: Give me a hug menjadi Peluk saya (noun verba)

3. Unit Shift, pergeseran unit terjadi apabila ada perubahan satuan yang lebih rendah atau tinggi.
Contoh: Clever girl menjadi Dia gadis yang pandai (
Phrase Klausa)

4. Intra-system Shift, pergeseran intra sistem terjadi apabila unsur pada bahasa sumber tidak muncul padanannya pada bahasa sasaran.
Contoh: Glasses = Kacamata (plural singular)


Analisis dibatasi pada kata mean yang termasuk nomina, verba dan ajektif juga kata yang mengalami proses morfologis. Pertama membahas secara morfosintaktis lalu semantis dan kesimpulan hasil terjemahan. Secara semantis kata dianalisis komponen makna bahasa sumber dan bahasa sasaran.

Secara gambaran analisisnya seperti berikut:

a. It shatters God’s world into smaller and smaller pieces in quest of meaning…and all it finds is more questions. (AD: 258)

Ilmu pengetahuan menghancurkan dunia yang diciptakan Tuhan ke dalam potongan yang lebih kecil dalam usaha mereka mencari makna … dan itu hanya menghasilkan pertanyaan-pertanyaan baru. (MI: 439)

b. "I mean it. If he makes one more crack about my family, I'm going to get hold of his head and --" (HPatPoA: 71)


“Betul. Kalau dia sekali lagi menghina keluargaku, akan kupegang kepalanya dan…” (HPdTA: 106)

c. With a meaningful look at Harry, he leaned casually against the barrier. (HPatPoA: 66)

Dengan pandangan penuh arti kepada Harry, dia bersandar santai kepalangrintangan. (HPdTA: 96)


Dari contoh di atas dapat terlihat perbedaan penggunaan kata mean serta terjemahannya. Pada contoh a kata meaning mengalami proses sufiksasi yaitu penambahan sufiks –ing pada verba mean. Kata meaning pada contoh a termasuk ke dalam kategori nomina yang diterjemahkan dengan kata makna dan tidak mengalami pergeseran karena tetap pada kategori nomina. Pada contoh b kata mean sebagai verba diterjemahkan menjadi betul yang mengalami pergeseran unit dari bentuk kalimat pada bahasa sumber menjadi kata pada bahasa sasaran. Pada contoh c kata meaningful mengalami dua proses morfologis berupa sufiksasi yaitu penambahan sufiks –ing pada verba mean dan sufiks –ful pada kata meaning. Kata meaningful pada contoh c termasuk ke dalam kategori ajektif yang diterjemahkan dengan makna penuh arti yang mengalami pergeseran unit dari kata menjadi frase.

akan dijelaskan lebih lanjut. Thanks and have a great day ;)

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...