Journey to Public Jr School 😁

Pejuang sekolah negeri?? Kalau SD pilih swasta karena pondasi, kebetulan uangnya ada, memang agak sedikit maksa dengan kondisi 2020, bapaknya gak kerja hampir setahun, 2023 gak kerja lagi 😅 tidak terlalu jelas sampai 2024. Uyuhan yes.

Anyway SMP SMA mencoba peruntungan di negeri, skeptis ya karena ada 17 ribu anak yang mendaftar SD SMP  sedangkan di Kota Bandung ada 75 SMPN dengan kuota harusnya sih 19ribu ya tapi fakta ya tidak segitu.

Ya udah susah susah masuk negeri, swasta aja, I wish ya cuma melihat beberapa murid swasta yang sampe bimbel, les udah jelas ya rasanya kita pilih di negeri saja dulu. Jadi singkat cerita setelah daftar domisili perbatasan dan SPMB Kabupaten yang semua tidak beruntung, akhirnya dengan berbekal info, saya coba daftar untuk pemenuhan kuota di SMP 43, 6 dan 38. Alhamdulilah bisa ikut di SMPN 6, meski jarak ya gak bisa dibilang dekat tapi bismillah aja...

Setelah pengumuman domisili Jumat bulan Juli lalu, saya pun masih menunggu jika ada murid yang batal daftar ulang, itu pun saya yang di Mei daftar dan psikotest di SMP Assalaam (bayar 500rb) ditanya konfirmasi nya bagaimana apakah mau lanjut...)pusing kan pemirsa. Menunggu sampai Senin Selasa masih sangat berharap...

manifesting

Alhamdulilah di Rabu siang ada berita bahwa Faya bisa daftar ulang di SMP 6 dan Kamis bisa ikut PraMPLS, rejeki banget pokoknya lega dan bersyukur.

Kalau ditanya SMP Favorit ya jangan bilang smpn 2 atau 5 ya, yg lain ada 11 13 34 dan lainnya. Surprisingly SMPN 6 sangat ketat karena memang ada aja berita ttg kenakalan remaja di semua sekolah, swasta, negeri. Dan pulang sekolahnya juga lumayan agak siang dan kegiatannya padat karena pembagian MBG di jam 7 maka Senin pun sampai pulang jam 3. Semua anak solat berjamaah di lapangan, diawasi oleh gurunya. Semoga lancar 3 tahun ke depan and wish list nya adalah SMAN ....

Comments