Tuesday, 1 October 2013

Add Last Name Husband

October .. tapi pengen cepet-cepet akhir taun aja cos bumil is exhausted --" *tetap semangat. Kudu ganti juga song playlist di hp cos recent bumil lagi demen yang swallow mellow selow. Anyway mengenai menambahkan nama belakang suami setelah menikah ke nama kita menurut saya bukan budaya orang Indonesia KECUALI nama belakang suami adalah nama keluarga yang emang udah turun temurun dari bapaknya, kakeknya dan et cetara. Begitupun dengan memakai nama belakang suami menjadi nama belakang anak.

Nama keluarga contoh misal *gw gak tau juga, Yudhoyono. Mungkin dari kakeknya pak SBY udah pake nama keluarga tersebut jadi kalau anaknya Annisa Pohan dan Aliya pake nama keluarga itu gak terlalu absurd or adding names become Annisa Pohan Yudhoyono. Dan tentunya nama keluarga lainnya yang identik dengan keluarga menak alias berdarah biru, contoh *ngarang: Suriatmaja, Widjaja, Hamengkubuwono *misal ya.

Tapiii lain case kalau misal kaya gw, nama laki gw Ahmad Fauzan dan gw setelah menikah memutuskan menjadi Puti Manira bla bla Fauzan. Beuh selain nama sendiri yang udah panjang kaya kereta, it sounds weird and once more I have to say it's not our culture. Beda kaya orang bule yang emang punya nama keluarga, biasanya cewe yang udah menikah menghilangkan nama gadisnya untuk diganti menjadi nama keluarga suami dan untuk diturunkan ke anaknya juga. Banyak case gitu yang sekarang terjadi, entah nge-trend sekedar ikut-ikutan atau gimana. Atau misal kaya bokap gw, namanya Ahmad Sumardan lalu nyokap gw namanya menjadi Syarifah Syaidah Sumardan. Sah-sah aja sih kalau misal ingin menjadikan nama belakang tersebut menjadi nama keluarga tapi yang perlu diingat nanti nama itu harus diturunkan ke anaknya, jadi nama belakang gw juga ada embel-embel Sumardannya. The thing is like I said, it's not our culture dan kalau gak salah di Islam juga hal tersebut kurang baik untuk dilakukan *kalau gak salah ya. Kaya nama gw tadi kenapa gak menambahkan nama Fauzan, the thing is my father in law's name is Masroni, kakeknya juga namanya siapa entah gw gak tanya :P, jadi emang rata-rata orang Indonesia gak punya nama keluarga kecuali yang "berdarah biru" alias ningrat.

Aneh aja kalau ada nama suami, Asep Kurnia lalu istrinya pas married jadi Lilis Suciati Kurnia nanti nama anaknya Ridwan Perdana Kurnia. Ya sah-sah aja sebenernya cuma bukan budaya ya sepertinya.

3 comments:

ratih yuliansari said...

Ngga apa-apa mba pake nama belakang, hehehehe. Kan skg udah jadi nyonya fauzan :)

ratihyuliansari said...

It's ok to put your husband last name mbaa, hihiii ;) someday kalau udah nikah aku malah pengen nama anakku ada nama bapaknya hehe :D

Puti said...

ya sah-sah aja sih kalau nanti lo mau menjadikan nama belakang laki lo menjadi nama keluarga, hak pribadi hehe cuma kalau gw enggak sih sih pertama nama udah panjang segambreng, kedua gak nyambung, ketiga bukan nama keluarga besar dia dan untuk menjadikan nama belakang dia menjadi nama keluarga juga tampaknya kurang pas so stick with each name aja, bapak ibu anak punya nama masing2, gak punya nama keluarga ;)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...